DIANJURKAN
berfirman :
ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah
kepada Allah agar kamu mendapat rahmat. (Q.S al Hujurat 10).
mengharuskan orang orang mencintai saudaranya sebagaimana mereka mencintai diri
mereka sendiri serta tidak menyukai apapun yang mengenainya sebagaimana diri
mereka sendiri tidak suka terkena hal itu. (Ini sebagaimana disebutkan dalam
Shahih Muslim no. 1728). Lihat Tafsir Taisir Karimir Rahman.
haruslah diwujudkan dalam bentuk saling
mencintai karena Allah. Al Marrudzi berkata : Ketika dikatakan
kepada Abu Abdullah Ahmad bin Hambal, apa itu mencintai karena Allah ?. Dia
menjawab : ENGKAU TIDAK MENCINTAINYA KARENA AMBISI TERHADAP DUNIANYA.
(Lihat Thabaqat al Hanabilah).
orang orang yang saling mencintai karena Allah Ta’ala, diantaranya :
Kiamat.
sebagaimana disabdakan Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa Sallam :
إن الله يقول يوم القيامة: أين المتحابون بجلالي اليوم
أظلهم في ظلي يوم لا طل إلا طلي.
Allah akan bertanya nanti pada hari Kiamat : Dimanakah orang-orang yang saling
mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan menaungi mereka di bawah
naungan-Ku yang tiada yang tiada naungan kecuali naungan-Ku. (H.R Imam Ahmad
dan al Hakim).
mencintai karena Allah adalah mendapat
mimbar yang terbuat dari cahaya sehingga orang orang iri kepada mereka. Dalam
satu hadits qudsi disebutkan :
وَجَلَّ: اَلْمُتَحَابُّوْنَ فِيْ جَلاَلِي، لَهُمْ مَنَابِرُ مِنْ نُوْرٍ،
يَغْبَطُهُمْ النَّبِيُّوْنَ وَالشُّهَدَاءُ
yang saling mencintai karena keagungan-Ku, mereka akan mendapatkan
mimbar-mimbar dari cahaya. Para Nabi dan syuhada pun tertarik oleh mereka. (H.R
at Tirmidzi)
hamba Allah yang saling mencintai karena Allah adalah merasakan manisnya
iman.
عليه وسلم – قَالَ ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ أَنْ
يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا ، وَأَنْ يُحِبَّ
الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى
الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ
Sallam, beliau bersabda : Tiga hal, barangsiapa memilikinya maka ia akan
merasakan manisnya iman. (yaitu) menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai
dari selainnya, mencintai seseorang semata-mata karena Allah, dan benci
kembali kepada kekufuran sebagaimana bencinya ia jika dilempar ke dalam api
neraka. (Mutafaq ‘alaihi).
mencintai karena Allah Ta’ala. Mereka mendapat kecintaan Allah Ta’ala. Tentu
kecintaan Allah Ta’ala sangatlah didambakan oleh setiap orang beriman. Dan
alangkah bahagianya mereka.
bersabda :
أُخْرَى فَأَرْصَدَ اللَّهُ لَهُ عَلَى مَدْرَجَتِهِ مَلَكًا فَلَمَّا أَتَى
عَلَيْهِ قَالَ أَيْنَ تُرِيدُ قَالَ أُرِيدُ أَخًا لِى فِى هَذِهِ الْقَرْيَةِ.
قَالَ هَلْ لَكَ عَلَيْهِ مِنْ نِعْمَةٍ تَرُبُّهَا قَالَ لاَ غَيْرَ أَنِّى
أَحْبَبْتُهُ فِى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ. قَالَ فَإِنِّى رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكَ
بِأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّكَ كَمَا أَحْبَبْتَهُ فِيهِ
ingin mengunjungi saudaranya di kota lain. Allah lalu mengutus malaikat
untuknya di jalan yang akan ia lalui. Malaikat itu pun berjumpa dengannya
seraya bertanya : ‘Ke mana engkau akan pergi ?. Dia menjawab : Aku ingin
mengunjungi saudaraku di kota ini ?. Malaikat itu bertanya kembali : Apakah ada suatu nikmat yang terkumpul
untukmu karena sebab dia ?. Dia menjawab : Tidak, aku hanya mencintai dia
karena Allah ‘azza wa jalla. Malaikat itu berkata : Sesungguhnya aku adalah
utusan Allah untukmu. Allah sungguh mencintaimu karena kecintaan engkau
padanya.” (H.R Imam Muslim no. 2567).
mencintai karena Allah. Sekiranya tak ada manfaat lain maka keutamaan yang
disebutkan dalam hadits riwayat Imam Muslim diatas sudah lebih dari cukup.
Sungguh orang orang yang mendapatkan kecintaan Allah adalah orang orang yang
beruntung, diantaranya adalah :
meminta.
Dalam satu hadits qudsi disebutkan :
aku mencintainya maka aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar,
menjadi penglihatannya, yang dengannya dia melihat, menjadi tangannya yang
dengannya dia memukul dan menjadi kakinya yang dengannya dia melangkah.
memberinya. Dan jika dia memohon perlindungan kepada-Ku maka Aku akan
melindunginya”. (H.R Imam Bukhari).
adalah ia akan dicintai dan diterima di tengah penduduk langit dan penduduk bumi. Dari Abu
Hurairah, Rasulullah bersabda :
أَحَبَّ اللَّهُ الْعَبْدَ نَادَى جِبْرِيلَ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا
فَأَحْبِبْهُ فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ فَيُنَادِي جِبْرِيلُ فِي أَهْلِ السَّمَاءِ
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبُّوهُ فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ
يُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِي الْأَرْضِ
menyeru, sesungguhnya Allah mencintai fulan maka cintailah ia. Lalu Jibril
mencintainya. Kemudian Jibril menyeru penghuni langit, sesungguhnya Allah
mencintai fulan maka cintailah ia oleh kalian. Lalu penghuni langit
mencintainya. Kemudian diberikan padanya penerimaan di bumi. (H.R Imam Bukhari
dan Imam Muslim, lafadz ini milik Imam Bukhari).
mereka saling mencintai karena Allah Ta’ala. Insya Allah ada manfaatnya bagi
kita semua. Allahu A’lam. (1.299)







































