Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Explore

Musim Semi di Veliko Tarnovo, Bulgaria

Explore by Explore
30.07.2018
Reading Time: 9 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

ADVERTISEMENT
Bulgaria itu memesona. Meski tidak serapi negara-negara di Eropa Barat, Bulgaria menjadi negeri Balkan yang manis.
Pagi itu, aku sudah berada di Bandara International Soekarno-Hatta Terminal 3 untuk penerbangan Jakarta-Kuala Lumpur. Ya, aku sendirian. Aku akan bertemu ibuku dan tim tarinya di Kuala Lumpur International Airport. Kami akan berangkat ke Bulgaria demi mengemban misi pertukaran kebudayaan di sana, dalam ajang Balkan Fest: The World Cup of Folklore 2018. Hari itu sehari menjelang Ramadhan. Pada saat orang bersiap ke masjid untuk salat tarawih malam hari, aku dan tim menunggu penerbangan selanjutnya menuju Sofia, Bulgaria yang transit terlebih dahulu di Istanbul.

Jelajah Bulgaria
Jelajah Bulgaria, source: jurnaland.com
Transit di Kuala Lumpur untuk memulai perjalanan menuju Bulgaria.

Musim semi di Bulgaria-source: jurnaland.com
Siap untuk mengawali Ramadhan di Bulgaria.
Ini perjalanan jauh keduaku pada saat Ramadhan. Aku akan sahur pertama di langit Istanbul sekaligus salat subuh di pesawat. Sekilas orang akan menilai kalau aku tak menghormati Ramadhan dan seharusnya aku sedang berada di rumah untuk menjalani tarawih pertama, sahur pertama, dan berbuka bersama dengan keluarga. Persoalan ini sempat menjadi ancaman bagi kami yang akan berangkat awal Ramadhan itu Bulgaria. Namun, bagaimana jika dibalik. Aku memulai Ramadhan dengan perjalanan. Perjalanan menjadi sebuah ibadah dan punya nikmat tak terhingga yang membuat Ramadhan ini menjadi lebih bermakna. Aku merasa lebih hidup dan banyak sekali bersyukur saat sahur dimulai dari langit penuh bintang menuju Turki, negeri seribu kubah. Siapa yang akan mengingkari nikmatnya. Meski sekadar makan dengan makanan yang dihangatkan dalam oven pesawat, diberikan pramugari demi penumpang tidak jetlag saat menempuh perjalanan 10 jam di pesawat, tapi terasa syahdu. Aku meniatkan itu sebagai awal ibadahku yang berkali-kali lipat membawa hikmah pada diri sendiri, bahwa hidup itu tidak flat.
Ku bertekad, sama seperti tahun lalu di Georgia, meski perjalanan akan melelahkan dan waktu puasa lebih panjang dari biasanya (16,5 jam), aku tetap meniatkan diri untuk berpuasa dan bergembira mengikuti serangkaian acara pertemuan kebudayaan dunia di Bulgaria.
Bandara internasional Soekarno-Hatta-source: jurnaland.com
Memulai Ramadhan dengan perjalanan.
Sahur pertama di langit Istanbul-source: jurnaland.com
Sahur pertama di langit Istanbul.

Attaturk International Airport-source: jurnaland.com
Pagi hari di Istanbul.

Saat pesawat kami mendarat di Attaturk International Airport, saat fajar muncul, aku memulai puasa dengan kepala sangat berat. Kami harus berlari menuju koridor transit untuk pemeriksaan menuju boarding room. Pesawat kami di Sofia sudah menunggu. Boarding pass dan visa Bulgaria sempat dipertanyakan, tetapi untungnya tidak menjadi kendala besar. Aku heran, kenapa selalu ada diskriminasi terhadap orang berpaspor burung garuda? Visa dan paspor kami difoto sebelum kami diizinkan masuk pesawat.

Penerbangan menuju Sofia, ibukota Bulgaria, berlangsung 2 jam. Lagi-lagi, kami ditahan di imigration border saat pemeriksaan visa. Kami disuruh menunggu sekitar 1 jam sembari petugas imigrasi Sofia memeriksa data kami. Usai menandatangani surat yang entah apa, aku tak mengerti aksaranya, yang penting urusan cepat beres, akhirnya aku dapat menginjakkan kaki di Sofia. Welcome to Bulgaria, kata petugas imigrasi bandara.
Seorang driver dengan rambut ikal yang memutih sudah menunggu kami di pintu kedatangan. Angin semilir juga ikut menyambut kami, membelai kerah jaketku yang tipis. Suhu udara saat itu di bawah 17 derajat celcius. Sofia mengucapkan selamat datang dengan angin musim seminya. Pagi itu, aku dan tim akan melakukan road trip selama 3 jam menuju Veliko Tarnovo bersama sopir travel ini yang hanya menggunakan kaus oblong lalu membuka jendela mobil lebar-lebar biar angin bersemi di dalam mobil. Dia tidak tahu bahwa kami berasal dari negara tropis. Dia tidak akan pernah mengerti bahwa suhu udara terendah di Indonesia hanya sampai 25 derajat celcius. Jika ada yang di bawah itu, ya hanya waktu-waktu dan lokasi tertentu. Mana tahan badan tipisku ini diterpa angin musim semi yang dingin itu. Mau kucolek beliau, tapi dia tidak bisa berbahasa Inggris. Jadilah, angin sukses membuatku masuk angin. Ketika dia hanya bersenandung sambil menyetir, kepalaku mulai berat padahal pemandangan bukit dan kebun bunga luas terhampar di kiri-kanan jalan.

Road Trip Sofia-Veliko Tarnovo-source: jurnaland.com
Road trip Sofia-Veliko Tarnovo dimulai.

Road Trip Sofia-Veliko Tarnovo 2-source: jurnaland.com
Meski ada marka jalan, tapi tetap nggak bisa baca.

Road trip Sofia-Veliko Tarnovo 3-source: jurnaland.com
Aku mampir rest area tapi nggak jajan karena puasa.

Selama satu setengah jam jalanan panjang berliku, masuk-keluar terowongan menembus bukit, menerabas pinggir jurang, serta melewati kebun lavender dan berbagai jenis berry-berry-an yang sedang bersemi, mobil berhenti di sebuah rest area. Rupanya itu prosedur perjalanan jauh di sana. Mereka wajib berhenti di rest area. Sang sopir mempersilakan kami untuk jajan dan buang air selama 10 menit. Aku sungguh tergoda untuk membatalkan puasa saat itu karena mulai merasa jetlag. Rasa kantuk menyerang kian parah. Kalau di Indonesia, saat itu mestinya sudah magrib. Meski niat membatalkan puasa itu ada, tapi malah uang yang tidak ada. Aku belum menukarkan mata uang lokal, yaitu leva (1 leva=8000 rupiah). Jadi, aku belum bisa jajan sekalipun ada beberapa lembar euro di kantong. Teman-temanku sedang asyik mengunyah stok camilan di dalam mobil. Setidaknya cukup untuk mengganjal perut. Hanya aku saja yang berpuasa hari itu, bahkan ibuku pun tidak karena mereka harus tampil prima untuk membawakan tarian tradisional hari pertama, sore itu juga.
Veliko Tarnovo berbeda sekali dengan Sofia. Sofia yang punya bangunan-bangunan dengan arsitektur modern, jalanan yang lebih rapi dan ramai, bertolak belakang dengan tata kota Veliko Tarnovo. Memasuki Veliko Tarnovo seperti memasuki wilayah Eropa masa lalu. Bangunan-bangunannya cenderung lebih tua, jalanannya lebih lengang, kontur tanahnya juga tidak rata, banyak turunan dan tanjakan.
Mobil kami berhenti di sebuah jalan. Awalnya ku bingung, apakah kami sudah sampai atau belum. Dia pun tidak memberi tahu. Setelah menunggu sekitar 5 menit, dua gadis manis menghampiri kami dan mengenalkan diri mereka sebagai pendamping kami selama event berlangsung. Hotel City tempat kami menginap ada di seberang jalan. Tulisannya tertutup pepohonan dan pintu masuknya kecil di sebelah sebuah bar yang menjadi bagian dari hotel itu. Setelah berbincang sebentar dengan 2 bule muda itu, aku pun langsung check in hotel. Setelah check in, aku diantar ke kantor sekretariat European Association of Folklore Festivals (EAFF), penyelenggara The World Cup of Folklore. Aku membiarkan teman-teman yang lain beristirahat karena pasti lelah sekali. Aku sendiri diboyong langsung oleh Mariana dan Vamena, nama 2 gadis itu, berjalan kaki ke kantor sekretariat mereka. Akhirnya aku bisa menikmati siang yang cerah berjalan blok demi blok dan melewati taman kota yang asri. Setelah registrasi peserta festival dan ikut briefing, aku pun diantar balik ke hotel karena tak sampai 3 jam lagi, festival dimulai.

City Hotel Bulgaria-source: jurnaland.com
City Hotel disediakan khusus untuk semua peserta The World Cup of Folklore.
Tim Galang Dance Community di Bulgaria-source: jurnaland.com
Tanpa sempat istirahat banyak, kami langsung siap untuk pertunjukan pertama.

Galang Dance Community Indonesia di Bulgaria-source: jurnaland.com
Ootd sebelum pertunjukan.

Saat itu pukul 3 siang (di sana masih siang karena waktu zuhur baru saja masuk), imanku goyah. Aku dehidrasi ringan. Aku menghitung waktu berbuka puasa dan membandingkannya dengan tenagaku yang tersisa. Buka puasa masih pukul 8:45. Itu artinya lebih kurang 6 jam lagi. Sementara, event akan dimulai pukul 5:30. Aku harus fit karena menjadi juru bicara untuk grup kami, satu-satunya perwakilan dari Indonesia. Dengan sangat berat hati, aku pun berbuka puasa siang itu. Tidur 15 menit biar tampak segar dan memberikan brief kepada grup kami sebelum berangkat ke gedung pertunjukan. Perjuangan kami membawa nama baik Indonesia dimulai sore itu. Mungkin banyak yang asing dengan nama Indonesia, tapi dengan identitas yang kami bawa, kesan Indonesia itu ramah dan berwarna dapat tertinggal di sana.

Musim semi di Veliko Tarnovo Bulgaria
Kami dapat penghargaan pembaruan dalam folklore dunia. Senangnya.

Galang Dance Community di Balkan Fest-jurnaland.com
Pertunjukan pertama Galang Dance Community malam itu untuk Balkan Fest-The World Cup of Folklore 2018.
Orang tropis bergabung dengan tim dari Yakutsk, negeri terdingin di dunia.

Kami bertemu banyak sekali perwakilan dari berbagai negara dari sore hingga malam. Yang paling ramah adalah tim dari Yakutsk, Rusia (bacanya Yakutsi), negeri terdingin di dunia katanya. Kami juga berdampingan makan malam dengan tim dari India, Iran, dan Teheran. Di sana pula aku menyadari bahwa tidak semua orang bisa berbahasa Inggris. Kami berbicara lewat tari, lewat musik, lewat senyum, dan lewat bahasa isyarat. Begitulah Bulgaria menyambut kami. Dari serangkaian jadwal yang harus kulalui hingga larut malam hari itu, senyum selalu menghiasi wajah ini. Bukan senyum palsu, tapi senyum gembira bertemu dengan orang-orang kreatif dari belahan dunia lain. Lelah tiada tara memang, tetapi kesempatan ini juga tak boleh dilewatkan dengan sia-sia, bukan? Aku menyerap banyak sekali energi positif dari mereka yang memahami dunia lewat kesenian. Aku berharap, esok harinya juga akan seperti itu, bertemu lebih banyak lagi orang, berkawan, dan belajar dari mereka. Musim semi di Veliko Tarnovo-Bulgaria mengamini perjalananku. Hari
diakhiri dengan gerimis. Sungguh suasana jelang malam yang syahdu.

Lanjut baca: Jalan-jalan Pakai Pakaian Adat di Bulgaria

Dinner di Veliko Tarnovo-source: jurnaland.com
Dinner pasca pertunjukan, muka lelah tapi masih sumringah.
Tags: Jalan-JalanPelesirTempat WisataTourTravelTravelingwisata
ShareTweetPin
Explore

Explore

Related Posts

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung
Explore

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

20.01.2026
Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya
Explore

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

17.01.2026
Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata
Explore

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

16.01.2026
Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet
Explore

Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet

15.01.2026
Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak
Explore

Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak

09.01.2026
Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung
Explore

Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung

04.01.2026
Next Post
Alamat Lengkap Dan Nomor Telepon BFI Finance Se-Bali

Alamat Lengkap Dan Nomor Telepon BFI Finance Se-Bali

Alamat Lengkap, Nomor Telepon BFI Finance Se-Bangka Belitung

Alamat Lengkap, Nomor Telepon BFI Finance Se-Bangka Belitung

Iklan

Recommended Stories

Soekarno dan Haji Agus Salim, 1949

PANTAI BINGIN, SURGA TERSEMBUNYI DI PULAU BALI

23.11.2016

Visi dan Misi Kota Jayapura

09.06.2014
Ketua Majelis Syuro PKS Silaturahim dengan Tokoh Muslim Se-Bali

Ketua Majelis Syuro PKS Silaturahim dengan Tokoh Muslim Se-Bali

21.10.2018

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE ยป

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?