Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Berita

Zat Pewarna dari Daun Indigofera

Top Bisnis by Top Bisnis
07.09.2011
Reading Time: 3 mins read
0
ADVERTISEMENT
Zat Pewarna dari Daun Indigofera
Kamis, 26 Agustus 2010 13:34
Selama ini, tanaman Indigofera yang biasa tumbuh di tanah berpasir dan lahan kritis tidak dimanfaatkan. Padahal, jika bisa mengolahnya, tanaman ini bisa bernilai jual tinggi. Misalnya, tanaman yang memiliki daun berwarna hijau tua dan berbentuk oval ini bisa diolah menjadi pewarna kain batik dan kain tekstil lainnya.

Shinta Pertiwi, mahasiswi Strata 2 (S-2) Jurusan Teknik Kimia Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, bersama dua rekannya berhasil mengolah daun Indigofera menjadi zat pewarna kain tekstil khusus berwarna biru. “Kami sudah memperkenalkannya sejak tahun lalu. Dan tahun ini akan mulai kami komersialkan,” kata Shinta.

RELATED POSTS

Polisi Periksa Pelapor Timothy Ronald Terkait Dugaan Penipuan Kripto Besok

Influencer Timothy Ronald Dilaporkan ke Polisi Dugaan Penipuan Trading

Prabowo Bersyukur Indonesia Tetap Damai di Tengah Gejolak Dunia

Menurut dia, kendati saat ini belum dijual secara komersial, peminat zat pewarna olahannya cukup banyak. Tidak hanya pembeli lokal, peminatnya juga ada yang dari luar negeri. Di antaranya Jepang dan Korea. “Saat ini pembeli dari Jepang minta antara 200 kilogram (kg) sampai 300 kg,” ujar perempuan 26 tahun ini.

Sayangnya, lanjut Shinta, mereka baru bisa memproduksi maksimal 100 kg per bulan. Penyebabnya, keterbatasan sumber daya. Dengan demikian, sampai saat ini Shinta belum mampu memenuhi semua permintaan yang datang. Termasuk, permintaan pembeli dari Jepang dan Korea.

Shinta dan teman-temannya menjual pewarna yang diberi nama Gama Indigo Natural Dye tersebut dengan harga Rp 700.000 per kg. Dus, dengan harga jual sebesar ini, dalam sebulan tiga sekawan itu meraup omzet Rp 70 juta.

Melihat besarnya potensi pendapatan dan pesanan, di akhir tahun ini, Shinta berencana meningkatkan produksinya minimal dua kali lipat dari kapasitas saat ini. “Kami sudah dapat pabrik yang mau memproduksinya. Minimal nanti produksinya bisa bertambah menjadi 200 kg,” katanya. Pabrik itu sendiri memiliki kapasitas produksi hingga 6,5 ton per tahun.

ADVERTISEMENT

Mengenai pasokan bahan baku tanaman Indigofera, Shinta sudah memiliki pemasok langganan, yang memiliki area penanaman seluas 9 hektare. Terdiri atas tiga hektare di Bantul, Yogyakarta, dan enam hektare di Brebes. “Bisnis zat pewarna alami ini juga bisa mendatangkan peluang usaha baru bagi petani yang mau menanam pohon Indigofera di lahan tidak terpakai,” imbuhnya.

Untuk membuat 1 kg serbuk zat pewarna Gama Indigo dibutuhkan sekitar 250 kg daun Indogofera. Otomatis, jika ingin memproduksi secara besar-besaran, dibutuhkan banyak pasokan daun Indigofera.

Kendati butuh pasokan bahan baku yang banyak, hasil yang didapat dari zat pewarna ini memuaskan. Sebanyak 25 gram serbuk Gama Indigo bisa digunakan mewarnai dua lembar kain batik berukuran standar 3×1,5 meter.

Shinta tidak menampik, banyaknya pasokan bahan baku yang dibutuhkan turut mempengaruhi mahalnya harga jual zat pewarna buatannya. Ini jika dibandingkan dengan zat pewarna kimia yang banyak beredar di pasaran seharga Rp 60.000 per kg. Tapi, dia menyakini bahwa dari sisi kualitas, warna alami Gama Indigo tergolong lebih lembut dan tahan lama.

Yang tak kalah penting, zat pewarna ini lebih aman digunakan dan tidak menghasilkan limbah ketika melakukan proses pewarnaan pada kain. Karena terbuat dari bahan alami.

Berbeda dengan zat pewarna kimia yang dapat mencemari lingkungan dan menimbulkan berbagai penyakit kulit, seperti kanker kulit. “Karena menggunakan zat pewarna kimia, produk batik kami juga sulit diekspor ke Eropa,” kata Shinta.

Asal tahu saja, ada sejumlah tahapan yang dilakukan Shinta dan rekan-rekannya dalam memproduksi zat pewarna Gama Indigo.

Pertama, mereka memilih daun Indigofera berumur 5-6 bulan atau yang sudah dianggap tua. Salah satu ciri yang menandakan daun Indigofera sudah tua biasanya berwarna hijau kebiruan dengan biji berwarna cokelat kehitaman. Setelah itu, daun direndam di dalam bak selama beberapa waktu hingga daun menjadi layu.

Selanjutnya, ada delapan tahapan proses yang memakan waktu sekitar 18 jam. Di antaranya, proses hidrolisis, yaitu penguraian zat warna glukosa indikan sampai proses oksidasi selama sekitar 12 jam di dalam bak. Hingga akhirnya, semua proses tersebut menghasilkan endapan pewarna biru dari Indigofera.

Agar bisa menjadi serbuk, sebelumnya endapan itu harus melalui proses pemanasan hingga kering. Baru setelah itu melakukan proses fermentasi hingga menjadi serbuk zat pewarna.

Shinta mengaku baru belakangan ini memproduksi zat pewarna indigo dalam bentuk serbuk. Sebelumnya, dia memproduksi dalam bentuk pasta. Namun, karena bentuk pasta tidak bisa bertahan lama akibat munculnya jamur, dia memilih bentuk serbuk.

Shinta berharap, produknya bisa lebih diterima pasar melalui inovasi tersebut. “Saya berharap, dengan hadirnya zat pewarna alami, produk tekstil kita lebih diterima di mancanegara. Sehingga, potensi ekspor tekstil kembali terangkat,” kata Shinta, yang kini menjabat Manajer Produksi dan Pemasaran Gama Indigo. Berdasarkan risetnya, saat ini kebutuhan zat pewarna di dalam negeri sekitar 10.000 ton per tahun. (*/Kontan)

Sumber:

Tags: Aneka BisnisBisnisBisnis MenguntungkanBisnis MenjanjikanBisnis RumahanPeluang UsahaTips Bisnis
ShareTweetSendShare
Top Bisnis

Top Bisnis

Related Posts

Polisi Periksa Pelapor Timothy Ronald Terkait Dugaan Penipuan Kripto Besok
Berita

Polisi Periksa Pelapor Timothy Ronald Terkait Dugaan Penipuan Kripto Besok

12.01.2026
Influencer Timothy Ronald Dilaporkan ke Polisi Dugaan Penipuan Trading
Berita

Influencer Timothy Ronald Dilaporkan ke Polisi Dugaan Penipuan Trading

12.01.2026
Prabowo Bersyukur Indonesia Tetap Damai di Tengah Gejolak Dunia
Berita

Prabowo Bersyukur Indonesia Tetap Damai di Tengah Gejolak Dunia

05.01.2026
Klaim Nabi Nuh Modern dari Ghana: Ramalan Banjir Tiga Tahun Mulai Natal dan Kontroversi Bahtera Akhir Zaman
Dunia

Klaim Nabi Nuh Modern dari Ghana: Ramalan Banjir Tiga Tahun Mulai Natal dan Kontroversi Bahtera Akhir Zaman

14.12.2025
Daftar Bansos yang Cair 8–25 Desember 2025: BLT Kesra Rp900 Ribu, PKH, BPNT, PIP, dan Aturan Baru KPM Tidak Lagi Dapat Bantuan
Berita

Daftar Bansos yang Cair 8–25 Desember 2025: BLT Kesra Rp900 Ribu, PKH, BPNT, PIP, dan Aturan Baru KPM Tidak Lagi Dapat Bantuan

07.12.2025
BNPB Ungkap 867 Korban Meninggal dan 521 Hilang Akibat Bencana di Sumatera: Upaya Pencarian Terus Ditingkatkan
Berita

BNPB Ungkap 867 Korban Meninggal dan 521 Hilang Akibat Bencana di Sumatera: Upaya Pencarian Terus Ditingkatkan

05.12.2025
Next Post

Tak Ada Selingkuh Aman

Inilah Sikap Resmi FPI tentang Bocoran WIKILEAKS

Iklan

Recommended Stories

Mau Libur Lebaran ke Destinasi Warisan Dunia? Ini Pilihan, Aktivitas, dan Tipsnya

Mau Libur Lebaran ke Destinasi Warisan Dunia? Ini Pilihan, Aktivitas, dan Tipsnya

18.04.2023
Terjadi Penembakan di Masjid Selandia Baru, Korban Jamaah Sholat Jum’at Berjatuhan

PENGELOMPOKAN SELEKSI DATA PADA PENDATAAN BARANG MASUK DAN KELUAR MENGGUNAKAN METODE K-MEANS CLUSTERING

23.10.2022

IHSG 5021..

29.04.2015

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

23.01.2026
Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Review
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?