Sebagai
seorang calon entrepreneur, kita perlu memahami berbagai bentuk
kepemilikan usaha. Mengapa? Karena dengan memahami seluk beluk
kepemilikan usaha ini, kita bisa lebih mudah menentukan langkah apa yang
harus diambil kelak saat harus mengantongi perizinan usaha. Di samping
itu, kita akan mendapatkan gambaran umum mengenai berbagai jenis biaya
yang harus dipikul, serta kesinambungan jalannya bisnis dalam jangka
panjang. Bentuk kepemilikan usaha ini sangat krusial sehingga
kita sebaiknya tidak ceroboh dalam memilihnya. Mendasarkan pilihan pada
bentuk usaha yang lebih lazim dijumpai atau kemudahan dalam mendirikan
adalah beberapa di antara banyak kekurangcermatan yang harus kita
hindari. Seperti dikutip dari “Pengantar Entrepreneurship” oleh
Serian Wijatno terdapat beberapa bentuk kepemilikan usaha yang dikenal
di tanah
Air, yaitu perusahaan perseorangan, yayasan, koperasi, CV, PT, dan
firma. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa kita terapkan dalam
memilah bentuk kepemilikan usaha. Pertimbangan pajakLakukan
penelitian yang mendalam tentang konsekuensi pajak dari masing-masing
bentuk usaha. Tiap bentuk kepemilikan usaha mempunyai tata cara
pembayaran pajak yang berbeda pula. Aturan-aturan perpajakan yang
berbeda-beda inilah yang harus Anda pahami terlebih dahulu. Setelah itu
pertimbangkan plus minusnya. Ukur kapabiltas dalam tunaikan kewajibanBeberapa
bentuk kepemilikan memberikan perlindungan terhadap harta pribadi dalam
menyelesaikan kewajiban yang berkaitan dengan usaha. Entrepreneur harus
memutuskan sejauh mana mereka mau bertanggung jawab atas kewajiban
perusahaannya. Hitung jumlah modal awal dan masa depanSetiap
bentuk kepemilikan usaha mempunyai kemampuan yang berbeda dalam
memperoleh modal usaha. Entrepreneur harus memutuskan bentuk
kepemilikan karena akan mempengaruhi arah perkembangan usaha. Tentukan pengendalianBentuk
kepemilikan usaha tertentu memberikan wewenang kepada pihak lain untuk
menjalankan usaha. Entrepreneur harus memutuskan sejak awal seberapa
banyak kewenangan yang bisa ia limpahkan kepada pihak lain. Ukur kemampuan manajerialEntrepreneur
harus dapat mengukur kemampuan dalam menjalankan bisnis. Jika untuk
menutup kekurangan yang ada karena minimnya pengalaman dengan mengajak
pihak lain untuk bergabung, entrepreneur harus memutuskan bentuk
kepemilikan yang dapat memfasilitasi keinginan tersebut. Tentukan tujuan bisnisSeorang
entrepreneur yang baik harus dapat memprediksi perkembangan keuntungan
bisnis di masa datang. Bentuk kepemilikan dapat mempengaruhi jalannya
perusahaan dalam pencapaian tujuan. Perpindahan bentuk kepemilikan ke
bentuk yang lain di tengah jalan akan menimbulkan kerumitan dan biaya
tinggi. Rencanakan pengantian manajemenEntrepreneur
memiliki rencana untuk perkembangan perusahaan di masa datang termasuk
masalah pergantian kepemimpinan. Beberapa bentuk kepemilikan memberikan
kemudahan bagi entrepreneur untuk melakukan peralihan manajemen dengan
mulus. Biaya pembentukanEntrepreneur harus mempertimbangkan biaya dan manfaat dari bentuk kepemilikan yang dipilihnya. (*/AS) |