Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Bahasa (117): Bahasa Kadazan di Sabah Kadazandusun;Negeri-Begeri Brunai, Serawak dan Sabah di Borneo Utara Doeloe

Tempo Doelo by Tempo Doelo
07.11.2023
Reading Time: 7 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Bahasa dalam blog ini Klik Disini

Suku
(Dayak) Kadazandusun adalah penduduk asli di daerah Sabah, Borneo, meliputi 27
subsuku: Dusun Liwan, Dusun Lotud, Rungus, Tagahas, Tangara dan lainnya. Penamaan
“Kadazandusun” dilakukan oleh Hoguan Siou Orang Dusun yang bernama
Tun Fuad era 50-an. Nama lama “Orang Dusun” yang dibuat oleh orang
Brunei menjadi nama baru “Kadazan”. Dalam perkembangannya menjadi
“Kadazandusun” yang menyatukan dua sub kelompok masyarakat “Kadazan”
dan kelompok “Orang Dusun”.

Link   https://www.youtube.com/@akhirmatuaharahap4982


Bahasa
Kadazan adalah sebuah dialek bahasa Dayak yang dipetuturkan oleh Suku Dayak
Kadazan di Sabah. Bahasa Kadazan hampir menyerupai bahasa Dusun. Suku Kadazan
dan Suku Dusun sebenarnya merupakan suku yang berbeda, tetapi berasal dari
rumpun yang sama. Bahasa kedua suku ini seakan-akan mirip, cuma dibedakan oleh
sedikit perbedaan dalam ejaan dan sebutan. Contohnya, “rumah” disebut
sebagai “walai” dalam bahasa Dusun dan “hamin” dalam bahasa
Kadazan. Banyak kata lain yang hanya berbeda dari segi ejaan seperti
“dua” iaitu “duo” dalam bahasa Dusun dan “duvo”
dalam bahasa Kadazan, dan “sembilan” yang disebut “siam”
dalam bahasa Dusun, dan “sizam” dalam bahasa Kadazan. Namun, ada kata
yang sama seperti “satu” iaitu “iso” dalam kedua bahasa dan
“enam” yaitu “onom”.
(Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah bahasa Kadazan Orang
Kadazandusun? Seperti disebut di atas ada bahasa Dusun dan ada pula bahasa
Kadazan. Kedua kelompok populasi kini disebut Kadazandusun; Negeri Brunai,
Negeri Serawak dan Negeri Sabah di Borneo Utara. Lalu bagaimana sejarah bahasa
Kadazan Orang Kadazandusun? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja.

Bahasa Kadazan Orang Kadazandusun; Negeri Brunai,
Negeri Serawak dan Negeri Sabah di Borneo Utara 

Bagaimana bahasa Kadazan di Sabah? Untuk memahaminya
perlu dipahami sejarah wilayah (negeri) Sabah sendiri. Secara administrasi,
wilayah Sabah baru tahun 1963 bergabung dengan Federasi Malaya yang kemudian nama
diubah menjadi Federasi Malaysia. Sementara secara geopgrafis wilayah Sabah
(juga Brunai dan Serwak) berada di wilayah pulau Kalimantan bagian utara (Borneo
Utara). Federasi Malaya berada terpisah jauh di Semenanjung Malaya.


Sebelum tahun 1946 semua wilayah di negara Malaysia berada di bawah
yurisdiksi Inggris dan negara Indonesia di bawah yurisdiksi Belanda. Pendudukan
Jepang (1942-1945) membuat situasi dan kondisi berubah. Pasca Perang Dunia (1945)
pada tahun 1946, Sabah dan wilayah lain di Federasi Malayu diberi status serupa
dengan koloni mahkota. Pada tahun 1948 serikat itu diubah menjadi federasi. Hal
ini terjadi di bawah tekanan gerakan nasionalis di berbagai bidang, yang
menginginkan pemerintahan yang lebih mandiri. Pada tahun 1957, Inggris
memberikan kemerdekaan kepada Malaysia.

Bagaimana dengan Kadazan pada masa lampau? Kadazan
adalah nama yang dieja baru. Ejaan lama adalah Kadajan. Kelompok populasi
Kadajan adalah kelompok populasi yang berbeda dengan Melayu di wilayah pantai. Nama
Kadajan paling tidak sudah terinformasikan pada tahun 1859.


Algemeen Handelsblad, 14-07-1859: ‘Laporan dari Labocan: Setelah
menjalani karir panjang yang penuh ketidakadilan, pangeran Shabandar, yang dulu
bernama pangeran Makota atau Broerai, dibunuh oleh beberapa orang Kadajan dari
Limbang. Dia telah menyusuri sungai bersama sekelompok pengikutnya untuk
mengumpulkan upeti; tetapi karena tidak dapat memperoleh sebanyak yang dia
inginkan, dia menangkap beberapa orang disana. Teman-teman mereka ingin
menyelamatkan mereka dan karena Makota juga menyeret beberapa wanita muda ke
pirogue-nya, namun dia menolak untuk melepaskannya, kerabat mereka menyerang
perampok tersebut dan memukulinya sampai mati dengan tongkat. Sultan
memerintahkan Toemenggoeng mengumpulkan kekuatan untuk menghukum para Kadajan.
Dia segera melakukannya, dan membunuh tujuh atau delapan orang dari suku itu.
Makota adalah orang yang selama beberapa tahun ingin memaafkan Sir James
Brooke. Dia selalu memusuhi dia’.

Kerajaan Brunai yang berada diantara wilayah
kelompok populasi asli di belakang pantai sealalu dalam ancaman. Kerjasama
kerajaan dengan Inggris dapat menetralisir situasi dan kondisi. Sebagaimana
biasanya, ada kecenderungan kerajaan-kerajaan yang didirikan di wilayah pantai
mengklaim wilayah pedalaman dan menjadikan wilayahnya di bawah yurisdiksi. Ini
tidak hanya di Borneo, juga di wilayah lain seperti di Semaenanjung dan Sumatra.
Klaim ini dijadikan kerajaan sebagai dasar dalam pembuatan
perjanjian-perjanjian.


De locomotief, 10-12-1884: ‘Dari Borneo Utara. Kini, setelah suku Bisaja
di Limbang berhasil ditenangkan, tampaknya semangat pemberontakan telah bangkit
melawan para pemburu kepala suku Muroet, yang tinggal di sungai Troesan,
Berawang, dan sungai-sungai lainnya, yang semuanya mengalir ke teluk Broenei.
Orang-orang pedalaman ini pertama kali dipanggil oleh para raja untuk mendukung
mereka melawan Bisaja dan Kadajan, tetapi dikirim kembali setelah mereka
mengambil enam kepala suku Kadajan. Jumlah ini tidak cukup sesuai dengan
keinginan mereka dan mereka telah mengirimkan, tanpa diminta, sekitar 30
penduduk Broenei dan 14 penduduk Serawak’.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Negeri Brunai, Negeri Serawak dan Negeri Sabah di
Borneo Utara: Melayu vs Dayak

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur.
Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post
Menjejak Penaklukan Salahuddin di Yerusalem

10 Wisata Wonosobo Terbaru 2023

Gerakan kapal-kapal perang Sekutu menuju Balikpapan, 1945

Iklan

Recommended Stories

Hukum Safar Untuk Ziarah ke Makam Rasulullah atau Wali / Orang Shalih

Hukum Safar Untuk Ziarah ke Makam Rasulullah atau Wali / Orang Shalih

07.03.2016

Kuliner Bandung – Gudeg Yu Nap

12.01.2016

Sejarah Bisnis Indonesia (2): Hubungan Bisnis Belanda, Indonesia, Jepang Tempo Dulu; Cinta Pertama Jadi Benci Tapi Rindu

10.03.2025

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?