ADVERTISEMENT

Ada begitu banyak anak muda Indonesia yang sukses dengan
entrepreneurship. Alvia Al-Hadi merupakan salah satu di antara banyak anak muda
tersebut yang menjadi salah satu pusat perhatian publik dalam event megah
Wirausaha Mandiri 2011. Pemuda 21 tahun ini tengah naik daun berkat usahanya
mengolah tanaman keladi tikus. Tanaman bernama Latin, Typhonium Flagelliforme
yang banyak diteliti dan dibuktikan secara ilmiah dapat memerangi pertumbuhan
sel-sel kanker.
Adapun ciri-ciri tanaman keladi tikus ialah golongan rerumputan, menyerupai
talas. Keladi tikus juga cenderung tumbuh berumpun. Tanaman keladi tikus yang
baru tumbuh memiliki daun yang biasanya berbentuk bulat sedikit lonjong. Keladi
tikus yang sudah tua daunnya hijau halus berujung runcing menyerupai anak
panah.
Adi-begitu pemuda ini disapa- ialah seorang mahasiswa Politeknik Negeri
Pontianak yang semula belum mengetahui khasiat medis keladi tikus. Minatnya
kepada tanaman sejenis talas tersebut berawal dari rasa ingin tahunya setelah
mendengar dari temannya bahwa tanaman ini menjadi fokus penelitian pengobatan
kanker beberapa ilmuwan. Salah satu negara asal ilmuwan yang pernah meneliti
khasiat anti kanker keladi tikus ini ialah Malaysia. Seorang warga Indonesia
bernama Drs. Patoppoi Pasau diketahui telah mengadakan penelitian tentang
keladi tikus yang pertama (1995) dan hasilnya mampu membantu banyak penderita
kanker untuk bertahan hidup.
Begitu mengetahui khasiat keladi tikus yang dahsyat, Adi tak ragu untuk
menjadikannya sebagai sebuah peluang bisnis emas. Bekerjasama dengan UKM yang
menghasilkan obat-obatan berbahan dasar tanaman berkhasiat tersebut, Adi
membudidayakan keladi tikus. Perguruan tinggi tempat Adi menuntut ilmu pun
seolah tak mau berpangku tangan membiarkan mahasiswa kreatifnya ini berusaha
sendiri. Politeknik Negeri Pontianak memberikan Adi bimbingan dan bantuan
keuangan yang memungkinkan usaha skala kecil tersebut dapat berkembang lebih
besar.
Perjalanan Adi mengeksplorasi dunia bisnis keladi tikus cukup berliku-liku. Ia
harus menemukan cara yang aman dan sehat untuk mengkonsumsi keladi tikus. Ia
pun harus berjuang menemukan beberapa mitra untuk usaha produksi dan pengemasan
keladi tikus menjadi bentuk kapsul.
Usaha distribusi menjadi fokus berikutnya setelah usaha produksinya cukup
mapan. Adi bekerja keras mendapatkan penyalur kapsul-kapsul keladi tikus
produksinya ke pasar yang seluas-luasnya. Berkat kegigihannya, produk keladi
tikus buatannya telah menembus seuruh provinsi di tanah air.
Alvia Al-Hadi menjadi salah satu teladan bagi generasi muda kita untuk sedapat
mungkin mengolah potensi alam yang melimpah ruah. Dengan usahanya tersebut, Adi
tak hanya memenuhi kebutuhan finansialnya sendiri sebagai seorang mahasiswa
secara Mandiri tetapi juga mendapat peluang untuk membuktikan bahwa anak muda
meski masih minim pengalaman dan pengetahuan yang bisa menekuni bahkan mencetak
prestasi di dunia entrepreneurship sejak dini.
entrepreneurship. Alvia Al-Hadi merupakan salah satu di antara banyak anak muda
tersebut yang menjadi salah satu pusat perhatian publik dalam event megah
Wirausaha Mandiri 2011. Pemuda 21 tahun ini tengah naik daun berkat usahanya
mengolah tanaman keladi tikus. Tanaman bernama Latin, Typhonium Flagelliforme
yang banyak diteliti dan dibuktikan secara ilmiah dapat memerangi pertumbuhan
sel-sel kanker.
Adapun ciri-ciri tanaman keladi tikus ialah golongan rerumputan, menyerupai
talas. Keladi tikus juga cenderung tumbuh berumpun. Tanaman keladi tikus yang
baru tumbuh memiliki daun yang biasanya berbentuk bulat sedikit lonjong. Keladi
tikus yang sudah tua daunnya hijau halus berujung runcing menyerupai anak
panah.
Adi-begitu pemuda ini disapa- ialah seorang mahasiswa Politeknik Negeri
Pontianak yang semula belum mengetahui khasiat medis keladi tikus. Minatnya
kepada tanaman sejenis talas tersebut berawal dari rasa ingin tahunya setelah
mendengar dari temannya bahwa tanaman ini menjadi fokus penelitian pengobatan
kanker beberapa ilmuwan. Salah satu negara asal ilmuwan yang pernah meneliti
khasiat anti kanker keladi tikus ini ialah Malaysia. Seorang warga Indonesia
bernama Drs. Patoppoi Pasau diketahui telah mengadakan penelitian tentang
keladi tikus yang pertama (1995) dan hasilnya mampu membantu banyak penderita
kanker untuk bertahan hidup.
Begitu mengetahui khasiat keladi tikus yang dahsyat, Adi tak ragu untuk
menjadikannya sebagai sebuah peluang bisnis emas. Bekerjasama dengan UKM yang
menghasilkan obat-obatan berbahan dasar tanaman berkhasiat tersebut, Adi
membudidayakan keladi tikus. Perguruan tinggi tempat Adi menuntut ilmu pun
seolah tak mau berpangku tangan membiarkan mahasiswa kreatifnya ini berusaha
sendiri. Politeknik Negeri Pontianak memberikan Adi bimbingan dan bantuan
keuangan yang memungkinkan usaha skala kecil tersebut dapat berkembang lebih
besar.
Perjalanan Adi mengeksplorasi dunia bisnis keladi tikus cukup berliku-liku. Ia
harus menemukan cara yang aman dan sehat untuk mengkonsumsi keladi tikus. Ia
pun harus berjuang menemukan beberapa mitra untuk usaha produksi dan pengemasan
keladi tikus menjadi bentuk kapsul.
Usaha distribusi menjadi fokus berikutnya setelah usaha produksinya cukup
mapan. Adi bekerja keras mendapatkan penyalur kapsul-kapsul keladi tikus
produksinya ke pasar yang seluas-luasnya. Berkat kegigihannya, produk keladi
tikus buatannya telah menembus seuruh provinsi di tanah air.
Alvia Al-Hadi menjadi salah satu teladan bagi generasi muda kita untuk sedapat
mungkin mengolah potensi alam yang melimpah ruah. Dengan usahanya tersebut, Adi
tak hanya memenuhi kebutuhan finansialnya sendiri sebagai seorang mahasiswa
secara Mandiri tetapi juga mendapat peluang untuk membuktikan bahwa anak muda
meski masih minim pengalaman dan pengetahuan yang bisa menekuni bahkan mencetak
prestasi di dunia entrepreneurship sejak dini.
Sumber : okezone.com
























