Azwir B. Chaniago
dunia ini terlihat indah sehingga mereka selalu berusaha mengejar harta dunia
serta berbagai kenikmatannya. Namun demikian ketahuilah bahwa manusia akan
ditanya tentang seluruh kenikmatan yang diperolehnya dari Allah Ta’ala pada
hari Kiamat.
kenikmatan. (Q.S at Takaatsur 8).
tentang kenikmatan apa saja yang akan ditanya dan siapa yang akan ditanya di
Yaumil akhir nanti, diantaranya :
umum meliputi semua kenikmatan seperti waktu luang, kelengkapan panca indra,
kelezatan makanan dan minuman, makan pagi. Siang dan malam, kenyangnya perut,
segarnya minuman, naungan tempat tinggal, keseimbangan badan, kenikmatan tidur,
kebahagiaan jiwa dan yang lainnya dari nikmat nikmat Allah Ta’ala yang tidak
terbatas. (Tafsir al Qurtubi)
Allah Ta’ala telah berikan kepada kamu, berupa kesehatan, keamanan, rizki
dan yang lainnya. (Tafsir Ibnu Katsir).
Juz ‘Amma berkata : Pendapat yang benar adalah bahwa semua orang kafir dan
orang mukmin akan ditanya tentang nikmat tersebut. Perbedaannya, pertanyaan yang ditujukan kepada orang kafir sebagai
penghinaan dan celaan bagi mereka sementara orang mukmin ditanya untuk
mengingatkan mereka tentang nikmat tersebut. Dalilnya adalah sebuah hadits dari Abu Hurairah diriwayatkan Imam Muslim
menceritakan kisah yang terjadi antara Rasulullah, Abu Bakar dan Umar pada
tahun paceklik. (Insya Allah haditsnya akan disebutkan dibawah ini, pen.)
Wasallam telah menjelaskan kepada kita umatnya, tentang beberapa nikmat nikmat
yang akan ditanyakan pada yaumil akhir, diantaranya :
beliau bersabda : “Tidak akan bergeser
dua telapak kaki seorang hamba ketika hari Kiamat kelak hingga ia ditanya : (1)
Tentang umurnya untuk apa ia habiskan. (2) Tentang ilmunya untuk
apa dia amalkan. (3) Tentang hartanya dari mana dia dapatkan dan
untuk apa ia belanjakan. (4) Tentang
badannya untuk apa dia letihkan. (H.R
Imam at Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam Silsilah Hadits
Shahih).
“Sesungguhnya pertanyaan yang pertama
kali diajukan kepada hamba pada hari Kiamat ialah tentang kenikmatan yang
ditanyakan kepadanya : Bukankah Kami sudah membuat badanmu sehat dan memberimu
minum dengan air yang segar. (H.R at Tirmidzi)
akhir pasti adanya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata : Pada suatu
hari (di tahun paceklik) Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam keluar rumah dan
bertemu dengan Abu Bakar dan Umar, beliau bersabda : “Mengapa pada waktu seperti ini kalian keluar rumah ?. Abu Bakar
dan Umar menjawab : Kami sedang lapar wahai Rasulullah !.
kalau begitu kita sama, marilah ikut aku”. Maka mereka pun mengikuti Rasulullah
mendatangi seorang Anshar. Akan tetapi dia sedang tidak berada di rumah. Ketika
istri lelaki Anshar ini elihat Rasulullah dia menyambutnya sembari berkata :
Ahlan wa sahlan. Rasulullah bertanya : “Mana
si Fulan ?. Wanita itu menjawab : Dia sedang mengambil air.
(Abu Bakar dan Umar). Seraya berkata : Segala puji bagi Allah, pada hari ini
tidak seorang pun yang didatangi tamu yang paling mulia selain aku.
membawa setandan kurma yang masih mentah, yang hampir matang dan yang sudah
matang, lalu berkata : Silahkan makan. Kemudian ia mengambil pisau. Rasulullah
bersabda : Janganlah engkau
menyembelih kambing yang masih menyusui !.
pun makan daging kambing, setandan kurma kemudian minum. Rasulullah bersabda
kepada Abu Bakar dan Umar : “Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya,
kalian akan ditanya tentang nikmat ini nanti di hari Kiamat. Rasa lapar telah
mengeluarkan kalian dari rumah kemudian sebelum pulang kalian telah merasakan
nikmat ini. (H.R Imam Muslim).
jawaban terbaik atas pertanyaan tentang
semua nikmat yang telah Allah Ta’ala anugerahkan kepada kita.
kita semua. Wallahu A’lam. (863)







































