الله الرحمن الرحيم
(Penutup)
Syi’ah Syaikh Abdullah bin Muhammad berkata,
seislam, mungkin sekarang engkau sepakat dengan saya, bahwa orang yang
menganut ajaran yang rusak ini bukan kaum muslim meskipun diberi nama Islam.
Selanjutnya, apa kewajibanmu wahai saudaraku seislam yang mentauhidkan Allah
terhadap kaum Syi’ah Rafidhah, khususnya mereka yang tinggal di tengah-tengah
kaum muslim dan menyandarkan dirinya kepada?
yang wajib bagimu adalah waspada terhadap mereka dan tidak bermuamalah dengan
mereka, memperingatkan akidah mereka yang buruk yang dibangun atas dasar
memusuhi setiap orang yang mentauhidkan Allah, beriman bahwa Allah Tuhannya,
Islam agamanya, dan Muhammad Nabi dan Rasulnya.
Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Adapun orang Syi’ah Rafidhah, maka
dia tidaklah bergaul dengan seorang pun kecuali menyertakan kemunafikan, karena
agama yang ada dalam hatinya adalah agama rusak yang membuatnya bebas berdusta,
berkhinat, menipu manusia, dan berkeinginan buruk kepada mereka. Dia tidak
henti-hentinya menimpakan bahaya dan tidak membiarkan keburukan yang bisa dia
lakukan terhadap orang lain kecuali ia melakukannya. Ia dibenci oleh orang yang
belum mengenalnya. Meskipun orang lain belum mengetahui bahwa dirinya Syi’ah
Rafidhah, maka sudah tampak tanda kemunafikan di wajahnya dan ucapannya yang
menyimpang.” (Minhajus Sunnah oleh Ibnu Taimiyah rahimahullah
3/360).”
Aqaa’idisy Syi’ah oleh Abdullah bin Muhammad As Salafiy hal. 76-77)
janganlah kita tertipu dengan penampilan luar mereka yang terkesan baik dan tidak
berbahaya, sesungguhnya mereka menyimpan kebencian dan permusuhan yang besar
kepada kita.
alangkah baiknya jika tulisan ini saya akhiri dengan syair seorang yang
bertobat dari Syi’ah kepada Islam dan Sunnah. Beliau bernama Mullaa ‘Umran,
berikut ini syair Beliau,
فَاَنَااْلمُقِرُّ بِأَنَّنِيْ وَهَّابِيٌّ
اْلمُتَفَرِّدِاْلوَهَّابِ
اْلأَنْصَابِ
وَدَعَةٍ أَوْنَابٌ
وَيَدْفَعُ مَاِبيْ
أُولُو اْلَألْبَابِ
وَهُوَ غَيْرُ صَوَابٌ
مُؤَوِّلٍ مُرْتَابٍ
السَّادَةِ اْلأَنْجَابِ
التَّقِيُّ اْلأَوَّابُ
مُجَسِّمٌ وَهَّابِيٌّ
لِغُرْبَةِ اْلأَحْبَابِ
مُعَانِدٍ سِبَابٍ
بِسُنَّةٍ وَكِتَابٍ
اْلوَحْيَيْنِ خَيْرُ مَابٍ
اْلأَهْلِ وَاْلأَصْحَابِ
مِنْهَاجِهِمْ بِصَوَابٍ
بِسَاحِرٍ كَذَّابٍ
وَصِدْقٍ جَوَاب
اللهُ مَاهَبَّ الصِّبَا # وَعَلَى جمَِيْعِ اْلالِ وَاْلأَصْحَابِ
dikatakan sebagai Wahhabiy, maka saya mengaku bahwa saya Wahhaabiy.
saya Tuhan selain Allah Yang Maha Esa dan Maha Pemberi.
tidak pula menjadi sebab.
baik batu, pohon, mata air (untuk diambil berkahnya) maupun berhala.
jimat, baik berbentuk kalung, kerang maupun taring.
ataupun menolak bahaya. Allah-lah yang memberiku manfaat dan menghindarkan
bencana.
yang baru dalam agama, itu diingkari oleh orang-orang yang berakal.
tidak mendekatainya serta tidak meridhainya sebagai agama, karena tidak benar.
dari Jahmiyyah[i] yang angkuh, juga orang yang suka mentakwil sedang
mereka bimbang.
Ta’ala berada di atas ‘Arsy), cukuplah bagiku sebagai panutan perkataan para
imam yang mulia.
Malik, Abu Hanifah dan Ahmad bin Hanbal yang bertakwa lagi sering kembali
kepada Allah.
sekarang, orang yang berkeyakinan seperti ini akan dikatakan sebagai mujassim
dan Wahhaabiy.
hadits tentang akan asingnya Islam, maka hendaknya menangis orang yang
mencintai karena asingnya orang yang dicintai.
kami, menjaga pula agama kami dari setiap orang yang keras lagi memaki.
mengokohkan agama yang lurus ini dengan segolongan orang yang berpegang dengan
As Sunah dan Al Qur’an.
dengan pendapat mereka dan qiyasnya, tetapi kepada kedua wahyulah (Al Qur’an
dan As Sunnah) tempat kembali yang baik.
‘alaihi wa sallam telah memberitahukan tentang mereka, bahwa mereka akan
menjadi asing di tengah keluarga dan kawan-kawan.
orang-orang yang mengarah kepada hidayah dan mengikuti jejak mereka dengan
benar.
orang-orang yang ghuluw berlari dari mereka, maka kami katakan, “Tidak perlu
heran.”
orang-orang (sebelumnya) dari sebaik-baik manusia (Nabi Muhammad shallallahu
‘alaihi wa sallam), mereka menggelari Beliau sebagai pesihir dan pendusta.
amanah Beliau dan hidupnya yang penuh kemuliaan dan kejujuran.
Allah Ta’ala melimpahkan kepada Beliau shalawat selama angin timur masih
bertiup, juga kepada keluarga dan para sahabat.
‘Umran)
kepada Allah Ta’ala agar Dia menolong agama-Nya, meninggikan kalimat-Nya,
memenangkan kaum muslimin dan menghinakan musuh-musuhnya, yang terdiri dari
orang-orang kafir dan musyrik serta kaum munafik, termasuk di antaranya kaum
Syi’ah Rafidhah, Allahumma aamin.
melimpahkan shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya,
para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya.
pertolongan Allah dan taufiq-Nya, dan segala puji bagi Allah di awal dan
akhirnya.
Maraji’: Aqidatus Syi’ah
(Abdullah bin Muhammad), Al Maktabatusy Syamilah, Mausu’ah Al
Haditsiyyah Al Mushaghgharah, Siyahah fii Alamit Tasyayyu’ (Imam
Muhibbbudin Abbas Al Kazhimiy), Minhajul Firqatin Najiyah (M. bin Jamil
Zainu), dll.
‘arsy, mereka mengatakan bahwa Allah Ta’ala ada di setiap tempat.






































