cara untuk menjadi orang shalih adalah dengan shalat malam karena shalat itu
adalah kebiasaan orang orang shalih yang selalu ingin mendekatkan diri kepada
Alla Ta’ala. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :
فَإِنَّهُ دَأَبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ، وَإِنَّ قِيَامَ اللَّيْلِ قُرْبَةٌ
إِلَى اللَّهِ، وَمَنْهَاةٌ عَنْ الإِثْمِ، وَتَكْفِيرٌ لِلسَّيِّئَاتِ،
وَمَطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عَنِ الجَسَدِ
karena itu merupakan kebiasaan orang shalih sebelum kalian, mendekatkan diri
kepada Allah, mencegah dari perbuatan dosa, menghapus keburukan, dan mencegah
penyakit dari badan. (H.R. Imam Ahmad, at Tirmidzi dan al Hakim).
adalah shalat paling afdhal setelah
shalat fardhu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda :
صَلاَةِ الْمَفْرُوْضَةِ، صَلاَةُ اللَّيْلِ.
yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat yang dilakukan di malam
hari. (H.R Imam Muslim)
melakukan shalat malam. Amat banyak pula diantaranya yang sudah istiqamah atau kontinyu
melakukannya. Ada yang baru sekedar ingin tapi belum bisa melaksanakan karena
sulit bangun sebelum fajar atau di sepertiga malam terakhir.
bisa bangun untuk shalat malam, diantaranya :
pertolongan Allah Ta’ala.
memohon pertolongan Allah Ta’ala akan mudah baginya untuk bangun sebelum fajar.
Terkadang dengan menyalakan alarm belum tentu bisa terbangun untuk
shalat. Tetapi dengan sungguh sungguh
memohon pertolongan Allah Ta’ala maka semuanya akan mudah bahkan sangat mudah. Yakinlah.
cukup istirahat.
kebiasaan Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam jika beliau tidak ada urusan
yang penting. Satu hadits dari Abu
Barzah menyebutkan :
عليه وسلم – كان يكرهُ النَّومَ قَبْلَ العِشَاءِ والحَديثَ بَعْدَهَا
tidak suka tidur sebelum shalat Isya dan berbincang bincang sesudahnya (H.R
Imam Bukhari dan Muslim).
menjelaskan 37 macam adab tidur. Diantaranya adalah tidur dalam keadaan suci
atau berwudhu, memulai tidur dengan miring ke kanan, membaca doa dan dzikir
sebelum tidur, membaca beberapa ayat al Qur an seperti al Ikhlas, al Falaq dan
an Naas. Juga ayat Kursi dan yang lainnya sebagaimana yang disyariatkan.
mengamalkan adab tidur maka dia bisa tidur dengan nyaman, tak diganggu
syaithan. Dengan demikian ringan baginya untuk bangun lebih awal sehingga ada
waktu untuk melakukan shalat lail.
tidur, maka dengan mengamalkan adab tidur yang disyariatkan maka tidurnya
menjadi berkualitas. Meskipun jam atau lama tidurnya sedikit berkurang dari biasa, dia
akan tetap bisa bangun lebih awal. Ketahuilah bahwa hakikat tidur bukan terkait
langsung dengan LAMANYA TIDUR tapi lebih ditentukan oleh KUALITAS TIDUR.
seseorang adalah salah satu penghambat dirinya melakukan ketaatan. Oleh karena
itu ketika seorang hamba ingin langgeng dalam shalat lailnya maka haruslah dia
menjaga diri dari perbuatan dosa, termasuk dosa dosa kecil.
menyebabkan kehampaan hati dari (beribadah) mengingat Allah Ta’ala. Banyak
sekali KETAATAN TERPUTUS KARENA DOSA. Padahal satu ketaatan lebih baik daripada
dunia beserta isinya. (Ad Daa’ wad Dawaa’).
Adham : Sungguh, aku tidak mampu melakukan
shalat malam, maka berilah aku resep obatnya ?. Ibrahim bin Adham, semoga Allah
merahmatinya, berkata : Janganlah kamu bermaksiat kepada-Nya di siang hari. Hal
itu (yakni, tidak bermaksiat kepada-Nya di siang hari) akan membangunkan kamu
untuk berdiri di hadapan-Nya di malam hari.
hadapan-Nya di malam hari termasuk kemuliaan yang paling agung. Sedangkan
pelaku maksiat tidak berhak mendapatkan kemuliaan tersebut. (Muhammad bin
Shalih al-Munajjid, Fatawa al Islam Su-al wa Jawab). Sumber al Sofwa Channel.
Wallahu A’lam. (2.009)







































