
170 juta ton tahun 2011. Taksiran ini didasarkan pada sebuah laporan
yang dirilis oleh Asosiasi Industri Pupuk Internasional.
Sebuah
perusahaan dari Swedia – Guldkannan – memperkenalkan konsep barunya,
yaitu bahwa pupuk terbaik yang harus digunakan oleh manusia ialah pupuk
alami dan gratis. Guldkannan mengajukan konsep pupuk organik gratis ini
dengan menggunakan air seni manusia sebagai bahan baku pupuk alaminya.
Air seni manusia, menurut staf Guldkannan, mirip dengan pupuk yang
digunakan petani atau penggemar berkebun. Sifatnya sama menyuburkan.
Untuk
mewujudkan konsepnya, Guldkannan menjual sebuah alat yang berguna untuk
membantu penggemar berkebun atau petani mengolah air seni manusia
menjadi pupuk cair organik yang kaya akan zat nitrogen.
Wadah
penyiraman ini berbentuk layaknya sebuah pispot yang bisa diduduki.
Wadah ini juga didesain untuk bisa ditempatkan di kamar mandi dan
sekaligus menjadi penyiram pupuk. Desain unik wadah yang dikeluarkan
oleh Guldkannan Towa ini telah dipatenkan dan diklaim bisa menahan
beban hingga 150 kilogram. Wadah khusus ini juga memiliki kapasitas
penampungan air seni yang cukup banyak, yaitu hingga 10 liter.
Penggunaan
pupuk cair dari air seni ini cukup mudah. Anda hanya harus menambahkan
sedikit air dan menyiramkannya ke tanaman. Guldkannan menyatakan bahwa
tanaman yang disiram dengan pupuk cair organik air seni ini akan lebih
produktif hingga 7 kali lipat daripada jika tidak dipupuk sama sekali.
Tentunya
ini menjadi sebuah ide bisnis yang menarik, mengingat Indonesia
memiliki banyak lahan pertanian dan sering mengalami kendala
keterbatasan stok pupuk. Jadi mengapa harus membeli pupuk buatan yang
mahal dan merusak komposisi alami tanah jika Anda bisa gunakan air seni
yang telah disediakan alam untuk menyuburkan tanpa efek samping?
Sumber : ciputraentrepreneurship.com










