ADVERTISEMENT

Beberapa saat setelah cerita
“Malaikat Misterius” dikirimkan melalui group, pengurus menerima
banyaak sekali pesan masuk melalui inbox. Umumnya member terharu dan ingin
melakukan apa yang juga dilakukan oleh “Malaikat” itu.
Nah, bagi member yang sudah mencoba bersedekah seperti “malaikat”
itu, kami akan senang sekali menerima cerita pengalaman member 🙂
Ceritakanlah bagaimana bahagianya berbagi dan pelajaran apa yang dapat
dipetik.?
Bagi member baru yang belum membaca “Malaikat Misterius”, silakan
dibaca dibawah ini :
*
*
*
*
*
“Malaikat Misterius”
Sambil menyeka keringat yang mengucur di dahinya, Ibu Rahmah (Bukan nama
sebenarnya) dengan tekun menyapu trotoar sebuah jalan raya. Tampak beban hidup
yang sangat berat menggelayuti pundaknya yang kurus.
Tak terasa air mata menggenangi pelupuk matanya saat teringat bahwa hari ini
dia harus membayar uang sekolah anaknya yang sudah menunggak beberapa bulan.
Tapi bagaimana mau membayar, sudah sejak tadi malam belum sebutir nasipun
mengisi perutnya dan anak-anaknya.
Ibu Rahmah ditinggal mati suaminya dalam sebuah kecelakaan sehingga dialah yang
harus menghidupi dua anaknya yang masih kecil dengan menjadi petugas
kebersihan. Gaji harian yang diterima sangat tidak cukup untuk memenuhi
kebutuhan hidup sehari-hari.
Disetiap ayunan sapunya, dia berdoa kepada Allah agar selalu dikuatkan dari
keinginan untuk meminta-minta dan godaan untuk mencuri. Sungguh sebuah
kemuliaan diri yang patut dipuji.
Tenggelam dengan pekerjaannya, Ibu Rahmah tidak menyadari saat sebuah mobil
Honda Jazz warna biru berhenti didekatnya. Turun seorang wanita muda
berkerudung menghampirinya dan memberikan sebuah amplop warna putih pada Ibu
Rahmah sambil berkata ;
“Maaf Ibu, mohon diterima sedikit rezeki ini, mudah-mudahan dapat berguna buat
Ibu.”
Wanita muda itu bergegas pergi tanpa menoleh lagi meninggalkan Ibu Rahmah yang
tertegun belum sempat berterima kasih.
Dengan tangan bergetar, Ibu Rahmah membuka amplop berwarna putih itu yang
ternyata berisi beberapa lembar uang seratus ribuan.
Tangis Ibu Rahmah meledak… Terbayang dia bisa membayar uang sekolah anaknya,
dia bisa membeli beras untuk dimasak dan membayar hutang di warung depan
rumah.Hanya do’a yang diucapkannya berulang-ulang kepada Allah, memohon agar
Allah menambahkan rezeki kepada wanita muda yang tak dikenalnya itu.
Ibu Rahmah larut dalam tangis do’a, terduduk di pinggir trotoar jalan tanpa
menghiraukan tatapan mata heran para pejalan kaki yang lalu lalang..
*****
*****
Kita dapat merasakan kebahagiaan yang dirasakan Ibu Rahmah bukan.? Tapi kita
tidak tahu persis kebahagiaan apa yang dirasakan wanita muda misterius tadi.
Penasaran.? Ingin mencoba.?
Kita dapat menjadi seperti wanita muda itu. Sangat banyak di pinggir jalan kita
temui mereka yang tekun bekerja dan menjaga diri dari mengemis, memilih menjadi
tukang sapu jalan, tukang parkir, tukang ojek, menjual es lilin atau apapun.
Berikanlah sedekah kita kepada mereka, tidak perlu berpikir lagi dan menengok
ke belakang setelah memberikan. Mari kita bayangkan kalau sedekah yang kita
berikan sama membantunya seperti sedekah yang diterima Ibu Rahmah.
Sangat bagus kalau bisa dalam jumlah besar, tapi kalau tidak sanggup,
Rp.50.000,- sudah sangat membantu. Bukankah uang sebesar Rp.50.000,- itu bisa
kita batalkan dari tiket nonton di bioskop, mengurungkan makan di Restoran Fast
Food, mengundur beli CD Artis Favorit kita.?
Bayangkan, ada 4.000 lebih anggota group yang membantu 4.000 lebih “Ibu Rahmah”
dan selalulah ingat, kebahagiaan tertinggi adalah “Kebahagiaan Spiritual” yaitu
pada saat memberi, bukan pada saat menerima.
“Dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang
besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal
saleh pula) karena Allah akan memberi balasan kepada mereka yang lebih baik
dari apa yang telah mereka kerjakan”.( Q.S.At Taubah.121 )
Selamat Bersedekah….
“Malaikat Misterius” dikirimkan melalui group, pengurus menerima
banyaak sekali pesan masuk melalui inbox. Umumnya member terharu dan ingin
melakukan apa yang juga dilakukan oleh “Malaikat” itu.
Nah, bagi member yang sudah mencoba bersedekah seperti “malaikat”
itu, kami akan senang sekali menerima cerita pengalaman member 🙂
Ceritakanlah bagaimana bahagianya berbagi dan pelajaran apa yang dapat
dipetik.?
Bagi member baru yang belum membaca “Malaikat Misterius”, silakan
dibaca dibawah ini :
*
*
*
*
*
“Malaikat Misterius”
Sambil menyeka keringat yang mengucur di dahinya, Ibu Rahmah (Bukan nama
sebenarnya) dengan tekun menyapu trotoar sebuah jalan raya. Tampak beban hidup
yang sangat berat menggelayuti pundaknya yang kurus.
Tak terasa air mata menggenangi pelupuk matanya saat teringat bahwa hari ini
dia harus membayar uang sekolah anaknya yang sudah menunggak beberapa bulan.
Tapi bagaimana mau membayar, sudah sejak tadi malam belum sebutir nasipun
mengisi perutnya dan anak-anaknya.
Ibu Rahmah ditinggal mati suaminya dalam sebuah kecelakaan sehingga dialah yang
harus menghidupi dua anaknya yang masih kecil dengan menjadi petugas
kebersihan. Gaji harian yang diterima sangat tidak cukup untuk memenuhi
kebutuhan hidup sehari-hari.
Disetiap ayunan sapunya, dia berdoa kepada Allah agar selalu dikuatkan dari
keinginan untuk meminta-minta dan godaan untuk mencuri. Sungguh sebuah
kemuliaan diri yang patut dipuji.
Tenggelam dengan pekerjaannya, Ibu Rahmah tidak menyadari saat sebuah mobil
Honda Jazz warna biru berhenti didekatnya. Turun seorang wanita muda
berkerudung menghampirinya dan memberikan sebuah amplop warna putih pada Ibu
Rahmah sambil berkata ;
“Maaf Ibu, mohon diterima sedikit rezeki ini, mudah-mudahan dapat berguna buat
Ibu.”
Wanita muda itu bergegas pergi tanpa menoleh lagi meninggalkan Ibu Rahmah yang
tertegun belum sempat berterima kasih.
Dengan tangan bergetar, Ibu Rahmah membuka amplop berwarna putih itu yang
ternyata berisi beberapa lembar uang seratus ribuan.
Tangis Ibu Rahmah meledak… Terbayang dia bisa membayar uang sekolah anaknya,
dia bisa membeli beras untuk dimasak dan membayar hutang di warung depan
rumah.Hanya do’a yang diucapkannya berulang-ulang kepada Allah, memohon agar
Allah menambahkan rezeki kepada wanita muda yang tak dikenalnya itu.
Ibu Rahmah larut dalam tangis do’a, terduduk di pinggir trotoar jalan tanpa
menghiraukan tatapan mata heran para pejalan kaki yang lalu lalang..
*****
*****
Kita dapat merasakan kebahagiaan yang dirasakan Ibu Rahmah bukan.? Tapi kita
tidak tahu persis kebahagiaan apa yang dirasakan wanita muda misterius tadi.
Penasaran.? Ingin mencoba.?
Kita dapat menjadi seperti wanita muda itu. Sangat banyak di pinggir jalan kita
temui mereka yang tekun bekerja dan menjaga diri dari mengemis, memilih menjadi
tukang sapu jalan, tukang parkir, tukang ojek, menjual es lilin atau apapun.
Berikanlah sedekah kita kepada mereka, tidak perlu berpikir lagi dan menengok
ke belakang setelah memberikan. Mari kita bayangkan kalau sedekah yang kita
berikan sama membantunya seperti sedekah yang diterima Ibu Rahmah.
Sangat bagus kalau bisa dalam jumlah besar, tapi kalau tidak sanggup,
Rp.50.000,- sudah sangat membantu. Bukankah uang sebesar Rp.50.000,- itu bisa
kita batalkan dari tiket nonton di bioskop, mengurungkan makan di Restoran Fast
Food, mengundur beli CD Artis Favorit kita.?
Bayangkan, ada 4.000 lebih anggota group yang membantu 4.000 lebih “Ibu Rahmah”
dan selalulah ingat, kebahagiaan tertinggi adalah “Kebahagiaan Spiritual” yaitu
pada saat memberi, bukan pada saat menerima.
“Dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang
besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal
saleh pula) karena Allah akan memberi balasan kepada mereka yang lebih baik
dari apa yang telah mereka kerjakan”.( Q.S.At Taubah.121 )
Selamat Bersedekah….
Oleh Ippho Santosa













