Tugas Checker Gudang menjadi salah satu informasi yang banyak dicari oleh orang-orang. Bukan tanpa alasan, profesi satu ini memegang peranan penting di dalam industri apapun. Terlebih lagi di manufaktur.
Hampir setiap industri mebutuhkan posisi checker gudang di perusahaan mereka. Karena itulah hanya orang dengan kualifikasi yang sesuai saja bisa mengisi posisi checker gudang ini. Apakah anda berminat untuk menjadi seorang checker gudang?
Sebelum mempersiapkan lamaran dan mencoba profesi tersebut, sangat penting untuk memahami profesi checker dengna sangat baik. Tenang saja karena disini kami akan membahasnya sampai tuntas untuk Anda.
Pengertian Checker
Checker adalah bagian yang berada hampir di setiap divisi, terutama di dunia manufaktur. Kata Checker ini sendiri berasal dari Bahasa Inggris, Check yang artinya Memeriksa atau Mengecek. Checker ini posisinya juga beragam, ada Cheker Produksi, Checker Warehouse (Gudang), Checker QC, dan lain-lain. Untuk kali ini yang kan kita bahas adalah Jobdesk seorang Checker Gudang, lengkap dengan tugas dan tanggung jawabnya.
Sebagaimana kita tahu, keakuratan data di lapangan sangat berpengaruh pada keakuratan data di komputer. jika terjadi selisih, maka tentunya akan terjadi banyak sekali kesalahan, baik yang dilakukan oleh checker di lapangan, maupun yang dilakukan oleh admin sebagai data entry. Untuk itu, tugas seorang checker yang paling utama adalah melakukan pengecekan secara mendetail terhadap barang-barang yang ada di gudang. Dalam ranah apapun, mau itu otomotif, textile, retail, dan lain-lain, keberadaan seorang checker sangat dibutuhkan.
A. Tugas Checker Gudang
1. Melakukan Pengecekan
Dalam proses produksi di suatu perusahaan, tentunya setiap bagian memiliki peranan masing-masing, bagi seorang checker gudang, yang perlu dipahami dengan baik adalah jalur masuk dan keluarnya barang. Dalam hal ini, ada tiga jalur utama masuk dan keluarnya barang dari dan ke gudang yang menjadi tanggung jawab seorang checker gudang.
a. Barang Unloading (Barang dari vendor yang baru saja di bongkar)
Untuk barang unloading ini, artinya perusahaan memesan suatu barang dari tempat lain baik lokal maupun impor, dan pada saat barang ini datang, seorang checker diharusnya mengecek kembali jumlah barang dan kualitasnya secara teliti.
Setelah dihitung secara teliti, kemudian seorang checker membuat laporan penerimaan dan melakukan pengkodean. Pengkodean ini bisa diartikan bermacam-macam, sesuai dengan bidang usahanya, tapi biasanya menggunakan Nomor ID per barang.
Jadi jika ada seribu barang, maka ID yang diberikan untuk barang tersebut biasanya sesuai dengan tanggal,
misal,
tanggal 27 Februari 2017, ada barang yang datang sebanya 1000 pcs. maka setiap pcs kemungkinan akan diberi ID 270220170001, 270220170002, 270220170003, 270220170004, ……270220171000. ID ini biasanya berupa kertas sticker yang telah dicetak sebelumnya dan ditempelkan pada masing-masing pcs yang datang.
Untuk penggunaan nomor ini tidak selalu sama, terkadang setiap perusahaan memiliki cara masing-masing dalam memberi nomor dan atau melakukan pengkodean. Nah nomor-nomor ini kemudian di Input oleh staff accounting gudang ke database di komputer.
b. Barang Storage (Barang yang sudah disimpan di gudang untuk kepentingan produksi)
Untuk barang storage, tentunya dalah barang yang telah selesai di unloading dan masuk ke penyimpanan di gudang. Jadi tiap tiap barang sudah disimpan dan sudah diberikan Nomor ID seperti telah disebutkan di atas.
Sebelum memberikan barang ke produksi, pastikan orang produksi (operator/orang yang bertanggung jawab untuk pemesanan barang ke gudang) telah mengisi Form permintaan barang di gudang dan telah ditandatangani. Jadi seorang checker akan mengambil barang sesuai dengan permintaan tersebut.
Sebelum diberikan ke orang produksi tersebut, ingatlah untuk menulis semua nomor ID yang telah ditempelkan di tiap bok dan nomor ID tersebut. Nomor ID yang keluar tersebut kemudian akan menjadi bahan laporan anda kepada accounting gudang sebagai nomor nomor yang telah keluar dari gudang dan akan dihapus dari database komputer.
Nah dibagian inilah sering terjadi kesalahan hingga menyebabkan terjadinya selisih atau perbedaan jumlah antara stok di gudang dengan stok di komputer. Jika tidak berhati-hati, akan sangat menyulitkan anda jika dilakukan stock opname nantinya.
c. Barang Return (Barang yang sudah diberikan ke produksi tapi dikembalikan ke gudang)
Barang return adalah barang yang sudah diberikan ke produksi tapi kemudian dikembalikan ke gudang. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya,
a. Proses produksi telah berhenti
b. ada kerusakan pada material barang tersebut
c. kesalahan dalam permintaan (salah memesan barang)
Tida kesalahan ini sebenarnya masih bisa ditolerir, tapi yang pasti jangan lupa untuk membuat laporan dan memberikan nomor ID baru terhadap barang yang dikembalikan tersebut, karena nomor ID lama brang tersebut telah dihapus dari database di komputer. Pastikan pula untuk memberikan laporan tersebut ke accouting gudang dan harus segera di input ke database.
2. Menjaga Kualitas
Selain mengecek barang, seorang checker gudang juga bertugas untuk menjaga kualitas barang tetap bagus baik dari segi packaging dan atau isinya. Hal ini dikarenakan terkadang pihak produksi tidak mau mengambil barang yang telah rusak, dan tentunya ini akan menjadi masalah bagi anda jika terdapat barang rusak yang ditolak oleh pihak produksi.
3. Membuat Laporan
Setelah semua agenda kerja dan permintaan produksi telah terpenuhi, biasanya seorang checker gudang diwajibkan membuat laporan sebelum pulang atau sebelum pergantian shift. Laporan ini yang akan dijadikan acuan oleh accounting gudang dalam memasukkan data ke komputer dan juga oleh shift selanjutnya yang akan meneruskan kinerja anda.
Jadi hasus ekstra teliti dalam membuat laporan, jangan sampai salah. Jika ada barang yang telah habis, tapi masih diminta oleh pihak produksi, maka sebaiknya dituliskan pula dalam laporan ini. Selain itu anda juga harus berkoordinasi dengan atasa anda untuk menjaga keseimbangan storage barang di gudang, jangan sampai terlalu penuh, dan jangan sampai sulit untuk mengambil barang. Selanjutnya manajemen penyimpanan ini disebut FIFO, FEFO, dan LIFO, dan lain-lain.
B. Tanggung Jawab Checker Gudang
Dari Tugas tugas yang telah disebutkan diatas bisa ditarik kesimpulan bahwa tanggung jawab seorang Checker Gudang adalah ;
1. Menjaga kuantitas dan kualitas barang di gudang
2. Menjaga hubungan baik dengan pihak produksi demi kondusifitas kerja
3. Menjaga agar barang di Gudang tidak hilang
4. Memastikan barang yang dipesan selalu siap untuk dberikan.
C. Kualifikasi Checker Gudang
Dikarenakan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian, biasanya seorang yang memiliki ketelitian luar biasa menjadi kandidat yang paling cocok untuk posisi ini. Selain itu, biasanya kandidat yang dicari adalah kandidat yang memiliki tanggung jawab yang besar karena menjadi seorang checker gudang terkadang terlihat sangat santai.
Apalagi dengan supervisi yang sangat minim. Dalam hal ini yang pasti harus dilakukan adalah insisiatif yang tinggi dalam menjalankan tugas. Untuk kriteria pengalaman biasanya yang berpengalaman akan lebih dipertimbangkan dibanding yang tidak berpengalaman untuk mengisi posisi ini. Karenanya terkadang strata pendidikan tidak terlalu diperhatikan, pendidikan minimal bagi seorang checker biasanya SMA atau SMK. Tapi D3 dan S1 dengan pengalaman lebih diutamakan.
C. Aplikasi dan Tools yang Harus Dikuasai Checker Gudang
Sebagai seorang checker gudang, Anda perlu menguasai beberapa aplikasi dan tools untuk memastikan kinerja yang efektif dan efisien. Berikut adalah beberapa aplikasi dan tools yang harus dikuasai oleh seorang checker gudang:
1. Sistem Manajemen Gudang (Warehouse Management System/WMS)
WMS adalah aplikasi yang dirancang khusus untuk mengatur dan mengelola operasi gudang secara keseluruhan, termasuk pengelolaan inventaris, pengiriman, penerimaan, pengambilan pesanan, dan pemenuhan pesanan.
2. Sistem Inventaris (Inventory Management System/IMS)
IMS adalah aplikasi yang membantu Anda melacak stok barang di gudang secara real-time dan memberi tahu Anda kapan perlu melakukan pemesanan ulang.
3. Barcode Scanner
Scanner barcode membantu Anda mengidentifikasi produk dan mempercepat proses penerimaan dan pengiriman barang.
4. Sistem Pelacakan (Tracking System)
Sistem pelacakan membantu Anda melacak posisi barang di dalam gudang atau selama pengiriman.
5. Microsoft Excel
Microsoft Excel dapat membantu Anda mempertahankan catatan inventaris dan menghitung jumlah barang yang masuk dan keluar dari gudang.
6. Sistem Pemrosesan Pesanan (Order Processing System)
Sistem pemrosesan pesanan membantu Anda memproses pesanan dengan cepat dan akurat, mulai dari pemilihan barang hingga pengemasan dan pengiriman.
7. Sistem Manajemen Transportasi (Transportation Management System/TMS)
TMS membantu Anda mengatur pengiriman barang ke tujuan dengan cepat dan efisien, termasuk pemilihan rute dan pengaturan pengiriman.
8. Radio Frequency Identification (RFID)
RFID membantu Anda melacak stok barang dan mempercepat proses pemrosesan.
9. Peralatan Material Handling
Peralatan material handling seperti forklift, pallet jack, dan conveyor membantu Anda memindahkan barang di dalam gudang dengan efektif dan efisien.
10. Sistem Keamanan
Sistem keamanan seperti CCTV dan alarm membantu Anda mengamankan gudang dan melindungi stok barang dari pencurian atau kerusakan.
Menguasai aplikasi dan tools di atas akan membantu Anda menjalankan tugas sebagai checker gudang dengan lebih efektif dan efisien.
E. Gaji Checker Gudang
Gaji seorang checker gudang dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor seperti pengalaman kerja, lokasi geografis, ukuran perusahaan, dan tanggung jawab pekerjaan yang diemban. Secara umum, gaji rata-rata seorang checker gudang di Indonesia adalah sekitar Rp 3 juta hingga Rp 6 juta per bulan untuk level entry-level hingga supervisor.
Namun, untuk posisi manajerial atau senior, gaji bisa lebih tinggi, mencapai Rp 10 juta hingga Rp 15 juta atau lebih per bulan tergantung pada perusahaan dan wilayah kerja. Gaji juga dapat meningkat seiring dengan bertambahnya pengalaman dan keterampilan yang dimiliki.
Perlu diingat bahwa gaji yang diterima oleh seorang checker gudang juga dapat dipengaruhi oleh jenis industri atau sektor bisnis yang dihadapi. Sebagai contoh, gaji seorang checker gudang di sektor logistik mungkin lebih tinggi dibandingkan dengan gaji di sektor manufaktur atau perdagangan.
Namun, perlu diingat bahwa gaji bukan satu-satunya faktor yang harus dipertimbangkan saat memilih karir. Ada faktor lain seperti peluang pengembangan karir, lingkungan kerja, keseimbangan kerja-hidup, dan manfaat karyawan yang juga harus dipertimbangkan.
Itulah sebagian dari tugas dan tanggung jawab seorang checker gudang yang mungkin anda butuhkan sebelum memasuki dunia kerja. Semoga bermanfaat