yaitu sebagaimana firman-Nya : “Wa
qaala rabbukum ud’unii astajiblakum.” Dan Rabbmu berfirman : Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Aku
perkenankan bagimu. (Q.S al Mu’min 60).
mereka akan dikabulkan Allah Ta’ala seketika setelah berdoa. Tetapi tidaklah
demikian adanya karena Allah Ta’ala mengetahui apa apa yang terbaik bagi hamba
hamba-Nya.
pilihan Allah buat kita itulah yang terbaik, termasuk doa yang kita merasa
belum atau lambat dikabulkan. Sufyan ats Tsauri berkata : Allah (apabila)
mencegah dari sesuatu pada hakikatnya adalah pemberian dan nikmat. Tidaklah Dia
mencegah sesuatu karena kebakhilanNya, bukan pula karena tidak punya, melainkan
(karena) Dia melihat kebaikan para hambaNya. Apabila Allah tidak memberi maka
itu adalah atas dasar pilihan dan pandangan baik dari-Nya (Madarijus Salikin).
telah menjelaskan melalui lisan Rasul-Nya. Rasulullah bersabda : “Maa min muslimin bida’watin laisa fiihaa
itsmun walaa qathii’atu rahimin illaa ‘athahullahu ihda tsalatsa : Imma an
yu’ajjila lahu da’watahu, wa immaa au
yudakhkhirahaa lahu fiil akhirati, wa imma au yashrifa ‘anhu minas suu-i
mitslihaa.” Tidaklah seorang muslim
berdoa dengan doa yang tidak mengandung dosa dan memutus silaturrahim,
melainkan Allah akan menyegerakan doanya
untuk dikabulkan, atau Allah simpan untuknya di akhirat, atau Allah akan
palingkan darinya keburukan yang semisalnya (H.R Imam Bukhari dalam Adab al
Mufrad, dishahihkan oleh Syaikh al Albani)
Salallahu ’alaihi wasallam telah melarang seseorang yang tergesa gesa minta
doanya dikabulkan yaitu sebagaimana sabda beliau : “Yustajaabu li ahadikum maa lam
ya’jal, yaquulu : da’autu falam yustajablii” Akan dikabulkan doa salah
seorang diantara kalian selama dia tidak tergesa gesa. Dia malah berkata : Aku
sudah berdoa tetapi tidak dikabulkan (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).
bahwa termasuk yang mencegah terkabulnya doa adalah tergesa gesanya seorang
hamba dan berputus asa dari terkabulnya doa, hingga dia malas dan meninggalkan
doanya. Orang yang seperti ini ibarat orang yang menebar benih atau menanam
tanaman, setiap hari dirawat dan disiram. Tatkala masih belum juga membuahkan
hasil, lantas dia mengabaikan dan meninggalkannya begitu saja. (Ad Da’ wad
Dawa’ , Imam Ibnul Qayyim).
kewajiban kita adalah tetap berdoa kepada Allah Ta’ala agar diberi kebaikan di
dunia dan di akhirat serta diajuhkan dari berbagai kesulitan dan marabahaya.
Lalu berprasangka baiklah kepada Allah Ta’ala. Apa yang Allah berikan itulah
yang terbaik bagi hamba hamba-Nya.
Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.217).




































