TIDUR
ataupun munafik meyakini betul bahwa pada waktunya semua akan mati. Sungguh Allah
Ta’ala tidak akan menangguhkan waktu kematian WALAUPUN SESAAT, yaitu
sebagaimana firman-Nya :
يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا ۚ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا
تَعْمَلُونَ
menangguhkan (kematian) seseorang apabila. datang waktu kematiannya. Dan Allah
Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S al Munafiqun 11).
mati dan kapan serta dimana matinya tapi bagaimana hidup setelah mati. Apa persiapan kita sebelum mati.
Mati adalah awal perjalanan ke negeri akhirat. Kita akan menghadapi tahapan selanjutnya yaitu alam barzah, hari
berbangkit, padang Mahsyar, hisab dan sirath.
mati telah mempersiapkan bekal yaitu iman dan amal shalih. Sungguh Rasulullah Salallahu
‘alaihi Wasallam memuji orang yang
selalu mengingat mati dan melakukan persiapan menghadapi mati. Beliau bersabda
:
عنهما أَنَّهُ قَالَ: كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَاءَهُ
رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ
قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ: «أَحْسَنُهُمْ
خُلُقًا» قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ: «أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ
ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ»
radhiyallahu ‘anhuma, dia bercerita : Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam, lalu datang seorang lelaki dari kaum Anshar mengucapkan salam
kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam lalu bertanya : Wahai Rasulullah, orang beriman manakah yang
paling baik ?. Beliau menjawab : Yang
paling baik akhlaknya.
berakal (cerdas) ?. Beliau menjawab : Yang paling banyak mengingat kematian dan
paling baik persiapannya (untuk hidup)
setelah kematian, merekalah yang berakal. (H.R Ibnu Majah).
ADALAH TIDAK TERTIPU OLEH DUNIA. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasalam telah
mengingatkan perkara ini dalam sabda beliau :
اللَّذَّاتِ فإنه ما ذكره أحد فى ضيق من العيش إلا وسعه عليه ولا فى سعة إلا ضيقه
عليه
kematian) karena jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya sempit, maka ia
akan merasa lapang dan jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya lapang,
maka IA TIDAK TERTIPU DENGAN DUNIA. (H.R Ibnu Hibban dan Al Baihaqi, dihasan oleh Syaikh
Al Albani).
dilakukan setiap detik dari umur kita supaya tak lalai darinya. Namun ada dua
waktu yang jangan diabaikan untuk mengingat mati yaitu : (1) KETIKA BANGUN
TIDUR DAN (2) KETIKA MAU TIDUR.
Wasallam sangat menganjurkan bahkan mengajarkan kita untuk membaca doa dan
dzikir pada kedua waktu ini. Perhatikanlah doa yang diajarkan beliau pada saat
bangun tidur dan ketika bangun tidur.
adalah :
أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ
MENGHIDUPKAN KAMI (DARI) MATI (membangunkan dari tidur) dan hanya kepada-Nya
kami dibangkitkan. (H.R Imam Bukhari).
adalah :
nama-Mu ya Allah, aku hidup dan AKU MATI. (H. R Imam Bukhari)
bahwa kedua doa ini menyebutkan tentang mati atau dengan kata lain MENGINGATKAN
AKAN MATI ketika mau tidur dan ketika bangun tidur. Wallahu A’lam.
itu mari kita hafalkan doa ini dan kita lazimkan membacanya sebagai satu jalan
mengingat mati. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam.
(1.713)






































