![]() |
| Ustadz Bachtiar Nasir di acara Makna dan Peristiwa |
bersamaislam.com Jakarta – Demo Bela Islam yang dihadiri oleh lebih dari 2.300.000 orang pada 4 November 2016 ternyata membuat gerah para pemilik modal korporasi pertelevisian Indonesia. Terlihat dari adanya upaya salah satu stasiun televisi yang mulai memutuskan kontrak kerja program acara dengan Koordinator Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Bachtiar Nasir.
Nasir mengakui adanya usaha pencekalan dirinya untuk muncul di acara TV swasta nasional. Menurutnya, ini terkait langkah perlawanannya terhadap penistaan Quran surat Al-Maidah 51 oleh petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
“Sekarang saya tak boleh lagi muncul di acara Makna dan Peristiwa,” ujarnya seperti dilansir Republika pada Rabu (9/11). Kabar tersebut ia ketahui sejak minggu lalu. Dan pada Senin (7/11) dirinya tidak lagi disertakan dalam acara tersebut.
Ia mengakui adanya desakan di pengurus internal stasiun televisi tersebut terkait hadirnya di salah satu program di televisi itu.
“Di dalam internal stasiun televisi itu sepertinya memang ada friksi,” jelasnya.
Menurutnya, ada pihak yang menekan pihak pertelevisian agar tidak lagi menghadirkan dirinya dalam acara ‘Makna dan Peristiwa’ di stasiun televisi tersebut dan buntutnya pihak stasiun televisi itu sekarang memutus kontrak program acara dengan Bachtiar Nasir.










