yaitu : (1) Surga, tempat yang sangat menyenangkan, penuh dengan berbagai
kenikmatan dan keindahan. (2) Neraka, tempat yang buruk bahkan menakutkan,
penuh adzab yang membinasakan. Lalu siapa penghuninya ?. Allah Ta’ala telah
menjelaskannya :
beriman dan beramal shalih, diantaranya adalah
sebagaimana disebut dalam firman-Nya :
ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي
مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۖ كُلَّمَا رُزِقُواْ مِنۡهَا مِن ثَمَرَةٖ رِّزۡقٗا
قَالُواْ هَٰذَا ٱلَّذِي رُزِقۡنَا مِن قَبۡلُۖ وَأُتُواْ بِهِۦ مُتَشَٰبِهٗاۖ
وَلَهُمۡ فِيهَآ أَزۡوَٰجٞ مُّطَهَّرَةٞۖ وَهُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ
orang yang beriman dan beramal shalih bahwa untuk mereka (disediakan) surga surga
yang mengalir dibawahnya sungai sungai. Setiap kali mereka diberi rizki buah
buahan dari surga mereka berkata, inilah rizki yang diberikan kepada kami
dahulu. Mereka telah diberi (buah buahan) yang serupa. Dan disana mereka
(memperoleh) pasangan pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya. (Q.S al Baqarah 25).
تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيرُ
orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih mereka akan mendapat surga yang
mengalir di bawahnya sungai sungai. Itulah kemenangan yang agung. (Q.S al Buruj
11).
neraka adalah orang orang yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, mengingkari dan
mendustakan ayat ayat-Nya, diantaranya disebutkan dalam firman-Nya :
وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ
Rasul-Nya dan melanggar batas batas hukum-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke
dalam api neraka, dan dia kekal di dalamnya dan dia akan mendapat adzab yang
menghinakan. (Q.S an Nisa’ 14)
سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا
ayat Kami kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. (Q.S an Nisa’ 56)
بِآيَاتِنَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ
AYAT AYAT KAMI, mereka itulah penghuni neraka. (Q.S al Maidah 86).
memiliki beberapa nama, satu diantaranya adalah NERAKA SAQAR. Allah Ta’ala juga
menjelaskan tentang sifat orang orang yang akan menempatinya. Diantaranya
adalah (1) Tidak melakukan shalat. (2) Tidak memberi makan orang miskin. (3) Berkumpul
dengan orang yang membicarakan kebathilan dan ikut berbicara bathil. (4)
Mendustakan tentang adanya hari pembalasan.
مِنَ ٱلْمُصَلِّينَ مَا
سَلَكَكُمْ فِى سَقَرَ
ٱلْمِسْكِينَ
مَعَ ٱلْخَآئِضِينَ
بِيَوْمِ ٱلدِّينِ
(neraka) Saqar ?. Mereka menjawab : Dahulu kami tidak termasuk orang orang yang
melaksanakan shalat. Dan kami (juga) tidak memberi makan orang miskin. Bahkan
kami biasa berbincang (untuk tujuan yang bathil) bersama orang orang yang
membicarakannya. Dan kami mendustakan hari pembalasan. (Q.S al Muddassir
42-46).
Tentang ayat ini, Syaikh as Sa’di berkata :
Para penduduk surga bertanya pada mereka (penduduk neraka) : “Apakah yang
memasukkan kamu kedalam (neraka) saqar”, yakni apa yang membuat kamu masuk
kedalamnya, karena dosa apa kalian mendapatkan neraka ?.
orang orang yang mengerjakan shalat dan kami tidak (pula) memberi makan orang
miskin”, tidak ada keikhlasan untuk Allah Ta’ala Yang disembah, tidak
memberi kebaikan dan manfaat bagi orang yang membutuhkan, “dan kami
membicarakan yang bathil bersama dengan orang orang yang membicarakannya”, yakni
kami membicarakan yang bathil dan kami jadikan sebagai pembantah kebenaran, “dan
kami mendustakan Hari Pembalasan”. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).
neraka saqar. Na’udzubillah. Oleh karena itu, seorang hamba hendaklah selalu
melakukan kebaikan yang bermanfaat bagi dirinya di dunia dan di akhirat kelak. Sungguh
Allah Ta’ala telah mengingatkan dalam firman-Nya :
وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا ۖ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ
dirinya sendiri dan barangsiapa mengerjakan kejahatan maka itu akan menimpa
dirinya sendiri. Kemudian kepada Rabb-mu kamu dikembalikan. (Q.S al Jaasiyah
15).
semua. Wallahu A’lam. (1.772).






































