
Akhirnya masuk hari ketiga, Seperti di hari kedua, hujan kadang
turun kadang reda. Malah menjelang sore, hujan turun dengan deras.
Untungnya di hari ketiga ini sudah tidak ada lagi pertunjukkan
musik. Ya seperti yang saya tulis di postingan tentang festival
ini untuk hari pertama, kalau tahun ini ada sedikit perubahan
konsep. Pertunjukkan musik difokuskan di hari kedua, sedangkan
workshop dan talkshow ada di hari ketiga. Lebih asik konsep yang
ini karena energi saya lebih bisa diatur. Cukup terkuras di hari
kedua karena turun naik lembah. Tetapi di hari ketiga lebih santai
karena gak turun lembah lagi. Jadi gak terlalu capek saat
perjalanan pulang.
[Silakan baca:
Piknik Lagi di RRREC Fest In The Valley – Hari Kedua]
Workshop and Talks
lagi, lho. Berikut beberapa talkshow dan workshop di hari
ketiga:
Pasar Ilmu
Dari tahun lalu, di hari ketiga ini suka bikin saya galau. Acara masih
berlanjut sampai malam, tetapi tidak lama setelah makan siang kami harus
bergegas menuju stasiun supaya gak ketinggalan kereta. Tahun ini acara
yang tidak sempat saya ikuti adalah Pasar Ilmu.
Pasar Ilmu adalah platform berbagi pengetahuan dan pertukaran tacit
dengan menjadikan semua orang adalah guru sekaligus murid. Semangat
kesetaraan ini dapat meningkatkan kepercayaan diri dan perluasan
jaringan peserta sehingga membuka berbagai kolaborasi antar individu.
Sebelum berangkat ke stasiun, saya sempat melihat sejenak konsepnya.
Seluruh peserta yang terdiri dari berbagai profesi dibagi dalam beberapa
kelompok yang diatur secara acak. Tidak ada yang namanya guru dan murid.
Semuanya saling berkenalan, bercerita tentang profesinya, serta saling
bertukar pikiran. Dari acara ini diharapkan bisa memperluas networking.
Syukur-syukur malah terjalin kerjasama. Makanya kata MC nya juga lebih
bagus lagi kalau pada bawa kartu nama. Biar bisa saling tukeran. Katanya
sih, Pasar Ilmu ini juga ada di Gudang Sarinah. Mungkin kapan-kapan saya
akan coba lihat ke sana.
Sebetulnya, ada atau tidak ada acara Pasar Ilmu, ikut event
seperti ini tetap bisa menambah kenalan. 3 hari 2 malam
bersama-sama, bisa jadi kesempatan untuk menambah kenalan baru. Termasuk
dengan para pemusik atau narasumber yang mengisi acara talkshow.
Semuanya saling berbaur, kok. Tapi memang kalau ada acara seperti Pasar
Ilmu jadi lebih seru lagi.
Workshop: Sablon Grafis Huru-Hara

Grafis Huru-Hara adalah kelompok seniman grafis dari Jakarta yang
didirikan pada tahun 2012. Grafis Huru Hara berfokus pada berbagai
bentuk eksplorasi, eksperimen, dan metode pendidikan dengan seni grafis
sebagai media utama. Program reguler mereka terdiri atas pameran,
lokakarya, dan berbagai jenis proyek penerbitan buku serta karya seni
grafis.
Workshop yang ini paling disukai Nai. Dari sejak awal workshop dimulai,
Nai terus mengikutinya. Pertama-tama semua peserta dikenalkan tentang
sablon, kemudian diberikan sedikit teori, setelah itu praktek. Bahkan saat
mulai makan siang, Nai memilih untuk menyelesaikan sablonannya dulu.
Saya yang kesenengan ketika instruktur workshopnya bilang hasil sablonan
Nai bagus dan rata. Kelihatan tangannya sudah terlatih 😄. Nai belum
pernah nyablon sebelumnya tapi mungkin karena dia biasa menggambar jadi
tangannya udah luwes.



Sekadar menyimak ilmu workshopnya tidak ada biaya lagi. Tetapi bila ingin
praktek menyablon ada bayarannya. Harganya tergantung dari produk yang
dipilih yaitu syal, kaos, atau tote bag. Nai memilih tote bag.
Talks: Adventure Clinic

Sekarang makin banyak aja wisatawan yang melakukan wisata alam seperti
naik gunung. Tapi sebetulnya semua wisatawan itu udah pada paham aturan
belum, sih? Udah pada bisa jaga kebersihan alam? Atau hanya sekadar demi
keren-kerenan biar bisa eksis di socmed?
Bahasan itulah yang ada di Adventure Clinic dengan
pembicara Sugeng Indradi (RAKATA Adventure) dan M. Sofyan (Mapala UI).
Kapan-kapan saya bikin postingan reportase komplit tentang Adventure
Clinic ini, ya
#LokalWisdom: Hip Hop Lokal Semakin Merekah

Dalam 2 tahun terakhir ini musik Hip Hop Indonesia semakin menggeliat.
Kali ini, ONAR (Jakarta) dan Medium Rare menjadi pembicara tentang apa
saja yang menantang pada saat bermusik Hip Hop. Dari mulai menulis lagu,
rekaman, tur, menanggapi orang lain, hingga misi dalam bermusik. Bagi
mereka Hip Hop memang tidak sekadar bermusik. Rappernya pun tidak sekadar
‘cerewet’ mengeluarkan kata-kata berirama tetapi ada pesan yang ingin
disampaikan.
Workshop: RuRu Kids

Acara anak-anak tetap ada, dong. Namanya juga festival keluarga. Kalau
workshop Sablon Grafis Huru-Hara lebih ditujukan untuk usia remaja hingga
dewasa. Acara Ruru Kids di hari ketiga juga tentang menyablon tetapi untuk
anak-anak. Etapi kalau anak-anak mau ikutan nyablon di Huru-Hara juga boleh,
kok.
Tidak semua acara saya ikuti. Selain ada yang berbarengan juga kemungkinan
saya sedang beristirahat di tenda atau di Tanakita. Senangnya lagi, sekarang
camping di hutan pinus pun sudah ada listrik. Jadi, saya gak perlu nitip
charge handphone dan kamera di kantor.
Tahun depan datang ke RRREC Fest In The Valley lagi. Insya Allah kalau masih
ada dan gak ada halangan, pengen datang lagi. Festival ini biasanya diadakan
di bulan September. Kalau Sahabat KeNai tertarik untuk lihat RRREC Fest
tahun depan, bisa mulai follow socmed Ruang Rupa atau RRREC Fest.
Kalau ke Tanakita lagi kapan? Hmmm … Gak tauuuu …. Pengen juga tahun
baruan lagi kayak tahun lalu. Tapi gimana nanti, lah. Tahun lalu tema tahun
barunya Rain Forest Festival. Tahun ini kira-kira apa, ya? 😊
[Silakan baca:
Tanakita Rainforest Festival Hari ke-3 dan ke-4]


Keretanya telat sejam. Ada rel yang anjlok 😁
RRREC Fest In The Valley
www.rrrec.ruangrupa.com
Facebook : RRRec Fest
Instagram : @rrrec_fest
Twitter : @rrrec_fest










