![]() |
| Kedai Mlayu |
Di tengah gempuran kopi modern dengan mesin yang canggih dan mewah, ternyata ada sebuah kedai kopi yang menculik perhatian. Kedai ini menjadi unik karena mempertahankan metode seduh tradisional. Kedai itu adalah kedai Mlayu.
![]() |
| Suasana Kedai Mlayu |
Sesuai namanya; Kedai Mlayu, menjajakan kopi tradisional melayu yang banyak ditemui di kota-kota berpenduduk melayu seperti di kalimantan dan sumatera. Dan juga negara-negara melayu seperti Singapura dan Malaysia.
![]() |
| Barista Mlayu in Action |
ย Mereka menjual kopi tradisional yang diseduh dengan saringan kain panjang dan besar. Kopi disaring berkali-kali.
![]() |
| Barista Meracik Kopi |
![]() |
| Kopi di Kedai Mlayu |
Untuk menambah suasana tradisional. Kedai ini berdesain “kuno”. Dengan pemilihan bentuk meja dan kursi serta lukisan yang menggambarkan suasana kedai melayu. Juga pemilihan nama menu di kafe ini yang sama persis dengan nama-nama menu di kedai melayu pada umumnya.
Yang unik adalah kopi mlayu bukannya malam, padahal kopi semacam ini biasanya bukanya pagi. Tapi kopi mlayu bukannya malah sore hingga malam. Setelah dikonfirmasi ternyata emang menyesuaikan budaya ngopi di Malang yang terbiasa ngopi di malam hari ketimbang pagi.
![]() |
| Disedain juga wingchun training stand buat kamu yang pengin gebukin mantan tapi nggak kesampaian |
Untuk menambah suasana ngopi. Mereka juga menyajikan pilihan french toast, roti bakar, canai, dan telor setengah matang.
Walaupun konsepnya tradisional, mereka tetap menyediakan colokan dan wifi untuk kamu yang doyan internetan. Bisa banget buat ngerjain tugas sambil internetan. Terutama food blogger Malang seperti Piridi. Hehe
![]() |
| Colokan di Kedai Mlayu |
Susasana kedai Mlayu bener-bener membuat Piri kangen ngopi di kampung melayu. Saking kebawanya, hampir aja Piri manggil yang jaga dengan “kokoh”. Padahal orang Jawa.
Ha.. krik.
—–
Kepoin Kedai Mlayu
Harga:
10k – 15k
@kedaimlayu
Colokan:
Tersedia




















