KEBURUKAN
ada saudara saudara kita sesama muslim yang masih suka berbuat dosa,
keburukan dan maksiat. Ada yang
maksiatnya berat bahkan terus menerus dilakukan. Ada pula maksiat atau
keburukannya ringan dan tak sering dilakukan.
ada. Hawa nafsunya diperturutkan, rayuan
syaithan telah menggelincirkannya dan kemilau dunia telah menggodanya. Rasa takutnya kepada Allah Ta’ala seakan sudah hilang. Pada hal dia memiliki akidah
yang sama dengan kita.
saudara janganlah pernah sekalipun mencela mereka ataupun menghina dan
merendahkannya. Bahkan saudara saudara kita ini patut dikasihani karena telah
menzhalimi dirinya sendiri.
karena mencela adalah termasuk bagian dari menyakiti saudara sendiri. Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda :
وَقِتَالُهُ كُفْرٌ
membunuhnya kekufuran. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim)
melarang perbuatan menyakiti orang lain sebagaimana firman-Nya :
وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا
وَإِثْمًا مُبِينًا
yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya
mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (Q.S al Ahzab 58)
merusak kehormatan seseorang yang Rasulullah telah melarangnya sebagaimana
sabda beliau :
وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ
kehormatan kalian haram atas kalian.. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim)
untuk dilakukan terhadap saudara kita yang berada dalam dosa dan kemaksiatan ?.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan.
INTINYA ADALAH BERBUAT BAIKLAH
KEPADANYA. Sebagai saudara dia berhak mendapat kebaikan dari saudaranya. Rasulullah
salallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
kalian sehingga dia mencintai (kebaikan) untuk saudaranya sebagaimana dia
mencintai (kebaikan itu) untuk dirinya sendiri. (H.R Imam Bukhari dan Imam
Muslim).
dianjurkan dalam hal ini adalah :
menginginkan kebaikan bagi seseorang. Sungguh memberi nasehat kepada seseorang
terkadang bahkan bisa jadi lebih berharga dari memberinya harta.
manusia saling menasehati diantara mereka sehingga menjadi manusia yang
beruntung. Allah Ta’ala berfirman :
الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang orang yang beriman dan
mengerjakan amal shalih SERTA SALING MENASEHATI untuk kebenaran dan SALING
MENASEHATI untuk kesabaran. (Q.S al ‘Asr 2-3).
tolong menolong dalam kebaikan yang diperintahkan Allah Ta’ala dalam firman-Nya
:
عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰى ۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ؕ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
(mengerjakan) kebaikan dan takwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa
dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah sangat berat siksa-Nya.
(Q.S al Maidah 2).
mukmin itu biasa menutupi aib saudaranya dan menasehatinya. Sedangkan orang
fajir (pelaku dosa) biasa membuka aib dan menjelek-jelekkan saudaranya.” (Jaami’ul
Ulum wal Hikam).
baginya.
mendoakan sesama orang beriman adalah kebiasaan para Nabi dan orang orang
shalih Diantaranya sebagaimana firman Allah Ta’ala :
وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي
قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa : Ya Rabb
kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu
dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap
orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, sungguh Engkau Maha Penyantun dan Maha
Penyayang. (Q.S al-Hasyr 10)
mendoakan seseorang memberikan manfaat bagi yang didoakan dan juga bagi
yang mendoakan. Rasulullah bersabda :
لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ، إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: وَلَكَ بِمِثْلٍ
mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan kecuali malaikat
mendoakan orang yang berdoa tersebut dengan kalimat : Kamu juga mendapat
sama sebagaimana doa yang kamu ucapkan.
(H.R Imam Muslim).
melihat saudaranya jatuh kepada keburukan berupa dosa dan maksiat maka
sangatlah dianjurkan untuk : (1) Tidak mencela, menghina ataupun
merendahkannya. (2) Berilah nasehat dengan cara yang bijak. (3) Doakan agar
Allah Ta’ala memberi petunjuk kepadanya
agar dia mampu meninggalkan perbuatan buruknya.
Wallahu A’lam. (1.538)






































