Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Explore

Day 15; Train to Bangkok

Jelajah by Jelajah
20.06.2020
Reading Time: 25 mins read
0
Day 15; Train to Bangkok
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

ADVERTISEMENT
Pengalaman di Nong Khai cuma sehari doang. Niatnya emang cuma pengen lihat suasana kota perbatasan ini dan menikmati sunset view sungai Mekong dari Thai side, karena sebelumnya lihatnya dari Laos side. Not much to see actually, karena emang bukan kota turis. Kudu beneran riset dulu sebelum ke sini, dan datangnya pas ada event-event tertentu. Well, anyway, here I am, at the Nong Khai station waiting my train to depart to Bangkok.

—–
Artikel ini merupakan rangkaian perjalanan solo backpacking gua keliling ASEAN selama kurang lebih sebulan. Prologue-nya udah gua tulis di sini, kenapa gua melakukan solo travelling seperti ini. Day 1, Day 2 di Melaka, Day 3 di Phnom Penh, Day 4 perjalanan ke Siem Reap, Day 5 keliling Angkor Wat, Day 6 Killing Field Siem Reap, Day 7 nyeberang perbatasan Kamboja-Vietnam lewat darat. Day 8 keliling Saigon dan masuk ke War Remnant Museum, Day 9 main ke Vietnam Traditional Medicine Museum and then Stranded at Old Quarter Hanoi in the middle of the night. That night, enjoyed Hanoi Old Quarter, Car Free Day & Weekend Market. Day 11 gw kejebak hujan, tapi akhirnya enjoy egg coffee dan kenalan dengan cewe lokal. Day 12 perjalanan hampir seharian menyeberang perbatasan Vietnam – Laos dengan bus! Day 13 di Vientiane, day 14 nyeberang dari Laos ke Thailand, serta explore Nong Khai. 

And this is my next story, DAY 15, train to Bangkok
From Nongkhai, for 10+ hours…
—–

ASEAN, Asia, Backpacking murah, Bangkok, Border, Budget Travelling, Flashpacking, hostel, hua lamphong, Indochina, Laos, Museum, nong khai, travel by train



Pagi. Gw early check out sebelum jam 6 di Guesthouse gw, lalu jalan kaki ke sini. Jalan santai aja. Langit masih berwarna biru donker, matahari masih malu-malu di ufuk timur sana. Suasana kota masih mati, dan lampu-lampu jalanan masih nyala. Udara pagi terasa segerrrr banget! Makanya gw jalan santai aja ke arah stasiun. Tapi tiba di Nong Khai Stasiun masih 40 menit sebelum jam 7 a.m. Padahal jalan dah santai. Mungkin karena udah tau jalan juga, jadinya lebih cepet.


Nong Khai Station


ASEAN, Asia, Backpacking murah, Bangkok, Border, Budget Travelling, Flashpacking, hostel, hua lamphong, Indochina, Laos, Museum, nong khai, travel by train
Welcome to NongKhai Station


Tiba di stasiun ini, matahari udah mulai pede sinarin bumi, udara yang tadinya dingin pelan-pelan mulai menghangat. Langitpun udah berwarna cerah dengan awan-awan nongkrong dengan santainya di atas sana, menandakan hari ini bakal cerah. At least untuk kota ini.


ASEAN, Asia, Backpacking murah, Bangkok, Border, Budget Travelling, Flashpacking, hostel, hua lamphong, Indochina, Laos, Museum, nong khai, travel by train
Waiting area di NongKhai Station. Cuma ada beberapa calon penumpang yang nunggu.

Di dalam stasiun cuma ada beberapa orang warga lokal menunggu kereta. Keretanya mah dah ready, tapi belum siap diberangkatkan. Sekitar 10 menit kemudian, pukul 6.30-an kita dah dipersilahkan naik ke kereta.

Keretanya sendiri bukan kereta keren kayak BTS di bangkok, atau kereta ala-ala KA Parahyangan yang penampakannya bagus. Nope. Kereta ini dari luar sudah terasa aura tuanya, meski terawat. Bayangin aja kereta KRL Bogor-Jakarta. Cuma bedanya, di kereta ini lay-out seat-nya yang dipasang 2-2 kiri kanan. Kecuali di ujung-ujung gerbong, seat-nya paralel. Seat-nya terbuat dari besi-besi dingin tanpa alas tanpa bantalan dan saling ngadap-ngadapan. Untuk kenyamanan disediakan kipas angin. Mau kenyamanan extra? Buka aja jendelanya, biar ngerasain AC alam 😆 Di atas seat disediakan tempat naroh barang. Juga ada pegangan yang terpasang rapih di situ, menandakan orang-orang bisa aja berdiri di sepanjang perjalanan ini. 



ASEAN, Asia, Backpacking murah, Bangkok, Border, Budget Travelling, Flashpacking, hostel, hua lamphong, Indochina, Laos, Museum, nong khai, travel by train
Waiting for the train

ASEAN, Asia, Backpacking murah, Bangkok, Border, Budget Travelling, Flashpacking, hostel, hua lamphong, Indochina, Laos, Museum, nong khai, travel by train
My ticket to Bangkok

ASEAN, Asia, Backpacking murah, Bangkok, Border, Budget Travelling, Flashpacking, hostel, hua lamphong, Indochina, Laos, Museum, nong khai, travel by train
Kantor imigrasi di stasiun NongKhai. Kalau naik kereta dari/ke Vientiane, Laos, melalui kantor ini dulu. Tapi belum buka karena belum ada kereta yang datang/pergi ke Laos.

ASEAN, Asia, Backpacking murah, Bangkok, Border, Budget Travelling, Flashpacking, hostel, hua lamphong, Indochina, Laos, Museum, nong khai, travel by train
Siap-siap berangkaat!



P.S. Setelah perjalanan ini, gw beberapa kali naik kereta di Thailand. Kereta antar kota di Thailand kelas ekonomi emang begitu. Nyari seat ala simpa cepat dia dapat. Kalo ga, kudu berdiri.




Gerbong yang gw naikin, adalah kelas 3, alias yang paling murah. So, what do you expect? Jangan berharap bakal nyaman. Selama 10 jam lebih jangan berharap bakal nyaman.😐

Mengingat sebelumnya gw dah melalui jalur neraka dari Hanoi-Vientiane selama 21 jam tanpa toilet dan seat berth yang poses nanggung, gw dah siapin mental perjalanan ini bakal sucks. But at least di sini ada toilet! Yay!

Jam 7 lebih dikit karena pake ngaret, keretanya berangkat!


Life Inside the Train

Di tiket gw dah ada nomor seat-nya. Jadi gw duduk sesuai Nomor, lokasinya ada di tengah deh. Gw taroh tas di atas seat gw. Di depan gw ada ibu-ibu lokal, di seberang gw juga ibu-ibu lokal. Ada juga beberapa bapak-bapak, yang anak mudanya dikit. Intinya, gw dikelilingin ama orang lokal. Kebanyakan bawaannya kotak kardus. Gw ga liat orang yang bawa koper di gerbong gw, tapi di gerbong sebelah ada.  

Kereta ini mampir di hampir tiap stasiun. Kalau lihat di google maps si, total ada 29 stasiun. Tiap stasiun berhenti sekitar 5 menit sebelum kereta berangkat lagi. Selama itu, penumpang naiv dan turun. Dan selama perjalanan, yang naik orang lokal semua. Yang turis gw kayaknya gw doang ni. Oh well, lagi-lagi gada temen cerita nih sepanjang perjalanan. 

Daripada bengong, gw ajak ibu-ibu sekitar gw buat ngobrol. Mereka pada mikir gw orang lokal jg. Semacam turis lokal, karena muka gw kayak orang lokal. Lalu pada ketawa terus mulai deh kita ngobrol pake bahasa masing-masing plus gestur tangan. Ada yang  mudah dipahami kayak gestur, makan, minum atau tujuan ke mana. Banyakan ga ngertinya sih. Kalo udah kayak gitu yaa ketawa aja, hehee.


ASEAN, Asia, Backpacking murah, Bangkok, Border, Budget Travelling, Flashpacking, hostel, hua lamphong, Indochina, Laos, Museum, nong khai, travel by train, life inside train
Life inside the train. Liat tuh seatnya! Besi-besi doang. Duduk 10+jam di situ, pantat dijamin tepos!

ASEAN, Asia, Backpacking murah, Bangkok, Border, Budget Travelling, Flashpacking, hostel, hua lamphong, Indochina, Laos, Museum, nong khai, travel by train, life inside train
Life inside the train. Kereta ini berhenti di tiap stasiun. Dan setiap berhenti, penumpang naik dan turun. Ada juga penjual makanan dan minuman yang naik, keliling kereta dan turun di stasiun berikutnya.


Di antara stasiun berhenti, kadang ada pedagang ikutan naik kereta. Mereka dagangin minuman, nasi bungkus, cemilan dan asinan, sambil bolak-balik dari satu gerbong ke gerbong lainnya. Lalu turun di stasiun berikutnya. Sesekali kondektur keretanya lewat bwt ngecek tiket kereta. Tiketnya dibolongin pake pembolong kertas. Melihat itu semua, pikiran gw balik ke jaman belasan tahunan yang lalu kalo naik KRL di Jakarta. Pedagang bebas naik turun kereta sambil ngegendong ato ngedorong gerobak jualannya. Kondektur keretanya ngecek tiket pake pembolong kertas. Kadang kucing-kucingan jg ama kondekturnya. Jangan ditiru ya 😅 Jaman lawas, sekarang mah naik KRL di Jakarta dah jauuuuh lebih enak. 

The Views

Karena perjalanan lebih dari 10 jam di saat matahari masih ada, jadi kita bisa menikmati pemandangan sepanjang jalan. Thank God! Seenggaknya gak pengong-bengong amat lah sepanjang jalan. Meskipun bisa ngobrol-ngobrol dengan orang lokal pake bahasa Tarzan, tapi ga mungkin 10 jam ngobrol pake cara ituu😅


ASEAN, Asia, Backpacking murah, Bangkok, Border, Budget Travelling, Flashpacking, hostel, hua lamphong, Indochina, Laos, Museum, nong khai, travel by train, life inside train
Setiap mau berhenti di stasiun, view nya kurang lebih begini.

And you know what? The view wasn’t disappointing! Keretanya lewat area sungai atau persawahan, dengan background perbukitan. Kadang bukitnya hijau dengan pohon, kadang bukit bebatuan sedimen merah. Beberapa kali keretanya lewat di pinggiran danau. Entah danau buatan ato bukan, pokonya keren aja. Mengingat perjalanan jauh gw yang sebelumnya (Hanoi-Vientiane) dimulai di malam hari, jadi pemandangan alam yang gw lihat di sini sangat keren!

And the top of the cerry was, Pasak Conlasit Dam. Danau buatan gede ini berada di provinsi Lopburi dan merupakan Dam terbesar di Central Thailand. Diinaugurasi pada tahun 1999 oleh King Bhumibol sendiri, sekarang danau ini merupakan tourist attraction. Ada kereta khusus dari Hua Lamphong, Bangkok menuju Dam ini, dan para turis bisa foto-foto di rel kereta dengan latar danau buatan ini. Nah, kenapa gw bilang area ini top of the cerry? Karena rel keretanya membelah dam ini!


ASEAN, Asia, Backpacking murah, Bangkok, Border, Budget Travelling, Flashpacking, hostel, hua lamphong, Indochina, Laos, Museum, nong khai, travel by train, life inside train, pasak chonlasit, dam, reservoir
Melewati Pasak Chonlasit Dam. Ga nyangka bakal ada view seperti ini!

ASEAN, Asia, Backpacking murah, Bangkok, Border, Budget Travelling, Flashpacking, hostel, hua lamphong, Indochina, Laos, Museum, nong khai, travel by train, life inside train, pasak chonlasit, dam, reservoir
Di kiri dan kanan kereta, viewnya seperti ini!

Danau sepanjang 4.860 meter ini dibelah oleh rel kereta api! Jadi ketika lewat di sini, kiri-kanan kereta tuh aer semua! Setelah kereta beranjak dari stasiun Lam Narai, gak berapa lama kereta mulai membelah Dam! Lalu ada dua stasiun yang letaknya pas di pinggir danau ini. Stasiun Khok Salung dan stasiun Kaeng SuaTen. Google it! 


Setelahnya, viewnya mulai B lagi aja. Keretanya melewati Ayutthaya, pengennya mampir si, tapi next time lah, kata gw dalam hati (and I did, twice!). Mungkin setelah sampai di Bangkok gw bikin plan ke sini (but unfortunately I didn’t coz something happened).

ASEAN, Asia, Backpacking murah, Bangkok, Border, Budget Travelling, Flashpacking, hostel, hua lamphong, Indochina, Laos, Museum, nong khai, travel by train, life inside train, train selfie
Selfie dulu lah!


Melewati Ayutthaya, kurang lebih 2 jam lagi sampai di permberhentian terakhir. Memasuki area Don Mueang (yeah, the Airport one) udah mulai kelihatan aura-aura Bangkoknya. Lalu sampai di stasiun Bang Sue. Waktu itu, stasiun yang letaknya di belakang area Mo Chit, deket Chatuchak sedang ada pembangunan sangat  massif. Kirain mau bikin jalan tol. Sekitar setahun kemudian gw tau kalau yang dibangun tuh stasiun baru. Entah stasiun Bang Sue mo dipindah ke situ, atau beneran bikin stasiun baru.


ASEAN, Asia, Backpacking murah, Bangkok, Border, Budget Travelling, Flashpacking, hostel, hua lamphong, Indochina, Laos, Museum, nong khai, travel by train, life inside train, bangsue
Memasuki area Bang Sue, belakangnya MoChit / Chatuchak

ASEAN, Asia, Backpacking murah, Bangkok, Border, Budget Travelling, Flashpacking, hostel, hua lamphong, Indochina, Laos, Museum, nong khai, travel by train, life inside train, bangsue
Mulai melewati stasiun-stasiun KRL

Dari Bang Sue, kurang lebih 20 menitan lagi sampai di Hua Lamphong. Hua Lamphong atau lebih dikenal sebagai Krung Thep oleh orang lokal ini boleh dibilang stasiun utama Thailand tengah, yang lokasinya di Pathum Wan district, Bangkok. Hampir semua kereta destinasinya akhirnya ke sini. Tapi sebagai tips, stasiun Bang Sue lebih enak dan efekti maktu  karena hampir semua kereta yang dari Hua Lamphong juga melewati Bang Sue lalu mecah ke utara atau selatan. Cuma yaah, kemungkinan besar ga bakal dapat tempat duduk 😬 kalo milihnya tiket ekonomi.

Sekitar 20 menit kemudian, sekitar 17.40-an, akhirnya kereta tiba di Hua Lamphong. Ini pertama kalinya gw ke stasiun ini. Pas turun, stasiunnya ini nampak luas dengan atap dome melingkar. Rangka besi menghiasi atapnya. Total ada 14 platform di stasiun ini, dan 26 booth tiket. 


ASEAN, Asia, Backpacking murah, Bangkok, Border, Budget Travelling, Flashpacking, hostel, hua lamphong, Indochina, Laos, Museum, nong khai, travel by train,
Di dalam Hua Lamphong Station. Domenya yang semi lingkaran dengan konfigurasi besi sebagai rangkanya jadi inget stasiun Tanjung Priok di Jakarta.

ASEAN, Asia, Backpacking murah, Bangkok, Border, Budget Travelling, Flashpacking, hostel, hua lamphong, Indochina, Laos, Museum, nong khai, travel by train,
Stasiun Hua Lamphong atau dikenal juga sebagai Krung Terp Station

ASEAN, Asia, Backpacking murah, Bangkok, Border, Budget Travelling, Flashpacking, hostel, hua lamphong, Indochina, Laos, Museum, nong khai, travel by train,
Booth penjualan tiket off line

ASEAN, Asia, Backpacking murah, Bangkok, Border, Budget Travelling, Flashpacking, hostel, hua lamphong, Indochina, Laos, Museum, nong khai, travel by train,
Musholla juga tersedia di dalam sini!

Ketika jam menunjukkan pukul 18.00 teng, tiba-tiba di pengeras suara memutar lagu berbahasa Thai. Dan semua orang tiba-tiba diam dan berdiri. Gw pikir ada apa, ternyata tiap jam 6 tuh mereka muter lagu kebangsaan (atau mungkin lagu kerajaan?) dan semua orang terutama warga lokal wajib berdiri untuk menghormati sang Raja. Kalo turis, masih dimaklumi, tapi kagok juga kalo gw doang yang bergerak sendiri. Makanya gw ikutan. Peer pressure, hehee.

P.S. Waktu itu sang Raja telah setahun wafat. Tapi rakyatnya masih mengenang dan menghormati beliau.

ASEAN, Asia, Backpacking murah, Bangkok, Border, Budget Travelling, Flashpacking, hostel, hua lamphong, Indochina, Laos, Museum, nong khai, travel by train,
Welcome to Bangkok!





Keluar dari area stasiun, nampak area Bangkok yang gw ga familiar. Area ini nampak seperti kota tua. Gw cek peta, Hua Lamphong ini masih “deket” dengan area Grand Palace, Khaosan Road maupun Chinatown. Tapi jauh dari Sukhumvit, di mana sebelumnya gw seringnya nginep di sana. Maklum, dulu bistrip jadinya dapat hotelnya di area yang keren. Makanya area sini unfamiliar. 


ASEAN, Asia, Backpacking murah, Bangkok, Border, Budget Travelling, Flashpacking, hostel, hua lamphong, Indochina, Laos, Museum, nong khai, travel by train,
Area yang gw ga familiar nih
Hostel yang udah gw book sebelumnya berada di area Phra Khanong, cuma jalan berapa meter dari stasiun BTS. Tapi dari Hua Lamphong, gw kudu naik MRT Hua Lampong, turun di MRT Sukhumvit, nyambung BTS Ashok dan turun di BTS Phra Khanong. Atau dari MRT Hua Lamphong turun di MRT Si Lom, lanjut BTS Sala Daeng, transit di Siam, turun di Phra Khanong. 

Mengingat duit terbatas, gw jalan kaki demi menghemat  😅 

—-

S7 Hostel
Overview

Lokasi…………. 9 (dekat dengan BTS, kombini 24jam, pasar, foodcourt, tapi cukup sepi untuk tidur dengan nyaman)
Kenyamanan.. 10
Kebersihan….. 10 (karena masih baru jadinya bersih)
Security ……… 10 (Masuk dalam area hostel pake card, di dalam bed ada loker)
Internet ………. 10 (kenceng)
Fasilitas ……… 10 (cukup lengkap, ac dingin, hot shower)
Service ……….   9 
Price ………….. 10 (worth it!)

S7 Hostel Bangkok

Lokasi hostel ini ada di lorong kecil, tapi di sekelilingnya ada beberapa hostel juga, bahkan di sebelahnya berupa apartemen kelas atas! Dari luar, hostel ini terlihat hijau dengan tanaman merambatnya.

ASEAN, Asia, Backpacking murah, Bangkok, Border, Budget Travelling, Flashpacking, hostel, hua lamphong, Indochina, Laos, Museum, nong khai, travel by train, S7 hostel bangkok, s7 hostel, hostel
View Hostel dari luar; foto diambil keesokan hari

ASEAN, Asia, Backpacking murah, Bangkok, Border, Budget Travelling, Flashpacking, hostel, hua lamphong, Indochina, Laos, Museum, nong khai, travel by train, S7 hostel bangkok, s7 hostel, hostel
Area resepsionis

Di resepsionis gw disambut oleh Miki, sang ownernya. Ama dia cerita hostel ini terbilang baru berapa minggu buka dan ada promo buy 1 get 1. Jadi gw bayar sehari untuk 2 hari. Yay! Gw dikasih handuk (ga gratis, kudu dibalikin pas check-out), lalu ditunjukin kamar gw. 

Lokasi kamar gw berada di lantai 3 dari total 4 lantai. Di tiap lantai ini cuma ada 1 kamar dengan 4 shared toilet dan 2 shared shower room terpisah di luar kamar. Di dalam kamar sendiri ada 4 bunkbed, jadi per kamarnya maksimal 8 orang. Tiap bed dapat tirai, 2 bantal kepala dan selimut. Di atas kepala ada lemari yang cukup gede buat naro tas 60 liter! Meski tas gw ga segede itu si. 


ASEAN, Asia, Backpacking murah, Bangkok, Border, Budget Travelling, Flashpacking, hostel, hua lamphong, Indochina, Laos, Museum, nong khai, travel by train, S7 hostel bangkok, s7 hostel, hostel
Area dalam kamar

ASEAN, Asia, Backpacking murah, Bangkok, Border, Budget Travelling, Flashpacking, hostel, hua lamphong, Indochina, Laos, Museum, nong khai, travel by train, S7 hostel bangkok, s7 hostel, hostel
Bed gw nih, ada curtain nya, dan lemari kecil di dalamnya

Karena masih terbilang baru, area toilet dan shower room nya pun masih bersih banget. Shower room nya sendiri dialasi dengan batu alam. Ciamik dah! Di lantai 4 ada rooftop buat bersantai, lengkap dengan karpet rumput sintetis dan kursi leyeh-leyeh. Di lantai satu, deket resepsionis ada laundry room, lengkap dengan dryer machine. 

ASEAN, Asia, Backpacking murah, Bangkok, Border, Budget Travelling, Flashpacking, hostel, hua lamphong, Indochina, Laos, Museum, nong khai, travel by train, S7 hostel bangkok, s7 hostel, hostel
Ada night foodcourt kekinian di belakang hostel

ASEAN, Asia, Backpacking murah, Bangkok, Border, Budget Travelling, Flashpacking, hostel, hua lamphong, Indochina, Laos, Museum, nong khai, travel by train, S7 hostel bangkok, s7 hostel, hostel
Ada juga pasar malam tradisional di gang kecil di seberang jalan

ASEAN, Asia, Backpacking murah, Bangkok, Border, Budget Travelling, Flashpacking, hostel, hua lamphong, Indochina, Laos, Museum, nong khai, travel by train, S7 hostel bangkok, s7 hostel, hostel
Dinner murah; mie bakso pake bihun, kacang panjang, pare dan sayur-sayuran, cuma 30 Baht!


Setelah unpacking dan mandi, gw keliling area sekitar. Di deket area ini adalah distrik kelas atas dengan tempat nongkrong gaul. Tapi nyeberang dikit, ada area pasar lokal. Gw beli makanan di situ, buat di makan sambil ngelaundry. Kelar laundry, baju-baju gw angkat. Masi rada lembab. Yasud lah gw bawa aja ke kamar trus gantung di beberapa spot. Mumpung ada tirai, jadinya rada ‘aman’ lah klo mo gantung-gantung. Dan untung ga semua bed terisi, jadi ada beberapa spot yang bisa gw pake bwt gantungin jemuran gw, hahhaa. Jangan ditiru guys!

ASEAN, Asia, Backpacking murah, Bangkok, Border, Budget Travelling, Flashpacking, hostel, hua lamphong, Indochina, Laos, Museum, nong khai, travel by train, S7 hostel bangkok, s7 hostel, hostel
Rooftop S7 Hostel

ASEAN, Asia, Backpacking murah, Bangkok, Border, Budget Travelling, Flashpacking, hostel, hua lamphong, Indochina, Laos, Museum, nong khai, travel by train, S7 hostel bangkok, s7 hostel, hostel
Area menuju Hostel ada dua. Yang satu lorong kecil khas urban Bangkok. Yang satunya melewati residence mewah seperti ini; ada apartemen, kombini dan perkantoran.
ASEAN, Asia, Backpacking murah, Bangkok, Border, Budget Travelling, Flashpacking, hostel, hua lamphong, Indochina, Laos, Museum, nong khai, travel by train, S7 hostel bangkok, s7 hostel, hostel
Jalur lainnya kayak begini. Mending lewat yang satunya kan? Heheee…
ASEAN, Asia, Backpacking murah, Bangkok, Border, Budget Travelling, Flashpacking, hostel, hua lamphong, Indochina, Laos, Museum, nong khai, travel by train, S7 hostel bangkok, s7 hostel, hostel
Jarak ke BTS Phra Khanong cukup deket

Anyway, gw lanjut tidur buat bersiap besok hari. 

Besok mo ngapain ya… 

Well, some shit happened!

— つづく

Damage Cost
Lunch kereta B50

S7 Hostel B259 (2 nights, price of 1)
Dinner & drinks B50
Laundry B30

FYI, Train to Bangkok B253 (gw masukin di damage cost sehari sebelumnya)

TOTAL (rate saat itu) IDR 155.600

TIPS

Nong Khai to Bangkok

1. By Train


2. Pasak Chonlasit Dam
You can go here from Hua Lamphong by special train on Saturdays & Sundays. Train start at 7.10am and reach the dam at 11.40am. The train stops in the middle of the lake, allowing tourists to take photos. Train pepart at 3.30pm and reach Hua Lamphong at 6.20pm. 
Tags: Jalan-JalanPelesirTempat WisataTourTravelTravelingwisata
ShareTweetPin
Jelajah

Jelajah

Related Posts

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung
Explore

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

20.01.2026
Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya
Explore

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

17.01.2026
Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata
Explore

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

16.01.2026
Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet
Explore

Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet

15.01.2026
Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak
Explore

Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak

09.01.2026
Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung
Explore

Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung

04.01.2026
Next Post

Iklan perekrutan tentara marinir Belanda untuk diterjunkan di Indonesia, 1945

Singgah Di Kota Mukomuko

Singgah Di Kota Mukomuko

Iklan

Recommended Stories

Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Kantor Bank Seabank Indonesia di Semarang

Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Kantor Bank Seabank Indonesia di Semarang

15.06.2021

NIKMAT WAKTU JANGAN DIHABISKAN UNTUK URUSAN DUNIA

19.05.2021

Resep Sup Tahu Jamur Spesial

02.11.2013

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026
Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?