Di tulisan sebelumnya, saya pernah bahas tentang kondisi makro ekonomi di mana investasi saham merupakan pilihan investasi yang terbaik.
Kondisi itu adalah sbb :
1. Tingkat suku bunga yang rendah —> sekarang BI rate = 5,75%, sudah turun jauh dari tahun 1998 dulu yang sempat di atas 60%
2. Tingkat inflasi yang rendah —> dari www.bi.go.id, inflasi saat ini adalah 4,3%, sudah turun jauh dari thn 1998 yang dulu jg sempat di atas 30%.
3. Pendapatan per kapita yang terus naik.
Dari data yang saya punya ketika ikut seminar dengan tablod kontan yang membahas outlook investasi pasar modal di 2013, Pendapatan per kapita Indonesia telah naik dari $807 di tahun 2000 menjadi $3511 di 2011.
Prediksi pendapatan per kapita Indonesia utk 2012 dan 2013 adalah $4082 dan $4653.
Indonesia sedang tumbuh. Ini dicerminkan oleh Pendapatan per kapitanya yang terus tumbuh. Itulah mengapa investasi di bursa saham Indonesia sekarang sangat menarik.
Ketika krisis 2008, walaupun IHSG jatuh skitar 40% di thn 2008, tapi dalam 2 thn IHSG sudah bisa balik ke all time high-nya (2838), malah bisa pecah rekor baru terus, shingga sekarang IHSG sudah berada di 4400.
Kenapa IHSG bisa pulih dengan cepat?
Karena pendapatan per kapitanya terus tumbuh. Ada GROWTH di ekonomi Indonesia, dan bursa saham hanya bisa naik bila ada GROWTH dari emiten2 yang ada di dalamnya.
Dan sekarang, untuk bisa mendapatkan hasil investasi saham yang berkembang terus, saham-saham dengan HIGH GROWTH ini yang harus kita beli. Tentu saja agar hasil investasinya baik, jgn asal comot. Tetap cek indikator yang lainnya, dan hitung valuasinya, biar kita ngga beli kemahalan.. 🙂
Ada beberapa LK Q3/2012 yang sempat saya analisa, dan dr bbrp LK itu ada 30 saham yang saya anggap HIGH GROWTH (EPSnya tumbuh di atas 30% dalam setahun). Saya sertakan juga nilai ROE-nya di sini.
Daftar saham ini BUKAN “BUY RECOMMENDATION” ya.. 🙂
Ini cuma sekedar alternatif saham-saham yang bisa kita pilih utk investasi di masa pertumbuhan ekonomi Indonesia sekarang ini …
Dan jangan lupa, cek lagi nanti setelah LK terbaru keluar, apakah saham2 ini masih masuk dalam list HIGH GROWTH atau ngga..
No Saham GROWTH ROE
1. AISA 177,15% 20,16%
2. PWON 176,3% 27%
3. ADES 505% 45%
4. ADHI 184,5% 11,22%
5. SCCO 123,8% 30,3%
6. SSIA 205,3% 42,1%
7. LPCK 93,9% 34,5%
8. MAIN 75,5% 55,1%
9. DVLA 76,4% 18,1%
10. KBLI 87,4% 15,3%
11. JPFA 66,7% 28%
12. ASRI 60,87% 23,6%
13. TOTL 61,5% 28%
14. ULTJ 66,7% 15%
15. ARNA 64% 27%
16. BTON 60% 23,4%
17. MRAT 59% 5,5%
18. BSDE 45,7% 12%
19. ACES 46,3% 23,8%
20. BTPN 43,7% 26,7%
21. BBTN 43,75% 16,7%
22. BMTR 40% 13,7%
23. JECC 39,7% 30,5%
24. ROTI 34,8% 21%
25. JSMR 38,5% 18,1%
26. EKAD 34,4% 22,1%
27. MNCN 33,3% 24,5%
28. PANS 30,5% 25,5%
29. KDSI 219,2% 14,4%
30. PSAB 1454% 46,7%
Sekali lagi, ini BUKAN daftar saham dengan rekomendasi “BUY”.
Bila mau beli utk investasi, cek LK-LK sebelumnya, minimal 3 tahun ke belakang. Bila mau beli utk trading, harus disiplin dengan trading plan.
Saya hanya mau menunjukkan di sini, daftar saham dengan high growth. Tapi krn keterbatasan analisa saya, mungkin ada saham2 high growth yang lain yang tidak sempat saya analisa, sehingga tdk bisa disajikan di sini.
Tapi dari yang selama ini saya pelajari, suatu saham bisa naik, terutama break all time high, hanya apabila terjadi growth di saham tersebut. Dan untuk melihat growth itu, saya gunakan EPS growth. Kalo mau lebih detil, bisa aja sih hitung juga sales growthnya, operating profit growthnya, net income growthnya, atau yang lainnya..
Tapi buat saya, tetep aja ujung2nya harus liat EPS, karena utk ngitung valuasi, kan kita butuh nilai EPS.
Jadi, simpel aja, saya cuma analisa EPS growth utk screening awal saham2 yang saya mau invest. Setelah itu liat ROE. Bila ROE di bawah 15%, saya coret.
Setelah ketemu saham high growth dengan ROE di atas 15%, baru hitung valuasinya. Ini cara simpel aja ya.. 🙂 Bisa dilakukan sambil nunggu anak les, atau creambath di salon.. hehehehe….
Mudah-mudahan tulisan ini bisa membantu pemula yang baru nyemplung di saham, ya. Saya pake nama metode saya metode “Keep It Simple, Sayang..” 😀
Regards,
– V3 –
Kondisi itu adalah sbb :
1. Tingkat suku bunga yang rendah —> sekarang BI rate = 5,75%, sudah turun jauh dari tahun 1998 dulu yang sempat di atas 60%
2. Tingkat inflasi yang rendah —> dari www.bi.go.id, inflasi saat ini adalah 4,3%, sudah turun jauh dari thn 1998 yang dulu jg sempat di atas 30%.
3. Pendapatan per kapita yang terus naik.
Dari data yang saya punya ketika ikut seminar dengan tablod kontan yang membahas outlook investasi pasar modal di 2013, Pendapatan per kapita Indonesia telah naik dari $807 di tahun 2000 menjadi $3511 di 2011.
Prediksi pendapatan per kapita Indonesia utk 2012 dan 2013 adalah $4082 dan $4653.
Indonesia sedang tumbuh. Ini dicerminkan oleh Pendapatan per kapitanya yang terus tumbuh. Itulah mengapa investasi di bursa saham Indonesia sekarang sangat menarik.
Ketika krisis 2008, walaupun IHSG jatuh skitar 40% di thn 2008, tapi dalam 2 thn IHSG sudah bisa balik ke all time high-nya (2838), malah bisa pecah rekor baru terus, shingga sekarang IHSG sudah berada di 4400.
Kenapa IHSG bisa pulih dengan cepat?
Karena pendapatan per kapitanya terus tumbuh. Ada GROWTH di ekonomi Indonesia, dan bursa saham hanya bisa naik bila ada GROWTH dari emiten2 yang ada di dalamnya.
Dan sekarang, untuk bisa mendapatkan hasil investasi saham yang berkembang terus, saham-saham dengan HIGH GROWTH ini yang harus kita beli. Tentu saja agar hasil investasinya baik, jgn asal comot. Tetap cek indikator yang lainnya, dan hitung valuasinya, biar kita ngga beli kemahalan.. 🙂
Ada beberapa LK Q3/2012 yang sempat saya analisa, dan dr bbrp LK itu ada 30 saham yang saya anggap HIGH GROWTH (EPSnya tumbuh di atas 30% dalam setahun). Saya sertakan juga nilai ROE-nya di sini.
Daftar saham ini BUKAN “BUY RECOMMENDATION” ya.. 🙂
Ini cuma sekedar alternatif saham-saham yang bisa kita pilih utk investasi di masa pertumbuhan ekonomi Indonesia sekarang ini …
Dan jangan lupa, cek lagi nanti setelah LK terbaru keluar, apakah saham2 ini masih masuk dalam list HIGH GROWTH atau ngga..
No Saham GROWTH ROE
1. AISA 177,15% 20,16%
2. PWON 176,3% 27%
3. ADES 505% 45%
4. ADHI 184,5% 11,22%
5. SCCO 123,8% 30,3%
6. SSIA 205,3% 42,1%
7. LPCK 93,9% 34,5%
8. MAIN 75,5% 55,1%
9. DVLA 76,4% 18,1%
10. KBLI 87,4% 15,3%
11. JPFA 66,7% 28%
12. ASRI 60,87% 23,6%
13. TOTL 61,5% 28%
14. ULTJ 66,7% 15%
15. ARNA 64% 27%
16. BTON 60% 23,4%
17. MRAT 59% 5,5%
18. BSDE 45,7% 12%
19. ACES 46,3% 23,8%
20. BTPN 43,7% 26,7%
21. BBTN 43,75% 16,7%
22. BMTR 40% 13,7%
23. JECC 39,7% 30,5%
24. ROTI 34,8% 21%
25. JSMR 38,5% 18,1%
26. EKAD 34,4% 22,1%
27. MNCN 33,3% 24,5%
28. PANS 30,5% 25,5%
29. KDSI 219,2% 14,4%
30. PSAB 1454% 46,7%
Sekali lagi, ini BUKAN daftar saham dengan rekomendasi “BUY”.
Bila mau beli utk investasi, cek LK-LK sebelumnya, minimal 3 tahun ke belakang. Bila mau beli utk trading, harus disiplin dengan trading plan.
Saya hanya mau menunjukkan di sini, daftar saham dengan high growth. Tapi krn keterbatasan analisa saya, mungkin ada saham2 high growth yang lain yang tidak sempat saya analisa, sehingga tdk bisa disajikan di sini.
Tapi dari yang selama ini saya pelajari, suatu saham bisa naik, terutama break all time high, hanya apabila terjadi growth di saham tersebut. Dan untuk melihat growth itu, saya gunakan EPS growth. Kalo mau lebih detil, bisa aja sih hitung juga sales growthnya, operating profit growthnya, net income growthnya, atau yang lainnya..
Tapi buat saya, tetep aja ujung2nya harus liat EPS, karena utk ngitung valuasi, kan kita butuh nilai EPS.
Jadi, simpel aja, saya cuma analisa EPS growth utk screening awal saham2 yang saya mau invest. Setelah itu liat ROE. Bila ROE di bawah 15%, saya coret.
Setelah ketemu saham high growth dengan ROE di atas 15%, baru hitung valuasinya. Ini cara simpel aja ya.. 🙂 Bisa dilakukan sambil nunggu anak les, atau creambath di salon.. hehehehe….
Mudah-mudahan tulisan ini bisa membantu pemula yang baru nyemplung di saham, ya. Saya pake nama metode saya metode “Keep It Simple, Sayang..” 😀
Regards,
– V3 –
ADVERTISEMENT





