Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Berita

WIDJOJO NITISASTRO (Ekonom Orde Baru)

Top Bisnis by Top Bisnis
30.09.2013
Reading Time: 3 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Polisi Periksa Pelapor Timothy Ronald Terkait Dugaan Penipuan Kripto Besok

Influencer Timothy Ronald Dilaporkan ke Polisi Dugaan Penipuan Trading

Prabowo Bersyukur Indonesia Tetap Damai di Tengah Gejolak Dunia

15 Juni 1968, tim penasihat ekonomi presiden Soeharto dilantik. Mereka terdiri dari para ekonom
dari Universitas Indonesia yang terdiri dari Widjojo Nitisastro, Ali Wardhana, Emil Salim, Subroto, dan Mohammad Sadli. Kelompok yang dipimpin Prof. Dr. Widjojo Nitisastro inilah yang memulihkan ekonomi pasca era Soekarno dan mengoreksi kebijakan yang menolak penanaman modal asing. Widjojo Nitisastro dan kawan-kawan menganut jargon pasar terbuka alias liberalisasi.
Widjojo lahir 23 September 1927 di Malang dari keluarga patriotis. Ayahnya pensiunan penilik sekolah
dasar yang aktif di Partai Indonesia Raya (Par indra). Beberapa saudaranya bersikap non-kooperatif
terhadap Belanda dan memilih menjadi guru di Taman Siswa. Widjojo muda sempat mengikuti dorongan
patriotisme keluarganya dengan turut serta dalam revolusi kemerdekaan di Surabaya. Ia masih kelas 1 SMT (seringkat SMA), ketika nyaris gugur di daerah Ngaglik dan Gunung Sari, Surabaya. Selepas
perang, ia kuliah di UI dan mengambil gelar doktor (Ph.D) di Universitas Berkeley, California, AS. Ia lulus tahun 1961, dan sejak itulah bintangnya mulai bersinar.
Ia mengawali karirnya di dunia kampus dengan menjadi Perencana pada Badan Perencanaan Negara (1953-1957), Direktur Lembaga Ekonomi Riset UI dan Dekan FEU I (1961-1968), hingga dikukuhkan
menjadi Guru Besar Ekonomi UI. Pada 1967, Widjojo mulai menjadi individu paling berpengaruh dalam
perekonomian Indonesia dengan menjadi Ketua Badan Perancang Pembangunan NasionaljBappenas
(1967-1971), Menko Ekuin merangkap Ketua Bappenas (1973-1983), dan Penasihat Pemerintah (semasa Presiden Soeharto dan B.J. Habibie) di bidang ekonomi.
Widjojo mendapat legalitas penuh untuk menyetir arah kebijakan ekonomi negeri ini. Widjojo termasuk dalam generasi mainstream atau kelompok arus utama yang berafiliasi dengan Bank Dunia. Tidak salah kalau desain ekonomi yang dipilih Widjojo begitu terbuka. Salah satu solusinya menghadapi masalah kelangkaan modal domestik adalah mencari utang luar negeri. Berbagai lobi pun dilakukannya ke negara-negara maju, seperti Jepang dan AS. Akhirnya, pemerintah Orde Baru mendapatkan
dukungan masyarakat internasional dengan terbentuknya IGGI (Inter-Governmental Group on Indonesia), menyusul pertemuan multinasional di Tokyo pada tanggal 17 Desember 1966, hingga pertemuan di Paris.
Meski secara bertahap mampu meredam inflasi, masuknya investor asing mengundang reaksi keras
di kalangan mahasiswa. Peristiwa Malari 1974 meletus, akibat demonstrasi besar-besaran mahasiswa
memprotes dominasi modal Jepang. Beruntung, sejak pertengahan dekade 1970-an terjadi lonjakan harga minyak. Pendanaan pembangunan bisa ditopang oleh hasil ekspor migas.
Walaupun semula dikemas pro-pasar, namun ekonomi Orde Baru terjerumus juga pada etatisme.
Hal itu diperburuk dengan menjamurnya virus KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) dan high cost economy. Deregulasi Perbankan 1988 yang dimaksudkan sebagai stimulator terhadap pertumbuhan sektor riil, justru menjadi biang monopoli di berbagai industri. Tak ada political will dari pemerintah untuk menerbitkan Undang-Undang Antimonopoli, sehingga dekade 90-an diwarnai dengan konsentrasi penguasaan usaha pada segelintir orang.
Widjojo dianggap bertanggung jawab dalam menentukan kerangka pembangunan Indonesia selama
era Orde Baru. Namun harus diakui bahwa pesatnya pertumbuhan ekonomi menimbulkan dampak negatif seperti besarnya utang luar negeri, menggejalanya KKN, monopoli, dan ketimpangan.
Widjojo adalah orang Indonesia pertama yang mendapat Elise Walter Haas Award dari Universitas
Berkeley. Ia telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian Indonesia memasuki abad
21.
ADVERTISEMENT
Tags: BelajarBisnisCaraInformasiPeluangPeluang UsahaSeputar BisnisTipsUsahaWawasan
ShareTweetSendShare
Top Bisnis

Top Bisnis

Related Posts

Polisi Periksa Pelapor Timothy Ronald Terkait Dugaan Penipuan Kripto Besok
Berita

Polisi Periksa Pelapor Timothy Ronald Terkait Dugaan Penipuan Kripto Besok

12.01.2026
Influencer Timothy Ronald Dilaporkan ke Polisi Dugaan Penipuan Trading
Berita

Influencer Timothy Ronald Dilaporkan ke Polisi Dugaan Penipuan Trading

12.01.2026
Prabowo Bersyukur Indonesia Tetap Damai di Tengah Gejolak Dunia
Berita

Prabowo Bersyukur Indonesia Tetap Damai di Tengah Gejolak Dunia

05.01.2026
Klaim Nabi Nuh Modern dari Ghana: Ramalan Banjir Tiga Tahun Mulai Natal dan Kontroversi Bahtera Akhir Zaman
Dunia

Klaim Nabi Nuh Modern dari Ghana: Ramalan Banjir Tiga Tahun Mulai Natal dan Kontroversi Bahtera Akhir Zaman

14.12.2025
Daftar Bansos yang Cair 8–25 Desember 2025: BLT Kesra Rp900 Ribu, PKH, BPNT, PIP, dan Aturan Baru KPM Tidak Lagi Dapat Bantuan
Berita

Daftar Bansos yang Cair 8–25 Desember 2025: BLT Kesra Rp900 Ribu, PKH, BPNT, PIP, dan Aturan Baru KPM Tidak Lagi Dapat Bantuan

07.12.2025
BNPB Ungkap 867 Korban Meninggal dan 521 Hilang Akibat Bencana di Sumatera: Upaya Pencarian Terus Ditingkatkan
Berita

BNPB Ungkap 867 Korban Meninggal dan 521 Hilang Akibat Bencana di Sumatera: Upaya Pencarian Terus Ditingkatkan

05.12.2025
Next Post

Tumis Daging Teriyaki

Menikmati Temaram Cahaya dan Kelezatan Bebek Bejo

Iklan

Recommended Stories

Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi IFG Life di Surabaya

Hidden Shadow / Feng Ying Ran Mei Xiang – 烽影燃梅香 (2025) Part III

28.05.2025

Kiat Istiqamah di Jalan Allah (3)

08.05.2018
‘Keukeh’ nya Ustadz HTI, Demokrasi Pilkada Pepesan Kosong

‘Keukeh’ nya Ustadz HTI, Demokrasi Pilkada Pepesan Kosong

12.12.2015

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

23.01.2026
Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Review
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?