mencintai Allah Ta’ala. Dan diantara tanda atau bukti mencintai Allah Ta’ala
adalah dengan mengikuti Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam. Allah Ta’ala
berfirman :
كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ
لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa
dosamu. Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang. (Q.S Ali Imran 31).
ADALAH MENDAPAT KECINTAAN ALLAH atau dengan kata lain dicintai Allah Ta’ala. Sungguh
sangatlah banyak orang yang dicintai Allah Ta’ala, diantaranya adalah :
مِنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا
أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا ۗ وَاللَّهُ
يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
didampingi sejumlah besar dari (pengikut) nya yang bertakwa. Mereka tidak
(menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah
semangat dan tidak (pula) menyerah kepada musuh. DAN ALLAH MENCINTAI ORANG
ORANG YANG BERSABAR. (Q.S Ali Imran 146).
agar selalu memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya. Allah berfirman :
تُفْلِحُونَ
orang orang yang beriman, agar kamu beruntung. (Q.S an Nuur 31).
sebagaimana firman-Nya :
dan orang yang mensucikan diri. (Q.S al Baqarah 222)
berlaku adil sebagaimana firman-Nya :
شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ
sebagai penegak keadilan karena Allah. (ketika) Menjadi saksi dengan adil. (Q.S
al Maidah 8).
Allah berfirman :
YANG ADIL. (Q.S al Maidah 42)
KEBAIKAN. (Q.S al Maidah 134)
hamba hamba yang mendapat kecintaan Allah Ta’ala. Mereka mendapat kebaikan yang
banyak, diantaranya adalah :
diterima ditengah penduduk bumi
dia akan dicintai penduduk langit dan diterima di tengah penduduk bumi.
Disebutkan dalam ash Shahihah :
جِبْرِيلَ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحْبِبْهُ فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ
فَيُنَادِي جِبْرِيلُ فِي أَهْلِ السَّمَاءِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا
فَأَحِبُّوهُ فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِي
الْأَرْضِ
menyeru, sesungguhnya Allah mencintai fulan maka cintailah ia. Lalu Jibril
mencintainya. Kemudian Jibril menyeru penghuni langit, sesungguhnya Allah
mencintai fulan maka cintailah ia oleh kalian. Lalu penghuni langit
mencintainya. Kemudian diberikan padanya penerimaan di bumi. (H.R Imam Bukhari dan ImamMuslim dari Abu Hurairah,
lafadz ini milik al Bukhari).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :
“Sesungguhnya Allah Ta’ala apabila mencintai seorang hamba, Dia menyeru
Jibril seraya berfirman: Sesungguhnya Aku mencintai fulan maka cintailah ia.
Lalu Jibril pun mencintainya. Kemudian Jibril menyeru di langit seraya berkata:
Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah ia. Maka penduduk langit
mencintainya. Kemudian dijadikan untuknya penerimaan di bumi. Sebaliknya,
apabila Allah membenci seorang hamba, maka Dia menyeru Jibril seraya berfirman:
Sesungguhnya Aku membenci fulan maka bencilah ia. Maka JIbril membencinya. Lalu
Jibril menyeru pada penduduk langit: Sesungguhnya Allah membenci fulan, maka
bencilah ia. Lalu penduduk langit membencinya. Kemudian diletakkan untuknya
kebencian padanya di bumi”
langkahnya dibimbing oleh Allah Ta’ala.
hadits diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda :
أُخْرَى فَأَرْصَدَ اللَّهُ لَهُ عَلَى مَدْرَجَتِهِ مَلَكًا فَلَمَّا أَتَى
عَلَيْهِ قَالَ أَيْنَ تُرِيدُ قَالَ أُرِيدُ أَخًا لِى فِى هَذِهِ الْقَرْيَةِ.
قَالَ هَلْ لَكَ عَلَيْهِ مِنْ نِعْمَةٍ تَرُبُّهَا قَالَ لاَ غَيْرَ أَنِّى
أَحْبَبْتُهُ فِى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ. قَالَ فَإِنِّى رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكَ
بِأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّكَ كَمَا أَحْبَبْتَهُ فِيهِ
lain. Allah lalu mengutus malaikat untuknya di jalan yang akan ia lalui.
Malaikat itu pun berjumpa dengannya seraya bertanya : ‘Ke mana engkau akan
pergi ?. Dia menjawab : Aku ingin mengunjungi saudaraku di kota ini ?. Malaikat
itu bertanya kembali : Apakah ada suatu
nikmat yang terkumpul untukmu karena sebab dia ?. Dia menjawab : Tidak, aku
hanya mencintai dia karena Allah ‘azza wa jalla. Malaikat itu berkata : Sesungguhnya
aku adalah utusan Allah untukmu. Allah sungguh mencintaimu karena kecintaan
engkau padanya.” (H.R Imam Muslim no. 2567).
mendapatkan kecintaan Allah karena Allah akan memberi jika dia meminta dan
Allah membimbing pendengaran, penglihatan dan semua gerak langkahnya. Dalam satu
hadits qudsi disebutkan :
Aku mencintainya maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar,
menjadi penglihatannya, yang dengannya dia melihat, menjadi tangannya yang
dengannya dia memukul dan menjadi kakinya yang dengannya dia melangkah.
kepada-Ku maka Aku memberinya. Dan jika dia memohon perlindungan kepada-Ku maka
Aku akan melindunginya”. (H.R Imam Bukhari).
mengatakan : Kecintaan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hamba-Nya merupakan kehendak-Nya untuk
memberikan kebaikan, petunjuk, kenikmatan, dan rahmat kepadanya.
secara keseluruhan mencakup dua segi. (1)
Permohonan ampunan dan doa untuknya dari Malaikat. (2) Bahwa kecintaanya
terhadapnya seperti layaknya kecintaan yang ada di antara sekalian manusia,
yaitu berupa kecenderungan hati kepadanya dan kerinduan mereka bertemu
dengannya. Kecintaan mereka itu disebabkan oleh karena dia senantiasa taat
kepada Allah. (Fiqih Wanita, Syaikh Kamil Muhammad).
diperoleh hamba hamba yang telah mendapat kecintaan Allah Ta’ala. Insya ada
manfaatnya bagi kita semua.







































