Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Explore

Krakatau: Gunung yang Selalu Menarik untuk Diteliti

Explore by Explore
13.09.2021
Reading Time: 7 mins read
0
Krakatau: Gunung yang Selalu Menarik untuk Diteliti
ADVERTISEMENT

Krakatau: Gunung yang Selalu Menarik untuk Diteliti
Krakatau: Gunung yang Selalu Menarik untuk Diteliti. Foto: Dispar Banten

Krakatau merupakan gunung api bersejarah yang berada di Selat Sunda. Cagar Alam Kepulauan Krakatau merupakan kawasan konservasi yang ditunjuk berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 85/Kpts-II/1990 tanggal 26 Februari 1990, tentang Penunjukan Pulau Anak Krakatau seluas 130 hektar.

Kawasan cagar alam menurut UU Nomor 5 Tahun 1990 dan PP Nomor 28 tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam, dapat dimanfaatkan sebagai penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan konservasi alam, serta pemanfaatan plasma nutfah untuk menunjang budidaya.

Krakatau merupakan laboratorium alami yang sangat penting untuk diteliti, dari segi keanekaragaman hayati, sifat tanah dan pergerakan bumi. Menyebut nama Krakatau, pikiran kita akan selalu terbanyang pada gunung api di Selat Sunda yang meletus hebat pada 1883 silam.

โ€œPak Jamalam, ayo cepat turun!โ€ begitu teriakan para mahasiswa pada 7 Juli 2018 lalu, mengingatkan Jamalam karena ada pergerakan dari Gunung Anak Krakatau. Mendengarkan teriakan itu, Prof. Jamalam Lumanraja, peneliti cum dosen Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung [Unila], yang tengah asik meneliti, segera turun.ย 

โ€œKami tim dosen dan mahasiswa, saat itu melakukan pengamatan di Krakatau, mengambilย  sampel,โ€ katanya Sabtu, 21 Agustus 2021, saat ditemui di kampus Unila.

Menurut dia, Anak Krakatau pada 2018 lalu memang rajin โ€œbatukโ€ dan mengeluarkan lava pijar. Puncaknya, empat bulan setelah riset, gunung api yang ada di Selat Sunda itu erupsi, mengakibatkan tsunami pada 22 Desember 2018.

โ€œSaat kami ke sana sebelum ada letusan, masih banyak tumbuhan. Namun, setahun setelahnya kami kembali, Agustus 2019, sudah tidak ada apa-apa lagi.โ€

Bagi Prof. Jamalam, Gunung Anak Krakatau yang sering disebut Krakatau, memiliki historis sangat menarik. Berawal dari Krakatau Purba yang meletus dan menyisakan tiga pulau: Sertung, Panjang, dan Rakata, kemudian meletus kembali pada 27 Agustus 1883, membuat gempar dunia.

Dalam buku โ€œLampung dan Masa Depan Sumateraโ€ terbitan Mongabay Indonesia Juli 2021, disebutkan suara ledakan pada 1883 terdengar hingga India, Australia, dan Pulau Rodrigues yang tak jauh Afrika; serta gelombang pasangnya tereteksi hingga Jepang.

โ€œKrakatau muncul ke permukaan tahun 1927, terus tumbuh, dan erupsi pada 2018 itu membuat tingginya sekitar 300-an meter. Fenomena alam ini membuat kami tertarik untuk melakukan penelitian,โ€ ujarnya.

Penampakan Gunung Anak Krakatau 3 bulan setelah erupsi pada 22 Desember 2018. Foto: Dok. KLHK/BKSDA Bengkulu-Lampung

Menurut Jamalan, erupsi pada 2018 itu menjadikan peneliti dapat melihat pembentukan tanah mulai dari awal. Hal ini erat kaitannya dengan pergerakan bumi yang membentuk bahan induk tanah.

RELATED POSTS

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

โ€œIni dipengaruhi iklim, topografi, mahkluk hidup lain, dan waktu. Hubungannya dengan waktu, kami sangat tertarik dengan erupsi yang terbaru karena membuat keadaannya menjadi nol.โ€

Hasil riset yang dilakukan setelah erupsi itu menunjukkan, mulai ada makhluk hidup berupa mikroba dan fungi. Namun belum ada tanaman di sana.

โ€œKami juga mencoba simulasi proses pembentukan tanah dengan curah hujan. Penelitian dilakukan dengan pencucian [leaching] terhadap tephra [batuan vulkanik atau magma] Anak Krakatau. Kami mekaukan simulasi pembentukan tanah, biasanya karena air dari lapisan atas tercuci kemudian di bawah akan terbentuk liat.โ€

Dalam perkembangannya, setelah di-leaching selama tiga bulan, sampel yang diteliti mulai menunjukkan pelapukan. Bahan organik yang ada pada tanah juga mulai meningkat.

ADVERTISEMENT

โ€œTetapi memang hasilnya belum nyata benar. Bahan organiknya dan kapasitas tukar kation [KTK] selama tiga bulan meningkat,โ€ terangnya.


Gunung Anak Krakatau yang meneluarkan asap awal April 2020. Foto: KPHK Kepulauan Krakatau

Menarik untuk penelitian

Prof. Jamalam menjelaskan, banyak penelitian yang bisa dilakukan di areal Gunung Anak Krakatau. Dari sisi geologi, dapat dipelajari tiga pulau terisa dari letusan Krakatau Purba. Dari sisi biodiversiti, dapat ditinjau keragaman vegetasinya.

Diharapkan, kedepan akan ada pusat studi Krakatau yang bisa digunakan untuk penelitian semua bidang keilmuan. โ€œPara ilmuan sangat tertarik dengan Krakatau, dari bidang keilmuannya masing-masing. Saya pikir ini menjadi aset nasional, bahkan aset dunia,โ€ tuturnya.ย 

Hal senada disampaikan Astriana Rahmi Setiawati, Dosen Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Menurut dia, Krakatau merupakan laboratorium alami yang menarik perhatian banyak pihak.

Astriana melakukan penelitian terkait pedogenesis atau ilmu yang mempelajari proses pembentukan tanah. Dia juga meneliti sifat fisik dan kimia tanah di Anak Krakatau.

โ€œHasil muntahannya berbagai macam partikel. Ada yang berukuran boom, blockly, kerikil, pasir vulkanik, dan abu vulkanik. Sekitar gunung, yang berukuran pasir paling banyak. Sementara abunya terbang ke pulau-pulau sekitar,โ€ jelasnya di kampus Unila, Sabtu [21/82021].

Menurut dia, ada korelasi antara ketinggian permukaan dengan ukuran tanah yang terbentuk. Karena saat Krakatau memuntahkan isi perutnya, partikel yang lebih besar tidak terlempar terlalu jauh dari kawah gunung. Sementara, partikel yang ukurannya lebih kecil terlempar lebih jauh.

โ€œJika sudah dimuntahkan, otomatis yang berukuran lebih berat dekat dengan sumbernya. Makanya, semakin ke atas kita akan menemukan partikel yang lebih besar.โ€

Astriana menjelaskan, vegetasi juga mempengaruhi proses pembentukan tanah. Semakin banyak organisme di dalam tanah, semakin intensif pelapukan yang terjadi.

โ€œKalau ada organisme, proses pelapukkan tanah semakin cepat. Makanya di bagian bawah Anak Krakatau sebelum erupsi, sudah ada yang membentuk tanah liat karena dibantu akar tanaman cemara,โ€ paparnya.ย 

Bukan tempat wisata

Edarwan, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, menuturkan kawasan Krakatau tidak bisa dijadikan destinasi wisata. Hal ini dikarenakan wilayah tersebut merupakan cagar alam.ย 

โ€œJadi yang boleh menyentuhkan kaki di sana harus memiliki izin. Itu juga hanya untuk keperluan riset dan pendidikan,โ€ terangnya, Selasa, 24 Agustus 2021.ย 

Walaupun kawasan Gunung Anak Krakatau memiliki daya tarik, dia merekomendasikan untuk berwisata ke pulau lain di Provinsi Lampung.ย 

โ€œPotensi yang ada di sekitar Anak Krakatau tentunya taman laut. Maksudnya, beberapa mil dari kawasan gunung tersebut boleh. Kita bisa snorkling, diving, atau menikmati alam yang memang sangat mungkin dilakukan,โ€ katanya.

Menurut dia, Pemerintah Lampung Selatan ingin mengajukan penurunan status kawasan Gunung Anak Krakatau dari cagar alam menjadi kawasan taman wisata alam. Namun, wacana itu tidak direalisasikan karena mendapat masukan dari berbagai pihak.

โ€œSebelum terjadi erupsi terakhir ini, ada pemikiran bahwa pemerintah ingin menurunkan status sebagian kecil, ada bagian-bagian tertentu yang bisa kita jadikan objek wisata, tapi hanya bagian kecil. Itu sempat ditinjau Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,โ€ jelasnya.

Anak Krakatau, gunung api aktif yang diperkirakan terbentuk sejak 1927. Foto ini diambil pada April 2015. Foto: Rahmadi Rahmad/Mongabay Indonesia

Krakatau berstatus Cagar Alam dan Cagar Alam Laut berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 85/Kpts-II/1990 tanggal 26 Februari 1990 seluas 130 hektar. Kawasan cagar alam menurut UU Nomor 5 Tahun 1990 dan PP Nomor 28 tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam, dapat dimanfaatkan sebagai penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan konservasi alam, serta pemanfaatan plasma nutfah untuk menunjang budidaya.

Syarifudin, Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi [KPHK] Krakatau SKW III BKSDA Bengkulu-Lampung, menjelaskan perlu beberapa prosedur untuk dapat melakukan riset ke Anak Krakatau. Antara lain menyerahkan surat dan proposal kegiatan penelitian dan mempresentasikan apa yang akan dikerjakan.

โ€œDari pihak BKSDA mengawasi kegiatan,โ€ jelasnya, Selasa [24/8/2021]ย 

Irhamuddin, Pengendali Ekosistem Hutan SKW III BKSDA Bengkulu-Lampung, menambahkan upaya yang dilakukan pihaknya dengan melakukan sosialisasi di wilayah cagar alam.

โ€œDalam pengelolaannya, kami melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada tiap masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan wisata di Gunung Anak Krakatau,โ€ pungkasnya.ย 

Sumber: Mongabay Indonesia

Tags: ExploreIndahJalan-JalanJelajahTempatTravelTravelingwisataWisatawan
ShareTweetPin
Explore

Explore

Related Posts

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung
Explore

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

20.01.2026
Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya
Explore

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

17.01.2026
Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata
Explore

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

16.01.2026
Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet
Explore

Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet

15.01.2026
Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak
Explore

Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak

09.01.2026
Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung
Explore

Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung

04.01.2026
Next Post

Virtual Tour 6 Museum Terkeren di Dunia Gratis

Ranukumbolo: Danau Tertinggi yang Diselimuti Mitos

Ranukumbolo: Danau Tertinggi yang Diselimuti Mitos

Iklan

Recommended Stories

Pemkot Surabaya Siapkan Antisipasi Lonjakan Wisatawan Saat Libur Nataru 2024

11.12.2023

Lagi Rencanakan Bulan Madu Berkelas? Jelajahi Destinasi Romantis ini Untuk Perjalanan yang Berkesan

28.12.2023
Syeikh Yusuf Qardhawi Serukan Pemerintah Kaum Muslimin Bersatu Selamatkan Masjid Al-Aqsa

Syeikh Yusuf Qardhawi Serukan Pemerintah Kaum Muslimin Bersatu Selamatkan Masjid Al-Aqsa

08.11.2014

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE ยป

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?