yaitu shalat fardhu lima kali sehari semalam. Diantara dalil yang menjelaskan
kewajiban menegakkan shalat fardhu adalah sebagaimana disebutkan dalam sabda
Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam :
Salallahu ‘alaihi wasallam pada malam Isra’ shalat sebanyak lima puluh (waktu)
kemudian dikurangi hingga menjadi lima waktu. Kemudian, beliau diseru : Ya
Muhammad, sesungguhnya ketetapan di sisi-Ku tidak bisa diubah. Dan untukmu
shalat lima (waktu) ini sama dengan lima puluh (waktu) Mutafaq ‘alaihi.
muslim adalah shalat shubuh karena waktu melaksanakannya adalah pada saat
manusia umumnya sedang merasa enak untuk tidur. Itulah sebabnya banyak diantara
orang muslim kesulitan melaksanakan shalat shubuh di awal waktu. Padahal mereka
sebenarnya hati mereka juga ingin melaksanakannya di awal waktu.
orang beriman yang sudah bertahun tahun mampu dengan mudah melaksanakan shalat shubuh pada waktunya
bahkan bersama imam di masjid. Tidaklah mereka merasa berat.
istiqamah melaksanakan shalat shubuh pada waktunya. Diantaranya adalah :
dengan niat ikhlas karena Allah Ta’ala.
badan mengembalikan semangat sehingga mampu bangun sebelum waktu shubuh.
Ketahuilah bahwa semua ibadah yang dimulai dengan niat ikhlas dan mencari ridha
tentu terasa ringan karena pertolongan Allah Ta’ala akan turun. Oleh karena itu
maka melaksanakan shalat shubuh di awal waktu bersama imam di masjid, bagi laki
laki akan terasa ringan dengan niat ikhlas.
Apalagi jika telah paham betul bahwa salah satu syarat diterimanya ibadah
adalah yang dilakukan dengan ikhlas.
kemauan yang kuat dengan mengingat keutamaannya.
awal waktu secara langgeng atau istiqamah kecuali dengan memasang tekad dan
kemauan yang kuat. Tekad dan kemauan kuat ini akan muncul dengan mempelajari
dan mengetahui betapa besarnya keutamaan shalat shubuh. Sungguh shalat shubuh
(di awal waktu dengan berjamaah di masjid bagi laki laki) memiliki keutamaan
yang sangat banyak, diantaranya :
surga. Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda : “Man shallal bardaini dakhalal jannah”. Barangsiapa
yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan shalat ‘ashar) maka
dia akan masuk surga.” (H.R Imam Bukhari
no. 574 dan Imam Muslim no. 635)
bersabda : “Lan yalijan naara ahadun shallaa qabla thuluu’isy syamsi wa
qabla ghuruubihaa” Sungguh tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan
shalat sebelum terbitnya matahari (yaitu shalat shubuh) dan shalat sebelum
tenggelamnya matahari (yaitu shalat ‘ashar). (H.R Imam Muslim no. 634)
bersabda : “Man shalla shalaatish shubhi fa huwa fii dzimmatillahi”
Barangsiapa yang mendirikan shalat shubuh maka dia berada dalam jaminan Allah.
(H.R Imam Muslim no. 163)
ini yang mampu mendirikan shalat semalam penuh apalagi dilakukan tiap hari.
Tapi dengan kasih sayang-Nya Allah Ta’ala memberikan pahala shalat semalam
penuh bagi hambaNya yang melaksanakan shalat shubuh.
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Man shallal ‘isya-a fii jamaa’atin
fa ka-annamaa qaama nishfal laili, wa man shallash shubha fii jamaa’atin fa
ka-annamaa shallal laili kullah” Barangsiapa
yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat selama separuh
malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah
shalat seluruh malamnya. (H.R Imam Muslim no. 656)
Disaksikan para malaikat. Salah satu keistimewaan pula pada
shalat shubuh yaitu disaksikan oleh malaikat siang dan malaikat malam.
shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan hal ini dalam sabda beliau : Wa
tajtami’u malaaikatul laili wa malaaikatun nahaari fii shalaatil fajri” Dan
para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada shalat fajar (subuh). H.R
Imam Bukhari no. 137 dan Imam Muslim no.632.
maksiat.
Maksiat menghalangi ketaatan. Andaikan perbuatan dosa tidak ada
hukumannya kecuali akan menghalangi ketaatan yang seharusnya menempati posisi
dosa tersebut serta memotong jalan menuju ketaatan lainnya. Banyak sekali
ketaatan yang terputus karena dosa. (Kitab ad Daa’ wa ad Dawaa’).
maksiat karena akan menghalangi atau memutus ketaatan. Perbanyaklah memohon
ampun terhadap dosa yang lalu. Bagaimana mungkin hati yang tertutup dosa akan
mampu memenuhi panggilan adzan shubuh untuk shalat di awal waktunya.
yang selalu mengajak kepada kebaikan.
dalam ibadah dan akhlaknya. Oleh karena itu
bertemanlah dengan orang orang shalih yang istiqamah dengan keshalihannya. Teman yang shalih akan
mengingatkan kita jika pada satu waktu kita lalai atau malas beribadah.
‘ala diini khalilihi fal yanzhur ahadukum man yukhaalil” Seseorang akan
mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya perhatikanlah siapa yang
akan menjadi teman karibnya (H.R Imam at Tirmidzi, Abu Dawud dan Imam Ahmad)
bersegera tidur.
bangun sebelum waktu shubuh.
rasulullahi shalallahu ‘alaihi wa sallam kaana yakrahun nauma qablal ‘isya-i
wal hadiitsa ba’dahaa.” Bahwasanya Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam tidak
suka tidur sebelum shalat ‘Isya dan berbincang-bincang setelahnya. (H.R Imam
Bukhari dan Imam Muslim).
Syayyid Nada dalam Kitab Ensklopedi Adab Islam menjelaskan 37 macam adab tidur.
Diantaranya adalah tidur dalam keadaan suci, membaca doa dan dzikir sebelum
tidur, membaca beberapa ayat al Qur an
sepeti al Ikhlas, al Falaq dan an Annas. Juga ayat Kursi serta surat surat lain
yang diajarkan Rasulullah.
seorang hamba untuk bangun sebelum waktu shubuh bahkan pada sepertiga malam
terakhir.
memohon pertolongan Allah.
senantiasa diberikan kekuatan untuk bisa bangun sebelum shubuh. Sungguh tidak
ada yang bisa membangunkan kita dari tidur kecuali Allah Ta’ala.
untuk bersegera bangun agar bisa
melaksanakan shalat shubuh di awal waktu.
Sangatlah banyak manusia yang mampu bangun lebih awal dari waktu shalat
shubuh. Selama lima hari berturut turut
dalam satu minggu mereka mampu bangun
sebelum waktu shubuh karena akan berangkat kerja lebih awal tersebab
tempat kerjanya jauh dan harus melalui wilayah macet.
hari kerja mereka tak mampu bangun untuk shalat shubuh di awal waktu. Mereka
ternyata telah diperdaya oleh syaithan dan dikendalikan hawa nafsunya yang
cenderung kepada keburukan. Semoga Allah
Ta’ala memberi hidayah kepada kita.
manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (980)







































