dalam syariat Islam. Imam adz Dzahabi, dalam Kitab al Kaba-ir memasukkan
perbuatan bohong sebagai salah satu dosa besar. Ketahuilah bahwa dosa hanya bisa dihapus dengan betu
betul bertaubat atau taubat nashuha.
berkeluarga, bermasyarakat bahkan bernegara. Bayangkan bagaimana buruk dan
susahnya kehidupan suatu keluarga kalau suami selalu berbohong kepada istri,
istripun demikian. Ibu berbohong kepada anak anaknya. Anak anak berbohong pula
kepada orang tua dan saudara saudaranya. Kalau sudah begini apakah kehidupan
tidak kacau balau ?.
pemimpin membohongi orang orang yang
dipimpinnya. Apalagi berbohongnya sangat sering dan dalam banyak hal. Oleh
karena itu Rasulullah Salallahu ‘alaihi
wasallam menyebutkan secara khusus BAHWA ANCAMAN UNTUK PEMIMPIN YANG BEBOHONG
SANGATLAH BERAT yaitu diterlantarkan Allah di akhirat dan diberi adzab yang
pedih.
dari Abu Hurairah radiyallahu anhu
menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda :
اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلاَ يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ
وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ شَيْخٌ زَانٍ وَمَلِكٌ كَذَّابٌ وَعَائِلٌ مُسْتَكْبِرٌ
kelak. (Dia) tidak sudi memandang muka mereka, (Dia) tidak akan membersihkan
mereka daripada dosa (dan noda). Dan bagi mereka disiapkan siksa yang sangat
pedih. (Mereka ialah ): Orang tua yang berzina, PENGUASA YANG SUKA BERBOHONG
dan orang miskin yang takabur.” (H.R Imam Muslim).
bahwa ada bentuk kebohongan yang TAK TERASA oleh seseorang bahwa dia telah
berbohong. Lalu dianggap remeh dan terus dilakukan tanpa beban. Diantaranya
adalah :
Ketika seseorang membicarakan semua yang didengarnya.
‘Ashim, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam, beliau bersabda :
يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ
jika ia menceritakan segala apa yang ia dengar. (H.R Imam Muslim).
informasi atau mendapat satu tulisan lalu disampaikan kepada orang lain pada
hal informasi itu belum tentu benar. Terkadang dengan ringannya dia mengatakan
: Saya kan menyampaikan apa yang saya dengar dan yang saya baca. Dalam hal ini,
jika berita itu bohong atau semacam hoax maka yang menyampaikan atau
mengedarkannya TIDAK TERBEBAS DARI PERBUATAN BOHONG.
membuat orang tertawa
pemahaman yang baik kepada kita bahwa bercanda dengan sesuatu yang tidak benar
atau dibumbui dengan kebohongan adalah terlarang dalam syariat Islam.
Hurairah, Para sahabat berkata : Wahai Rasulullah ! Sesungguhnya engkau
mencandai kami. Beliau bersabda :
أَقُولُ إِلا حَقًّا
tetapi) aku tidak mengucapkan (dalam bercanda) sesuatu kecuali yang benar. (H.R at Tirmidzi, hadits Hasan Shahih)
Bahz bin Hakim, ia berkata bahwa ayahnya, Hakim telah menceritakan bahwa ia
pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ
berbicara lantas berdusta hanya karena ingin membuat suatu kaum tertawa.
Celakalah dia, celakalah dia. (H.R Abu
Dawud dan at Tirmidzi).
ancaman berat yaitu celaka bagi
orang yang berbicara dusta, yaitu diantaranya dengan membuat dan menyampaikan
cerita bohong untuk membuat orang tertawa. Nabi mengulangi perkataan CELAKA
DIA, SAMPAI DUA KALI.
sebagian orang, bercanda dengan perkataan atau cerita cerita bohong dianggap kebohongan
yang remeh saja pada hal mereka tak akan
terbebas dari keburukan berkata bohong.
bercanda ini sepertinya merasa enjoy saja karena mereka menganggap ini adalah
suatu yang remeh dan biasa pada hal itu termasuk perbuatan bohong yang diharamkan dalam syariat
Islam.
perbuatan bohong yang dianggap remeh ini karena terkadang tak berasa bahwa
seseorang telah berbohong. Memang terkadang seseorang tak berasa berbuat bohong
tapi adzab-Nya pasti terasa. Na’udzubillah.
A’lam. (1.492)





































