diberikan Allah dalam kehidupan dunia ini, sedikit atau banyak. Engkau
menyerahkan urusanmu kepada Allah. Engkau mengetahui dan yakin bahwa Allah Mahamengetahui (tentang kebutuhanmu) dan
Allah lebih sayang kepada dirimu dari pada sayangnya engkau kepada dirimu
sendiri (Syaikh Abdullah bin Ibrahim, Kitabul Qana’ah).
seharusnya dipelihara oleh seorang hamba. Ketiadaan sikap qana’ah ini adalah
satu penyebab utama seseorang selalu gelisah dan tidak mendapatkan ketenangan
dalam hidupnya. Perhatikanlah berapa banyak orang yang selalu merasa kurang
hartanya meskipun sudah memiliki harta lebih banyak dibanding orang lain. Dan
sebaliknya berapa banyak orang yang hanya memiliki sedikit harta tapi menjalani
hidup dengan tenang bahkan merasa berbahagia karena dia memelihara sikap
qana’ah.
ridha terhadap apa yang telah Allah
tetapkan baginya. Padalah semua ketetapan Allah adalah sesuatu yang memiliki
hikmah yang Mahasempurna. Sungguh ketetapan Allah adalah pilihan Allah untuk sesuatu yang terbaik bagi
seorang hamba. Tinggal sekarang yakin atau tidak.
baik baginya lalu dia berharap, berdoa dan berusaha keras untuk mendapatkannya.
Seseorang menginginkan harta yang banyak.
Padahal menurut Allah, bisa jadi, itu tidak baik baginya.
‘asaa an takrahuu syai-an wa huwa khairul lakum. Wa ‘asaa an tuhibbu syai-an wa huwa syarrul lakum.
Wallahu ya’lamu wa antum laa ta’lamuun”. Boleh jadi kamu tidak menyenangi
sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal
itu tidak baik bagimu. Allah Mahamengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.
(Q.S al Baqarah 216).
melazimkan sifat qana’ah ini dalam dirinya. Lalu caranya bagaimana. Adapun
diantara cara untuk meraih sikap qana’ah adalah :
Allah.
fil ardhi illa ‘alaihi rizquka” Dan tidak ada
suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah (memberi) rizki baginya (Q.S Huud 6).
menafsirkan ayat ini bahwa semua yang merayap dimuka bumi baik manusia,
binatang di daratan
atau di lautan
maka Allah telah menjamin rizki dan makan mereka. Rizki mereka menjadi
kewajiban Allah. Semuanya diliputi oleh ilmu Allah dicatat oleh pena-Nya. Berlaku padanya
kehendak Allah dan manusia tetap merasa tenang karena Allah telah menjamin rizkinya.
berhemat, tidak berlebih-lebihan dalam membelanjakan harta. Belilah sesuatu sesuai kebutuhan dan
dalam batas kemampuan. Jangan berlebih lebihan. Jangan tergoda menjadi manusia
konsumerisme. Ketahuilah bahwa musuh paling utama dari sikap qana’ah adalah
sikap boros.
membahayakan kehidupan seseorang, bukan hanya di dunia tapi juga di akhirat
karena dia akan bersaudara dengan syaithan. Allah berfirman: “Innal mubadzdziriina kaanuu
ikhwaanasy syayathiin. Wakaanasy syaithanu lirabbihi kafuuraa”. Sesungguhnya orang orang yang
pemboros itu adalah saudaranya syaithan. Dan syaithan itu sangat ingkar kepada
Rabbnya. (Q.S al Isra’ 27).
berada. Ini akan membuat dia qana’ah atau merasa cukup dengan apa yang
diberikan Allah. Tidak peduli sedikit atau banyak. Sungguh kunci
kemuliaan seorang hamba tidak pada harta, pangkat, kedudukan, atau nasab dan yang lainnya, tapi ada pada takwa.
‘indallahi atqaakum” . Sesungguhnya orang yang paling mulia
disisi Allah adalah yang paling bertakwa (Q.S. al Hujurat 13).
diri kepada Allah hatinya menjadi tenang. Dia tahu bahwa kalau sudah berusaha
hasilnya terserah kepada Allah. Sungguh Allah Mahamengetahui yang terbaik bagi
hamba-Nya.
yatawakkal ‘alallahi fahuwa hasbuh” Dan dia akan memberinya rizki dari arah yang
tidak ia duga-duga. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya
Allah akan mencukupkan (keperluan) nya (Q.S. ath Thalaq 3).
sikap qana’ah. Diantara
doa yang diajarkan Rasulullah untuk mendapatkan sikap
qana’ah, adalah :
“Allahumma inni
asalukal huda, wattuqaa, wal ‘afaf wal ghina” Ya Allah aku
bermohon kepada Engkau
petunjuk, ketakwaan, kesucian (dijauhkan dari yang tidak halal dan tidak baik)
dan berilah aku kecukupan. (H.R Imam Muslim, dari Ibnu Mas’ud)
“Allahuma qani’nii bimaa razaqtanii. Wa baariklii fiihi. Wakhluf
alaa kulli ghaa-ibatin lii bikhairin” Ya
Allah, jadikanlah aku merasa cukup terhadap apa yang telah engkau rizkikan
kepadaku. Dan berilah berkah kepadaku didalamnya dan gantikanlah bagiku semua
yang hilang dariku dengan yang lebih baik. H.R al Hakim di
shahihkan oleh adz Dzahabi, dari Ibnu Abbas.
Rabb berilah kami kekuatan untuk meraih
sifat qana’ah. Ya Allah anugerahkanlah kepada kami sifat qana’ah.
Allahu A’lam. (083)





































