
Ketika mengawali sebuah usaha, terkadang para pengusaha membelanjakan uangnya dengan terlalu semangat. Sehingga tidak heran bila modal awal yang seharusnya bisa ditekan seminimal mungkin, menjadi over budgetkarena Anda membelanjakan beberapa perlengkapan maupun bahan baku yang sebenarnya belum terlalu dibutuhkan pada tahap awal mendirikan usaha.
Kebiasaan para pemula yang terlalu gegabah dalam berhutang, terkadang menjadi sebuah pilihan yang kurang tepat manakala bisnis yang direncanakannya belum bisa berjalan dengan lancar. Sebab, mengandalkan pinjaman bank/ lembaga keuangan lainnya dalam memulai usaha baru, hanya akan memberikan tambahan beban bagi Anda yang belum mendapatkan omset secara pasti. Akan lebih bijak apabila Anda mengajukan pinjaman (berhutang) ketika bisnis Anda mulai berjalan dengan lancar dan mulai tertarik berekspansi untuk meningkatkan kapasitas produksi.
Meskipun bisnis yang Anda rintis masih terbilang sangat kecil, namun usahakan untuk selalu menjalankannya dengan penuh tanggung jawab dan profesional dalam mengatur usaha. Pisahkan semua urusan pribadi Anda dengan urusan bisnis, dan kerjakan tugas utama Anda sebagai pengusaha layaknya Anda sedang memimpin sebuah perusahaan besar. Mulailah dengan memisahkan keuangan usaha dengan uang pribadi, memisahkan ruang kerja dengan ruang keluarga, dan pastikan Anda selalu bijak dalam membagi waktu kerja dan waktu untuk keluarga.
Dalam merintis sebuah usaha, kebanyakan pengusaha lebih fokus memproduksi produk sebanyak-banyaknya ketimbang memikirkan strategi pemasaran yang akan mereka jalankan. Kondisi inilah yang membuat sebagian besar pengusaha mengalami kesulitan dalam memasarkan produk-produknya. Sehingga tidak jarang kita menemukan pelaku UKM yang masih terus berproduksi, namun penjualan produk belum berkembang dengan optimal.
Pada dasarnya banyak pengusaha yang ingin mengembangkan sayap bisnisnya dalam waktu yang relatif singkat. Namun sayangnya, sebagian pelaku usaha cenderung tergesa-gesa dalam berekspansi dan belum membentengi bisnisnya dengan manajemen perusahaan yang benar-benar matang. Kondisi inilah yang akhirnya bisa memancing beberapa permasalahan baru, sehingga tidak heran bila banyak pelaku usaha yang belakangan ini gagal mempertahankan kerajaan bisnisnya karena mereka belum siap dengan resiko usaha yang menghadang di depan mereka.
Sumber : bisnisukm.com































