termasuk dirinya. Cuma saja sebagian dari mereka memiliki kelakuan seolah olah akan hidup selamanya. Perhatikanlah
bahwa saat ini masih sangat banyak manusia tengelam dalam dosa dan maksiat. Ada
pula yang tak menjaga iman dan amal shalihnya.
berbekal, sebagaimana firman-Nya :
اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ
ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
kepada Allah dan hendaknya setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya
untuk hari esok, dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Mahateliti
terhadap apa yang kamu kerjakan. (Q.S al Hasyr 18).
telah mengingatkan kita agar memperbanyak mengingat pemutus kelezatan. Beliau
bersabda :
عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “أكثروا ذكر هاذم اللذات: الموت، فإنه
لم يذكره في ضيق من العيش إلا وسعه عليه، ولا ذكره في سعة إلا ضيقها ”
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: ‘Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda : Perbanyaklah mengingat pemutuskan kelezatan,
yaitu kematian, karena sesungguhnya tidaklah seseorang mengingatnya ketika
dalam keadaan kesempitan hidup, melainkan dia akan melapangkannya, dan tidaklah
seseorang mengingatnya ketika dalam keadaan lapang, melainkan dia tidak akan
tertipu dengan dunia. (H.R Ibnu Hibban,
dihasankan oleh Syaikh al Albani)
bahwa Allah Ta’ala tidak akan menangguhkan waktu kematian WALAUPUN SESAAT,
yaitu sebagaimana firman-Nya :
يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا ۚ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا
تَعْمَلُونَ
menangguhkan (kematian) seseorang apabila. datang waktu kematiannya. Dan Allah
Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S al Munafiqun 11).
beriman yang cerdas yaitu banyak mengingat kematian. Rasulullah Salallahu
‘alahi Wasallam bersabda :
عنهما أَنَّهُ قَالَ: كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَاءَهُ
رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ
قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ: «أَحْسَنُهُمْ
خُلُقًا» قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ: «أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ
ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ»
‘anhuma bercerita : Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
lalu datang seorang lelaki dari kaum Anshar mengucapkan salam kepada Nabi
Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam lalu bertanya : Wahai Rasulullah, orang beriman manakah yang
paling baik ?. Beliau menjawab : Yang
paling baik akhlaknya.
berakal (cerdas) ?. Beliau menjawab : Yang paling banyak mengingat kematian dan
paling baik persiapannya (untuk hidup) setelah kematian, merekalah yang berakal. (H.R
Ibnu Majah).
dari hadits ini adalah bahwa ORANG BODOH
adalah yang tak mengingat mati dan TAK MEMPERSIAPKAN BEKAL. Pada hal ketika
orang bodoh ini mau keluar rumah untuk setengah hari saja dia selalu mempersiapkan berbagai hal seperti
sarapan pagi dulu, bahan bakar yang cukup untuk kendaraan serta uang yang cukup
untuk kebutuhan diperjalanan dan yang lainnya.
cerdas, berakal yaitu senantiasa mengingat kematian dan berbekal untuk hidup setelah mati. Insya Allah
ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.702)






































