shalatul Awwabiin adalah shalat sunnah mu’akkadah, dimulai sejak terbitnya
matahari setinggi tombak, sampai menjelang tergelincirnya matahari, minimal dua
rakaat dan tak terbatas jumlah maksimalnya (Fataawaa Syaikh Abdul Aziz ibn
Baaz, www.binbaz.org.sa)
itu benar benar disyariatkan. Ketahuilah bahwa para ulama memang berbeda pendapat tentang hukum shalat dhuha,
bahkan ada yang mengatakan tidak di syariatkan secara asal atau kecuali dengan
ada sebab.
pendapat (ulama) dalam hal shalat dhuha. Beliau menyimpulkan bahwa ada enam
pendapat tentang shalat shalat sunnah ini. Tapi menurut beliau, yang kuat adalah pendapat bahwa shalat dhuha
itu sunnah. (Lihat Nail al Authaar, Imam asy Syaukani).
(sebagai shalat sunnah) adalah :
berkata : Rasulullah keluar menemui penduduk Quba’ sedangkan mereka sedang
shalat (dhuha) lalu Rasulullah bersabda : “Shalaatul awwabiina hiina tarmidhul
fishal”. Shalatnya orang orang yang kembali (kepada Allah) adalah ketika anak
anak unta kepanasan. (H.R Imam Muslim).
awwabiin adalah shalat dhuha, sebagaimana sabda Rasulullah : “Laa
yuhaafizhu ‘ala shalaatidh dhuha illaa awwabun, qaala : wa hiya shalatul
awwabiin”. Tiada orang yang menjaga shalat dhuha kecuali orang yang kembali
(kepada Allah) H.R al Hakim, di shahihkan oleh Syaikh al Albani, lihat Silsilah
al Shahihah.
menjelaskan bahwa shalat dhuha di sunnahkan adalah adanya doa setelah shalat
dhuha yang diajarkan Rasulullah : “Allahummaghfirlii,
watub ‘alaiyaa, innaka antal tawwabur rahiim. (wa qaalat) hatta mi-atu marrah”
. Ya Allah, ampunilah dosaku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau
Mahamenerima taubat dan Maha Kasih Sayang. Aisyah berkata : Beliau mengucapkannya
hingga 100 kali. (H.R Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, dishahihkan oleh Syaikh
al Albani).
seusai shalat dhuha maka itu bermakna bahwa shalat dhuha itu memang
disunnahkan.
shalat dhuha empat rakaat akan mendapat penjagaan Allah sehari penuh. Dalam
sebuah hadits qudsi, Rasulullah bersabda bahwa Allah Ta’ala berfirman : “Ibna aadamarka’ lii min awwalin nahaari
arba’a raka’aatin akfika aakhirah”. Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku di pagi
hari empat rakaat, niscaya Aku akan menjagamu sampai akhir hari (mu) .R at
Tirmidzi dishahihkan oleh Syaikh al Albani.
sedekahnya dan ini bisa dicukupi dengan shalat dhuha sebagaimana sabda
Rasulullah : “Pada diri manusia terdapat
360 persendian, wajib baginya bersedekah untuk (persendian itu). Mereka
bertanya : Siapa, wahai Rasulullah, yang sanggup akan hal itu ?. Beliau
menjawab : Membersihkan kotoran yang terlihat adalah sedekah, menyingkirkan
gangguan dari jalan juga sedekah, dan shalat dua rakaat pada waktu dhuha
mencukupinya” (H.R Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).
adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah,
amar makruf adalah sedekah, nahi mungkar adalah sedekah, dan shalat dua rakaat pada waktu dhuha, mencukupi
itu semua” (H.R Imam Bukhari).
Hurairah. Beliau berkata : “Aushaanii
khaliilii bi tsalatsatin laa ada’uhunna hatta amuuta shaumi tsalatsati aiyaamin
min kulli sahrin wa shalaatidh dhuha wa naumin ‘ala witrin” Kekasihku
(Rasulullah) berwasiat kepadaku dengan tiga perkara yang tidak aku tinggalkan
(wasiat itu) hingga aku mati, puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha dan tidur dengan shalat witir. (H.R Imam Bukhari dan Imam
Muslim).
dhuha adalah disyariatkan dan memiliki banyak keutamaan. Oleh Karena itu
seorang hamba haruslah berusaha untuk melazimkannya sehingga mendapatkan
manfaat dari ibadah ini.
(649)




































![[Lirik+Terjemahan] HoneyWorks meets SPHERE – Ippun Ichibyou Kimi to Boku no (Setiap Detik Dan Menit Bersamamu)](https://i0.wp.com/aopok.com/wp-content/uploads/2026/01/HoneyWorksmeetsSphere-IppunIchibyouKimitoBokuno.jpg?fit=400%2C397&ssl=1)
