Allah karena nikmat Allah juga tidak pernah berhenti tercurah kepada hamba
hambanya. Sungguh syukur kita masih
sangat sangat sedikit jika dibanding dengan nikmat yang begitu banyak bahkan
tidak terhitung jenis dan jumlahnya.
innal insaana lazhaluumun kaffar” Dan jika kamu menghitung nikmat Allah,
niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya, sungguh manusia itu sangat zhalim
dan sangat mengingkari (nikmat Allah).
Q.S Ibrahim 34.
adalah untuk kita sendiri, bukan untuk kebaikan Allah. Sungguh seberapa
banyakpun syukurnya seorang hamba tidak akan menambah kebesaran dan kekuasaan
Allah. Begitu juga kufurnya seorang hamba tidaklah akan mengurangi kekuasaan
Allah sedikitpun.
linafsi. Waman kafara fainna rabbi ghaniiyun kariim” Dan barangsiapa bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur
untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar (tidak mau
bersyukur), maka sesungguhnya Rabbku Mahakaya lagi Mahamulia (Q.S an Naml 40).
untuk mempertahankan nikmat yang telah ada dan untuk mendapatkan tambahannya.”
Maksudnya adalah jika kita bersyukur maka nikmat yang telah ada pada kita tidak
akan diambil. Kalaupun diambil akan diberikan ganti yang lebih baik. Dan nikmat
yang baru sebagai tambahan akan diberikan pula, baik jumlahnya secara materi dan non materi ataupun
berkahnya yang akan ditambah.
selalu bersyukur.





































