
Saya pribadi, sebagai seorang penjual terkadang merasakan sebuah kekhawatiran ketika dagangan yang saya jajakan belum laku, saya merasa malu dan terkadang ada perasaan untuk berhenti, tapi seperti kutipan dari buku rich dad poor dad (kau bisa berhenti kapanpun, lalu kenapa kau berhenti sekarang?).
Dagangan sepi adalah sebuah siklus pasti seorang pedagang, karena hampir semua pedagang baik yang sudah besar maupun yang baru memulai pasti akan merasakan saat dagangannya sepi, ditambah kebutuhan yang semakin mendesak sehingga terkadang menyebabkan frustasi dan mengambil jalan pintas yang keliru. Lalu bagaimana menyiasati saat penjualan sepi?
Pertama saya ingin mengingatkan lagi, jika sebenarnya rejeki kita sudah diatur oleh Tuhan, dan tidak akan tertukar dengan rejeki siapapun di belahan bumi manapun, jadi pertama kali jika jualan mengalami masa sepi adalah bersabar menunggu saatnya Tuhan memberikan rejeki untuk kita, mungkin saja kita sedang diuji sebagai seorang pedagang. Berikutnya kita harus tetap tenang dan terus berupaya agar perdagangan kita tetap jalan, jangan karena sepi malah membuat kita malas untuk membuka warung atau usaha lain yang sedang dijalani, itu buka solusi yang baik. Dan pastinya dagangan sepi mempunyai sebab yang harus kita cari tahu, apa mungkin terlalu mahal harga yang kita tawarkan, atau barang dagangan kita berkualitas jelek, atau mungkin kurangnya promosi, tempat yang kurang nyaman, penempatan barang yang salah, dll. Jika menemukan sebab dagangan yang sepi maka segera perbaiki keadaan itu dan lihat hasilnya beberapa waktu kemudian.
Sampai kapanpun anda berusaha, anda akan terus menemui halangan dalam dunia wirausaha, semakin sukses anda maka akan semakin berat halangannya, akan tetapi dengan kesabaran dan keseriusan saat menghadapi halangan maka anda akan terus maju sambil mengucapkan keep calm and go ahead….
ADVERTISEMENT









