“Sebelumnya kamu pernah perawatan kulit di klinik?”
Itu pertanyaan pertama yang dilontarkan oleh dokter kulitku saat sedang konsultasi di Erha Apothecary di Senayan City.
Aku menjawab, “Pernah, Dok. Tapi sekitar 5 tahun lalu.”
Dokterku ini bernama Dokter Gracia yang sangat ramah. Dia hanya mengangguk-angguk paham ketika melihat kulit wajahku yang kusam.

Jadi, aku memberanikan diri kembali ke klinik kulit setelah sekian tahun. Jadi ingat, dulu treatment kulit karena ada masalah jamur di area tulang pipi, di bawah mata. Mau tidak mau, aku perawatan kulit wajah mulai dari akupunktur wajah dan facial berkala. Setelah kulitku kembali pulih, aku tidak pernah datang lagi ke klinik.
Sekarang aku ingin perawatan kulit intensif lagi dengan dokter. Keseringan terpapar sinar matahari, wajahku menjadi sangat kusam. Kegiatan traveling itu memang sangat berpengaruh pada wajah kita. Masalah kulit seperti jerawat, kulit kusam, kulit kering, komedo adalah masalah yang tak pernah selesai di wajahku.
Jadi, kali ini aku mau share pengalamanku konsultasi dan treatment di Erha Clinic.
ERHA CLINIC
Aku sudah lama sekali kenal dengan klinik ERHA. Dulu ibuku juga pernah treatment di klinik ERHA untuk menghilangkan flek-flek hitam di wajahnya. Lalu teman 1 kosku juga pernah treatment kulit kepala di ERHA. Jadi, mendengar klinik ERHA bukan nama yang asing lagi bagiku. Apalagi ERHA sudah berdiri sejak tahun 1999.


Dari dulu, ERHA memang solusi klinik untuk jerawat. ERHA terus berinovasi dari segi produk hingga teknologi perawatan. Kini, Klinik ERHA membuat beberapa program untuk perawatan kulit wajah sesuai kondisi kulit kita.
- No Acne No Cry Program
- Acne Finale Acne Scar Program
- Acne Finale Skin Redness Program
- Acne Finale Dark Spot Program
- Acne Finale Ultimate Program
- Comedoless and Poreless Program

Untuk mengatasi kulit jerawat ini, ERHA sudah menyiapkan program dengan 3 pilihan.
1. Advance Plan
– Konsultasi dengan skin expert
– Mendapat 1 rangkaian personalised product
– Lebih dari 1 kali treatment
2. Basic Plan
– Konsultasi dengan skin expert
– Mendapat 1 rangkaian personalised product
– 1 kali treatment
3. Product Plan
– Konsultasi dengan skin expert
– Mendapat 1 rangkaian personalised product
Active Acne Photorejuvenation Laser
Aku memilih datang ke ERHA Apothecary di Senayan City Mall lantai 4. Saat kedatangan, dokter langsung menanyakan keluhan kulitku dan produk skincare apa saja yang kupakai sehari-hari. Sebenarnya masalah terbesar kulitku saat ini adalah kulit kering dan komedo hitam di bagian hidung. Lalu ada beberapa jerawat kecil di bagian dahi. Dokter menyebut itu jerawat hormonal, tapi tetap harus dibersihkan.
Aku baru tahu saat konsultasi bahwa kulitku termasuk kulit yang sensitif. Jadi, kulit wajahku akan gampang memerah dan bentol-bentol kecil. Selama ini, aku selalu memilih skincare untuk kulit kering, bukan untuk kulit sensitif, padahal pada waktu-waktu tertentu, kulit ini cenderung tidak cocok dengan beberapa bahan skincare.


Dokter merujukku untuk treatment Single Active Acne Photorejuvenation Laser. Ini adalah terapi untuk merangsang produksi kolagen baru yang terdapat di lapisan kulit dermis. Terapi ini berfungsi untuk memperbaiki tekstur kulit yang kasar, memperkecil pori-pori, mengatasi garis-garis halus, mengurangi kerutan pada kulit dan tanda-tanda penuaan dini lainnya.
Terapi Single Active Acne Photorejuvenation ini menggunakan teknologi laser Spectra. Sifatnya non-ablatif atau tanpa perlukaan, sehingga tidak ada masa pemulihan. Sebelum dilaser, aku diberikan APD dan diminta berkumur dengan Betadine kumur. Ini adalah salah satu protokol kesehatan standar di klinik ERHA.
Treatment ini menghabiskan waktu lebih kurang 1,5 jam dengan beberapa step.
Step 1 – Pengolesan Cairan Anestesi
Alias bius. Kulit wajahku dibius dengan cairan dingin yang dioles ke seluruh wajah kecuali area mata. Ini adalah pengalaman pertama wajahku dibius. Rasanya kulit sedikit perih efek cairannya menyerap ke wajah. Wajahku dibiarkan selama 15 menit. Kulit terasa kebas dan agak menebal. Rasanya begitu. Mungkin kalau aku colek-colek kulit wajahku, aku tak merasakan apa-apa.
Step 2 – Pengolesan Black Carbon Lotion
Setelah pemberian cairan anestesi selama 1 menit, wajahku dioles black carbon lotion dan dibiarkan selama 10-15 menit lagi. Lotion berwarna hitam ini untuk membantu memaksimalkan penetrasi energi laser. Karena efek dari anestesi, aku tidak merasakan sensasi apa pun saat pengolesan lotion ini. Kulit sangat kebas dan kaku.

Step 3 – Terapi Active Acne Photorejuvenation Laser
Inilah step pentingnya. Dokter Gracia datang dan memulai treatment. Mataku ditutup kapas dan kacamata karet agar terhindar dari sinar laser pada area mata. Dokter mulai menyalakan mesin dan mengarahkan alat laser ke wajahku. Ada sensasi panas dan perih saat laser ditembakkan ke kulit. Ada suara letupan kecil dan bau sesikit gosong mengikutinya. Kata dokter, sel-sel kulit matiku diangkat. Itu efek dari pemanasan sinar laser yang menyentuh kulit. Bahkan rambut-rambut halus di permukaan wajah pun ikut terangkat.
Dokter juga mengarahkan sinar laser di area bibir. Kebetulan bibirku memang berwarna gelap efek pemakaian lipstik. Treatment ini juga dapat menerahkan warna kulit bibir dan mengangkat sel-sel kulit mati di area bibir. Jangan tanya bagaimana rasanya. Perih sekali.

Step 4 – Pengangkatan komedo
Black head, itulah masalah di hidungku. Dokter membersihkan komedoku. Ini adalah treatment yang paling tidak nyaman bagiku. Aku paling jarang facial di salon kecantikan karena sakitnya bikin nangis. Air mata langsung berair. Tapi kata dokter, setelah dilaser, komedo akan langsung hilang dan rambut-rambut halus yang terjebak di pori-pori hidung terangkat. Treatment ini harus rutin dilakukan setiap bulan hingga 3-4 kali.

Step 5 – Pemakaian masker rumput laut
Kata dokter, wajahku memerah. Jerawat halus di bagian dahi dan dagu sudah diangkat. Komedo juga sudah bersih. Jadi kulitku harus didinginkan dengan sheet mask rumput laut. Aromanya nori banget. Pemakaian masker dilakukan selama 10 menit. Selama itu pula, rasa cekat-cekit efek laser tadi berkurang. Namun, wajah kebasku masih belum pulih juga.

Step 6 – Pengolesan krim siang
Setelah masker diangkat, wajahku diolesi krim siang tipis-tipis agar tidak kering. Treatment pun selesai.
Aku terkejut melihat wajahku yang memerah di bagian dahi dan pipi. Namun, kulit terasa sangat halus dan kenyal. Wajah jadi glowing dalam seketika.
Dokter memberikanku resep 1 krim siang, 1 krim malam, dan 1 krim malam tambahan. Untuk toner, serum dan sabun muka serta sunscreen, aku bisa melanjutkan rangkaian produk skincare yang kupunya.
Pasca laser, aku hanya boleh mengoleskan krim siang selama 2 hari. Krim malam baru bisa dipakai saat hari ke-3 pasca treatment. Efek kebas di kulit wajah baru benar-benar hilang setelah 1 jam berikutnya.
![]() |
| Before |
![]() |
| After |
Yang kusuka dari treatment di ERHA adalah pelayanannya yang sangat ramah. Informasi yang kuterima tentang masalah kulit juga jelas. Dokter hanya kan mengambil tindakan sesuai dengan kondisi kulit kita. Pantangannya cuma 1 untuk kasusku, aku tidak boleh terpapas sinar matahari langsung. Akan ada pengelupasan halus setelah pemakaian krim malam beberapa hari. Kulit akan terasa bersih dan cerah dalam 1 bulan dengan pemakaian krim yang rutin.
Jika kamu punya masalah kulit serupa dengan kulit wajahku, atau mungkin sedang punya jerawat aktif, menurutku kamu mesti coba terapi Single Active Acne Photorejuvenation Laser ini. Kulit bebas masalah dalam satu kali treatment karena efeknya memang langsung terasa begitu kamu keluar dari ruang tindakan.
Oh iya, treatment Photorejuvenation laser ini tidak disarankan bagi pasien dengan kondisi hipersensitif terhadap cahaya, memiliki riwayat penyakit sistemik, melasma, ibu hamil dan menyusui, pascaoperasi di area yang akan di-treatment kurang dari 3 bulan, dan over exposure matahari dalam 1 bulan terakhir.

Jadi, mulai sekarang kenali kondisi kulitmu. Jika ada masalah jerawat tertentu, daripada buang-buang waktu coba-coba berbagai produk skincare tapi tidak membuahkan hasil, ERHA Clinic siapa tahu bisa membantu.










