PELUANG BISNIS FURNITUR DAPUR
Menata laba dari desain ruang dapur
Oleh Eka Saputra, Fahriyadi, Noverius Laoli – Selasa, 24 April 2012 | 11:58 WIB

Dapur merupakan bagian dari keindahan
rumah. Tak heran jika ruangan ini mendapat perhatian khusus dari sang
pemilik rumah. Sering pemilik rumah rela merogoh kocek hingga puluhan
juta untuk dapur yang nyaman.
Keinginan punya dapur yang cantik
dan nyaman yang menyebabkan bisnis desain dan pembangunan pernak-pernik
dapur alias kitchen set tetap marak. Maka itu, pebisnis kitchen set ini harus kreatif untuk menuangkan ide pemilik rumah, ataupun memberikan solusi soal desain dapur bagi mereka.
Seperti
yang dilakukan Aluysia, pemilik VEA Kitchen Set yang berbasis di
Malang, Jawa Timur. Ia bilang, di bisnis ini, pelaku usaha harus
memahami ketentuan aerodinamis penataan dapur. Mulai dari menata
kabinet, dan lemari penyimpan, juga tata letak sejumlah perabotan yang
ada di dapur. “Misalnya kulkas dan kompor jangan terlalu jauh karena
fungsinya saling mendukung,” katanya.
Selain itu, penataan dapur
pun harus menyesuaikan dengan letaknya. Maklum, kini dapur tidak melulu
berada di bagian belakang rumah. Bisa juga dapur terletak di tengah
rumah agar pemilih bisa gampang menjamu tamu-tamu mereka.
Aluysia
yang menggeluti bisnis kitchen set sejak 2008, kini lebih fokus dengan
desain dapur minimalis. Ia menawarkan paket desain, produksi kabinet,
dan pemasangan. Adapun bahan yang ia gunakan berasal dari plywood atau multipleks. “Plywood
ini perawatannya lebih mudah, tahan gores, panas, dan air,” terangnya.
Plywood pun menyediakan ragam pilihan corak, mulai dari corak kayu
halus, kayu bertekstur, bunga, hingga motif-motif logam.
Desain kitchen set berbahan dasar plywood
ini lebih murah dan bisa diterima pasar. Ia pun mematok biaya untuk
satu kali proyek berdasarkan luas area. Untuk dapur berukuran 2-9 meter
persegi, ia mematok harga Rp 9 juta hingga Rp 21 juta. Tiap satu
proyek, bisa ia garap dalam waktu tiga pekan sampai sebulan.
Kini, pesanan yang ia tangani terus membanjir. Kalau di tahun awal cuma sekitar satu paket desain dapur plus kitchen set per bulan, kini bisa mencapai enam paket dalam kurun satu bulan.
Butuh kreativitas
Nova
Aryanto, pemilik Rumah Desain 2000 memilih konsumen premium untuk jasa
desain dapur dan kitchen set. Awalnya, ia memulai usaha dengan desain
rumah, tapi sejak 2009 silam ia lebih fokus ke desain dapur kitchen set saja. Berdasarkan pengalaman dia, pembangunan rumah modern bisanya menyerahkan detail seperti kitchen set kepada ahlinya. “Agar hasilnya maksimal, penataannya diberikan pada orang yang mengerti soal interior dapur,” terang Nova.
Untuk
bisa mendesain dapur cantik, Nova memperkirakan ukuran ruang minimal
3×4 meter. “Kurang dari itu, ide yang bagus sukar diimplementasikan,”
jelasnya.
Kini, dalam sebulan, ia paling tidak menerima dua
sampai tiga proyek dengan nilai per meter per segi sebesar Rp 1,5
juta-Rp 2,5 juta. Nova juga menawarkan perabotan yang sesuai dengan
konsep yang dibangun namun dengan kualitas standar. Rata-rata dalam
sebulan omzet Nova sekitar Rp 15 juta dengan margin sekitar 50%.
Lain
halnya dengan Jeki Casiro Kuncoro (36 tahun). Pemilik PT Sun Arta
Pantaran ini memasang banderol harga desain dapur mulai Rp 1,7 juta – Rp
4 juta per proyek. Maklum. ia memang menyasar masyarakat berpenghasilan
menengah bawah. Meski begitu, rata-rata order per bulan bisa 10 – 15
proyek. Hanya, ia enggan membuka berapa omzet usahanya tiap bulan.
Bagi dia, kalau konsumen meminta bahan kitchen set yang bagus, margin yang didapat pun bisa lumayan.
Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/news/menata-laba-dari-desain-ruang-dapur/?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter
























