bulan Ramadhan. Diantaranya adalah kemudahan untuk melakukan shalat malam,
qiyamul lail atau disebut juga dengan shalat
taraweh.
Ramadhan shalat lail bisa dilakukan dengan catatan harus tidur lebih dahulu
meskipun tidurnya sebentar. Bahkan waktunya yang lebih utama adalah pada
sepertiga di akhir malam. Kita memahami kalau seseorang sudah tidur di malam hari,
sering merasa berat bangun malam untuk
melakukan qiyamul lail, kecuali orang orang yang mendapat taufik dari-Nya.
shalat taraweh ada kemudahan waktu pelaksanaannya. Bisa dilakukan langsung
setelah shalat isya. Apalagi jika
dilakukan berjamaah di masjid. Ini bagi kebanyakan orang memberi tambahan
semangat untuk shalat lail bersama keluarga dan kerabat.
atau shalat tarawih di bulan Ramadhan mempunyai nilai dan keutamaan yang besar,
diantaranya :
وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
bulan Ramadan imanan wa ihtisaban (dengan keimanan dan mengharap pahala),
diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim)
Maksud iman di situ adalah keyakinan dengan kebenaran kewajiban puasa padanya.
Sedangkan ihtisab, meminta pahala dari Allah Ta’ala.
bersama imam seperti shalat semalam penuh.
‘alaihi wa sallam pernah mengumpulkan keluarga dan para sahabatnya. Lalu beliau
bersabda :
قِيَامُ لَيْلَةً
sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh. (H.R
Imam Ahmad, Abu Dawud dan yang lainnya, dishahihkan oleh Syaikh al Albani)
mengerjakan shalat taraweh secara berjama’ah dan mengikuti imam hingga selesai. Dan mereka
yang mengamalkannya akan mendapatkan pahala shalat semalam penuh.
hanya dianggap sebagai anjuran tapi merupakan pendorong semangat hamba hamba
Allah dalam mengisi ibadah Ramadhan, diantaranya dengan shalat taraweh.
kita semua. Wallahu A’lam. (1.279)






































