
Dulu
pedagang ikan di pasar Paron terbatas hanya menjual jenis ikan air
tawar saja. Wadher, lele, sili, belut, kuthuk, adalah jenis ikan yang
sangat umum ditemukan. Ukuran ikan yang dijual kecil-kecil sehingga
mereka menjualnya dalam bentuk gundukan-gundukan kecil yang dialasi
dengan daun jati. Agar awet dan bisa dijual dalam beberapa hari ke depan maka
sebagian pedagang menjual ikan yang telah dipanggang dan dijepit dengan bambu.
Karena jumlahnya yang terbatas maka harganya pun mahal. Seingat saya, Ibu
saya bahkan tidak pernah membelinya, kecuali udang sungai kecil-kecil yang berwarna abu-abu kehitaman. Ibu biasanya menggunakan udang ini untuk campuran bothok bersama tempe, petai china dan daun melinjo. Walau tidak pernah mencicipi rasa ikan sungai ini, saya sudah cukup gembira dengan hanya bercuci mata melihatnya setiap weekend tiba. ^_^
![]() |
| Bunga kecombrang/bunga kantan |
![]() |
Klik untuk baca selanjutnya…











































