DATANG
pertama, hamba hamba Allah telah berusaha
mengisinya dengan berbagai ibadah. Kenapa ?, karena memang salah satu nama yang
disematkan kepada Ramadhan adalah bulan ibadah atau bulan untuk banyak
beribadah.
yang ada di luar Ramadhan kecuali ibadah haji. Bahkan ada ibadah yang hanya
bisa dilakukan di bulan Ramadhan yaitu puasa fardhu sebulan penuh dan ittikaf
di sepuluh hari terakhirnya.
telah datang berarti perpisahan kita dengan Ramadhan akan segera berakhir dan
berakhir pula kesempatan banyak beribadah di bulan Ramadhan tahun ini. Oleh
karena itu tingkatkan kesungguh sungguh untuk beribadah karena puncak ibadah
adalah pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Apalagi lailatul qadr ada padanya
Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam TERNYATA SEMAKIN BERSUNGGUH SUNGGUH
menghidupkan hari Ramadhan. Beliau semakin meningkatkan ibadah. Dalam
satu hadits dari Aisyah disebutkan :
وَسَلَّمَ كَانَ يجٌتَهِدُ فِي الٌعَشٌرِ الٌأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجٌتَهِدُ فِي
غَيٌرِهِ
bersungguh sungguh pada sepertiga akhir bulan Ramadhan, melebihi kesungguhannya
pada waktu yang lain. (H.R Imam Muslim).
akhir Ramadhan :
وَسَلَّمَ إذا دَخَلَ الٌعَشٌرُ شَدَّ مِءٌزَرَهُ وَأَحٌيَا لَيٌلَهُ وَأَيٌقَظَ
أَهٌلُهُ
sepertiga akhir bulan Ramadhan beliau mengencangkan
sarungnya, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya. (Ash Shahihain).
kesungguhan Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam beribadah di sepertiga
terakhir Ramadhan :
وَسَلَّمَ يَخٌلِطُ الٌعِشٌرِيٌنَ بِصَلاَةٍ وَنَوٌمٍ فَإِذا كاَنَ الٌعَشٌرُ
شَمَّرَ وَشَدَّ المِءٌزَرَ
antara shalat dan tidur selama dua puluh hari (pertama bulan Ramadhan). Ketika
memasuki sepertiga akhir, beliau menyingsingkan lengan bajunya dan mengecangkan
sarungnya. (Al Musnad).
Hadits hadits ini merupakan dalil yang menunjukkan keutamaan sepertiga akhir
bulan Ramadhan. Nabi Salallahu ‘alaii Wasallam dahulu beramal dengan sungguh
sungguh di dalamnya, lebih dari waktu yang lain.
Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam menjauhi istri istrinya supaya dapat
berkosentrasi dalam beribadah. Beliau menghidupkan malam dengan dengan shalat,
membaca al Qur an dan berdzikir. Ini disebabkan oleh adanya kemuliaan malam
malam tesebut dan UNTUK MENCARI LAILATUL QADAR. (Majaalis Syahri Ramadhan).
hasanah bagi kita semua, tetap mengisi
Ramadhan dengan banyak beribadah bahkan semakin sungguh sungguh di sepertiga
terakhir Ramadhan. Padahal beliau adalah
KHALILULLAH, yaitu kekasih Allah yang paling dekat. Tetapi beliau paling banyak beribadah. Beliau telah
diampuni semua dosanya dan beliau pula
yang akan meminta agar pintu surga di
buka dan beliaulah yang pertama memasukinya.
Rasulullah Salallahu ‘alahi Wasallam
bersabda :
الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَأَسْتَفْتِحُ، فَيَقُولُ الْخَازِنُ: مَنْ
أَنْتَ؟ فَأَقُولُ: مُحَمَّدٌ. فَيَقُولُ: بِكَ أُمِرْتُ لاَ أَفْتَحُ لأَحَدٍ
قَبْلَكَ
kiamat nanti, dan meminta dibukakan pintu surga. Penjaga surga bertanya : Siapa
engkau ?. Aku Muhammad, kata Nabi. Penjaga surga itu pun mempersilakan sambil
berkata : Aku diperintah hanya membukakan pintu surga untukmu sebelum orang
lain memasukinya. (H.R Imam Muslim)
dikarunia kesempatan mendapatkan Ramadhan mestilah mengisinya dengan ibadah
ibadah yang disyariatkan dan ambillah kesempatan paling banyak untuk beribadah KETIKA
SEPERTIGA TERAKHIR BULAN RAMADHAN TELAH DATANG.
Wallahu A’lam. (1.976)




































