mendapatkan dunia kita butuh ilmu, untuk mendapatkan akhirat kita butuh ilmu.
Dan untuk mendapatkan keduanya kita butuh ilmu.” Ya memang demikianlah adanya,
demikianlah seharusnya.
ilmu melebihi kebutuhannya terhadap makan dan minum. Untuk makan dan minum
manusia hanya butuh dua atau tiga kali saja sehari. Tapi kebutuhan manusia
terhadap ilmu adalah sebanyak tarikan nafasnya”
benar. Kita butuh ilmu untuk beribadah yang benar. Kita butuh ilmu untuk
berakhlak yang terpuji. Kita butuh ilmu agar bisa bermuamalah
dengan baik. Bahkan beberapa saat sebelum matipun
kita masih butuh ilmu yaitu ilmu tentang kalimat apa yang harus kita ucapkan
pada saat yang kritis itu.
itu semuanya milik Allah yang Maha Mengetahui. Manusia hanya diberi ilmu yang
sedikit. Allah berfirman : “Wamaa utiitum minal ‘ilmi illa qaliilaa. (Q.S
al Isra’ 85)
dengan sedirinya. Belajarnyapun haruslah dengan sungguh sungguh. Seorang ulama
terdahulu berkata : Jika engkau mengerahkan seluruh kemampuanmu untuk
mendapatkan ilmu maka engkau hanya akan mendapatkan ilmu sebagiannya. Tapi jika
engkau mengerahkan sebagian saja dari kemampuanmu untuk mendapatkan ilmu maka
engkau tidak akan mendapat apa apa. Maksudnya adalah agar kita selalu bersungguh sungguh dalam belajar.
‘ilm bit ta’allum, wa innamal huluma bit tahallum. Waman yatahararal kahira
yu’tihi waman yatawaqqay syarra yuuqah” Sesungguhnya ilmu didapat dengan
belajar dan sesungguhnya hilm (ketenangan, kesabaran) didapat dengan
melatihnya. Barangsiapa yang berusaha untuk mendapatkan kebaikan maka Allah
akan memberikannya. Barang siapa yang berusaha untuk menghindari keburukan
niscaya akan terhindar darinya (H.R ath Thabrani, dihasankan oleh Syaikh al
Albani).
maka bermohonlah kepada Allah Ta’ala. Sangat dianjurkan untuk banyak berdoa, tidak cukup dengan belajar dan
berusaha saja. Doa juga sangat penting.
banyak. Namun demikian beliau selalu berdoa dan memohon agar diberikan tambahan.
memerintahkan Nabi-Nya agar selalu berdoa memohon tambahan ilmu,
sebagaimana firman-Nya : “…Wa qul rabbi
zidnii ‘ilman”. Dan katakanlah, Wahai Rabb-ku tambahkanlah ilmu kepadaku
(Q.S Thaahaa 114).
berdoa memohon ilmu yang bermanfaat kepada Allah Ta’ala dan berlindung
kepadanya dari ilmu yang tidak bermanfaat.
untuk kita lazimkan membacanya, diantaranya adalah :
Ibnu Majah dan yang lainnya, dari Umum Salamah. “Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqan thaiyiban, wa
‘amalan mutaqabbalan”. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang
bermanfaat, rizki yang halal dan amal yang diterima.
dzikir pagi beliau yakni sehabis shalat shubuh.
kita diberi ilmu adalah : “Allahhumma faqihnii fiddiin” Ya
Allah, berikanlah pemahaman bagiku dalam agama (Islam) H.R Imam Bukhari dan
Imam Muslim.
zidnii ‘ilman”. Ya Allah, berikanlah manfaat kepadaku dengan apa apa yan
Engkau ajarkan kepadaku dan ajarkanlah aku apa apa yang bermanfaat bagiku. Dan
tambahkanlah ilmu kepadaku. (H.R at Tirmidzi dan Ibnu Majah, dari Abu Hurairah.
kaum muslimin agar jangan mempelajari ilmu yang tidak bermanfaat seperti
ilmu filsafat, ilmu kalam, ilmu hukum sekuler, ilmu perdukunan dan yang
sebangsanya. Mempelajari ilmu yang tidak bermanfaat adalah suatu kesia siaan
dan kerugian bahkan bisa mendatangkan kesengsaraan.
sebuah doa agar kita memohon ilmu yang yang bermanfaat dan berlindung kepada Allah Ta’ala dari ilmu yang
tidak bermanfaat. “Allahhumma innii as-aluka
‘ilman naafi’an, wa a’udzubika min ‘ilmin laa yanfa’. Ya Allah,
sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat dan aku berlindung
kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat. (H.R Ibnu Majah).




































