memiliki pemahaman sunsang atau terbalik dalam memandang kondisi kehidupan yang
mereka jalani. Diantaranya adalah :
mereka lebih mulia, perlu dihormati secara berlebihan. Memandang orang yang dibawahnya
sebagai manusia rendah dan tidak perlu dihargai atau dimuliakan. Barangkali
mereka berkata dalam hatinya : Akulah yang lebih mulia dari kalian karena aku
memiliki kedudukan, pangkat, harta dan yang lainnya.
mempunyai kekuasaan merasa diri mereka hina dan rendah. Barangkali mereka
berkata : Aku manusia yang tidak berharga karena tidak memiliki apa apa yang
bisa aku banggakan. Tidak punya harta, tidak pula ada pangkat atau jabatan. Terkadang
mereka mengagungkan orang berharta, berpangkat dan berkuasa melebihi kepatutan.
atau miskin, berpangkat atau tidak, penguasa atau bukan, sedang sakit atau lagi
sehat, orang berilmu atau yang masih belajar, semua punya kesempatan yang sama
untuk menjadi orang orang yang mulia disisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
pangkat, kedudukan, jabatan, harta dan yang lainnya. Allah berfirman : Inna
akramakum ‘indallahi atqaakum innallaha ‘aliimun khabiir” Sesungguhnya
orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling
bertakwa. Sungguh Allah Mahamengetahui, Mahateliti. (Q.S al Hujuraat 13).




































![[Wajib Tahu] 10 Pembatal Keislaman](https://i0.wp.com/aopok.com/wp-content/uploads/2024/10/pembatal2520keislaman.png?fit=532%2C445&ssl=1)
