Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Explore

Angklung Gubrag, Kesenian yang Lahir dari Budaya Agraris Masyarakat Sunda

Explore by Explore
30.06.2021
Reading Time: 5 mins read
0
Angklung Gubrag, Kesenian yang Lahir dari Budaya Agraris Masyarakat Sunda
ADVERTISEMENT

 

RELATED POSTS

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

Pertunjukan angklung gubrag kerap dipadukan dengan kendang pencang dan gong. Foto: indonesiakaya

Angklung identik dengan Jawa Barat. Alat musik multitonal atau bernada ganda ini memang berkembang di tengah masyarakat Sunda. Dalam tradisi Sunda masa lalu, angklung memiliki fungsi ritual keagamaan –untuk mengundang Nyai Sri Pohaci atau Dewi Sri (dewi padi lambang kemakmuran) agar memberikan berkah dan kesuburan pada tanaman padi.

Menanam benih padi di tanah orang Kanekes, tulis Saleh Danasasmita dalam Kehidupan Masyarakat Kanekes, dipandang mengawinkan Nyi Pohaci dengan bumi dan ritual ini selalu diiringi dengan angklung. Demikian pula saat upacara seren taun atau panen padi dipersembahkan permainan angklung.

Angklung merupakan alat musik tradisional yang terbuat dari potongan bambu. Ia terdiri dari dua sampai empat tabung bambu yang dirangkai menjadi satu dengan tali rotan. Tabung bambu diukir detail dan dipotong sedemikian rupa untuk menghasilkan nada tertentu ketika bingkai bambu digoyang. Jenis bambu yang digunakan ialah bambu temen (bambu wulung), bambu belang, dan bambu tali. Untuk yang besar ada juga yang mempergunakan bambu surat.

Angklung termasuk ke dalam golongan alat-alat yang dengan istilah musik disebut idiophone, yakni alat-alat yang badannya sendiri mengeluarkan bunyi atau nada bilamana kita sentuh atau pukul.

ADVERTISEMENT

“Karena bentuknya tegak lurus, maka angklung ini dimainkan (dibunyikan) dengan cara digoyang, tidak dipukul,” tulis Helius Sjamsuddin dan Hidayat Winitasasmita dalam Daeng Soetigna: Bapak Angklung Indonesia. Di dalam permainan, angklung ada yang berfungsi memainkan melodi lagu, dan ada juga sebagai angklung pengiring (pengiring lagu).

Kata “angklung” sendiri berasal dari bahasa Sunda “angkleung-angkleungan” yaitu gerakan pemain angklung serta dari suara “klung” yang dihasilkan instrumen bambu ini.

Tak ada keterangan pasti kapan angklung mulai dikenal dan dimainkan. Diperkirakan alat musik ini sudah dikenal sebelum masa Kerajaan Sunda sekitar abad ke-11.

Ada beberapa jenis angklung. Tapi umumnya dikelompokkan menjadi dua: angklung tradisional dan angklung modern.

Masyarakat kampung budaya Sindang Barang menjadikan Angklung Gubrag sebagai iringan dalam rutual Ngala Cai Kukulu. Foto: indonesiakaya

Di kalangan masyarakat Sunda, keberadaan angklung tradisional terkait erat dengan mitos Nyai Sri Pohaci atau Dewi Sri sebagai lambang dewi padi. Angklung tradisional ini dimainkan pada upacara-upacara adat, seperti pesta panen, turun bumi, seren taun, menyambut tamu kehormatan, dan sebagainya. Di dalam permainan, angklung yang memiliki tangga nada pentatonik (da – mi – na – ti – la) biasa dilengkapi dengan alat lain seperti dogdog, kendang dan gong.

Beberapa jenis angklung tradisional, seperti termuat di buku Ketika Musik Bambu Dibicarakan, hingga kini masih ada di lingkungan masyarakat Sunda di Jawa Barat dan Banten. Sebut saja angklung buhun (Desa Kanekes, Banten), angklung bungko (Desa Bungko, perbatasan Cirebon dan Indramayu), angklung gubrag (Desa Cipining, Bogor), angklung dogdog lojor (Kasepuhan Pancer Pangawinan atau Kesatuan Adat Banten), angklung badeng (Desa Sanding, Garut), angklung buncis (Desa Baros, Bandung), angklung badud (Priangan Timur/Ciamis), angklung bungko (Indramayu), dan angklung ciusul (Banten).

Kemunculan angklung modern tak bisa dilepaskan dari sosok Daeng Soetigna. Pada 1938, rumah Daeng di Kuningan, Jawa Barat yang saat itu seorang guru HIS (Hollandsch-Inlandsche School) setingkat SD sekarang, kedatangan seorang pengemis tua yang memainkan angklung buncis.

Karena terkesan, dia membeli angklung dari pengemis itu untuk dipelajarinya. Kemudian dia mencari dan bertemu dengan pembuat angklung bernama Pak Djaja, yang dia sebut sebagai “guru besarnya”. Dia juga berguru kepada Pak Djaja mengenai hal-ihwal angklung.

Angklung Gubrag merupakan salah satu bentuk seni yang lahir dari pola masyarakat sunda yang agraris. Foto: indonesiakaya

Karena keuletannya, Daeng berhasil mengubah tangga nada angklung tradisional yang pentatonik menjadi angklung modern dengan tangga nada diatonik chromatik (do – di – re – ri – mi – fa – fi – sol – sel – la – li – ti – do). Angklung inilah yang kemudian diperkenalkan dan dipopulerkannya. Angklung ini kemudian disebut “angklung modern” atau disebut pula “Angklung Padaeng”. Untuk itu pula Daeng Soetigna mendapat julukan “Bapak Angklung Indonesia”.

Sejak itu, angklung berkembang dan mulai dikolaborasikan dengan alat musik lain seperti piano, gitar, drum, dan bahkan dalam bentuk orkestra. Angklung juga dipentaskan dalam pertunjukan-pertunjukan musik bertaraf regional, nasional, hingga internasional.

Setelah Daeng Soetigna, pengembangan angklung dilakukan muridnya: Mang Udjo Ngalagena. Pada 1967 dia mendirikan pusat pembuatan dan pengembangan kreasi kesenian angklung yang dikenal dengan nama Saung Angklung Mang Udjo di Padasuka Cicaheum, Bandung. Di tempat ini, pengunjung bisa belajar memainkan angklung, menonton pertunjukan musik angklung, serta melihat langsung proses pembuatan alat musik ini.

Baca juga: Mengenal Suku Asmat: Suku Titisan Dewa di Papua

Berkat seniman-seniman kreatif dan inovatif, angklung terus berkembang dan mendapat pengakuan dunia. Pada November 2010, Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan atau UNESCO menetapkan angklung sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia.

Angklung sebagai instrumen musik maupun seni pertunjukan telah mengalami perkembangan cukup signifikan. Namun, inovasi tetap dibutuhkan agar angklung mampu bertahan seiring perkembangan zaman. Dari pengembangan dan inovasi itulah muncul angklung piano, angklung toel, hingga angklung robot.

Jika Indonesia tidak terus-menerus mengembangkannya, penetapan angklung sebagai warisan budaya dunia bisa menjadi bumerang. Sebab, negara manapun bisa mengembangkan dan melakukan inovasi terhadap alat musik ini.

Sumber: indonesiakaya.com

Tags: ExploreIndahJalan-JalanJelajahTempatTravelTravelingwisataWisatawan
ShareTweetPin
Explore

Explore

Related Posts

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung
Explore

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

20.01.2026
Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya
Explore

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

17.01.2026
Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata
Explore

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

16.01.2026
Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet
Explore

Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet

15.01.2026
Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak
Explore

Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak

09.01.2026
Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung
Explore

Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung

04.01.2026
Next Post
Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Kantor Bank Nationalnobu di Bali

Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Kantor Bank Nationalnobu di Bali

Doa Iftitah Buya Hamka

Iklan

Recommended Stories

Faedah Syair Taubat

Faedah Syair Taubat

23.11.2018

Rinjani Trek Juara Pertama CIPTA Award 2010

05.11.2010

Sejarah Surakarta (52): Parada Harahap dan Surakarta, The King of Java Press; Poenalie Sanctie di Deli – Menjadi Indonesia di Solo

22.01.2023

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?