B. Chaniago
melarang manusia untuk berbuat keji dan mungkar. “Innallaha ya’muru bil
a’dli wal ihsaan, wa-itaa- idzil qurba wa yanhaa ‘anil fahsyaa-i wal munkari wal baghyi. Ya’izhukum la’alakum
tadzakkaruun” Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat
kebajikan, memberi kepada kaum kerabat dan Allah melarang perbuatan
keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu
dapat mengambil pelajaran.
memerintahkan pula hamba-hamba-Nya untuk
berbuat baik. Allah berfirman : “Wa ahsin kamaa ahsanallahu ilaika” Berbuat
baiklah (kepada manusia) sebagai
mana Allah telah berbuat baik kepadamu. (Q.S al Qashash 77).
terutama kepada saudara saudara kita sesama orang beriman. Sungguh kebaikan
yang dilakukan seorang hamba akan kembali sebagai kebaikan pula baginya. Allah
berfirman : “Hal jazaa-ul ihsani illal ihsaan” Tidak ada balasan
kebaikan kecuali kebaikan pula (Q.S ar Rahmaan 60).
baik yang sangat dianjurkan adalah
banyak berdoa bukan hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi kebaikan
orang orang beriman dimanapun mereka
berada dan bagaimanapun keadaannya.
memerintahkan Nabi untuk mendoakan orang beriman. Allah berfirman : “Wastaghfuu
lidzambika wal mu’miniina wa mu’minaat” Dan mohonlah ampunan bagi dosamu
dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. (Q.S Muhammad 19).
betapa indahnya Islam ini. Umatnya disuruh saling mendoakan untuk keselamatan
mereka semua karena memang orang beriman itu bersaudara. Allah berfirman : “Innamal mu’minuuna ikhwah” Sesungguhnya
orang orang beriman itu bersaudara. (Q.S al Hujurat 10).
Shallallahu ‘Alaihi wasallam bersabda : “Maa min ‘abdin muslimin yad’u li
akhiihi bi zhahril ghaibi illaa qaala malaku wa laka bimitslih” Tidak ada
seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim)
tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata : Dan bagimu juga kebaikan yang sama (seperti yang kamu minta dalam doamu
itu). (H.R Imam Muslim).
adalah merupakan kebiasaan para Nabi dan Rasul dari dahulu. Perhatikanlah
bebeberapa doa yang disebutkan dalam al Qur-an.
berfirman: “Walladziina jaa-uu min ba’dihim yaquuluuna rabbanaaghfir lanaa
wa liikhwaaninaal ladziina sabaquunaa bil iimaani wa laa taj’al fii quluubinaa
ghilla lilladziina aamanuu, rabbanaa innaka ra-ufur rahiim” Dan orang-orang yang datang sesudah
mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami
dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah
Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman.
Ya Rabb kami, sungguh Engkau Mahapenyantun dan Mahapenyayang. (Q.S al-Hasyr 10)
Ibrahim : “Rabbanagh firlii waliwaadaiya walil mu’minina yauma yaquumul
hisaab”. Wahai Rabb kami, beri
ampunilah aku dan kedua ibu bapaku dan semua orang-orang mukmin pada hari
diadakan perhitungan. (hari Kiamat). (QS. Ibrahim: 41)
Nuh, bahwa beliau berdoa : “Rabbighfir lii waliwaalidaiya wa liman dakhala
baitiya mu’minan wal mu’miniina wal mu’minaat”
Wahai Rabbku. Ampunilah aku,
ibu bapakku, orang yang masuk ke dalam rumahku dalam keadaan beriman, dan semua
orang yang beriman laki-laki dan perempuan.(Q.S. Nuh 28)
juga bagi kebaikan orang orang mukmin semuanya dimana pun mereka berada.
(466)





































