![]() |
| Masjid Biru atau Blue Mosque Of Yerevan |
utama di kota Yerevan. Masjid tua ini diperkirakan dibangun di tahun 1764-1768
meskipun berbagai sumber catatan mengenai masjid ini menyatakan tahun yang
berbeda beda meskipun masih di abad yang sama. Disebut dengan masjid biru atau
Blue Mosque karena kubahnya yang dilapisi dengan ornament berwarna biru.
masjid ini alih fungsi oleh penguasa saat itu menjadi Musium sejarah Yerevan.
Seiring dengan kemerdekaan Armenia, masjid ini di renovasi dengan bantuan dari
pemerintah Iran dan dikembalikan fungsinya sebagai masjid. Dan kini, Masjid
biru ini merupakan satu satunya masjid yang masih berfungsi di Armenia.
bergonta ganti penguasa muslim sepanjang sejarah seiring dengan serangan dari
Kaisar Timur di abad ke 14 masehi. Dari awal abad ke 16 dan yang
menentukan dengan Perdamaian Amasya 1555, sampai abad ke-19, secara bergantian
telah menjadi provinsi Iran (yang dipimpin berturut-turut oleh Safawi, Nadir
Shah, Karim Khan Zand dan Dinasti Qajar Iran) , sebelum kemudian jatuh ke negara tetangganya, Kekaisaran Rusia sebagai
akibat perang Russo-Persian War (1826-1828) dan
berahir dengan perjanjian Treaty of Turkmenchay tahun 1828.
terdapat beberapa perbedaan tahun pembangunannya di berbagai literature yang
ditemukan. laporan dari abad ke 19 yang ditulis oleh seorang penjelajah H.F.B.
Lynch, disebutkan bahwa masjid
Biru Yerevan dibangun oleh Husayn Ali Khan pada masa Persia dibawah kekuasaan Nadir
Shah (1736–47).
tersebut, dan menyatakan masa kekuasaanya pada periode tahun 1762-83. Menurut
Vladimir M. Arutyunyan pembangunan masjid ini dimulai pada tahun 1760 dan
selesai di tahun 1764-1768 dimasa Husayn Ali Khan. Namun demikian plakat yang
ada dimasjid ini menyebutkan bahwa masjid ini dibangun tahun 1765 oleh Hussein
Ali Khan, Gubernur Yerevan.
![]() |
| Masjid Biru Yerevan dengan area pelataran tengah nya |
tahun 1827 dan semasa perang Rusia-Persia tahun 1826-1828 tercatat bahwa di
kota Yerevan terdapat delapan masjid berukuran besar dan Masjid Biru ini
merupakan masjid terbesar diantara yan glainnya.
aktivitas peribadatan dihentikan dan dilarang oleh penguasa Soviet, masjid
masjid ditutup termasuk Masjid Biru Yerevan. Di tahun 1931 Masjid Biru Yerevan
digunakan oleh Penguasa Soviet sebagai Musium Kota Yerevan.
Yerevan
di restorasi oleh pemerintahan baru Republik Armenia merdeka dengan bantuan
dana dari pemerintah Iran dan selesai pada tahun 1999.
A.S. Brady Kiesling menyebut
proyek restorasi tersebut memang dibutuhkan secara structural namun dari sudut
pandang estetika terkesan terlalu ambigu. Proses restorasi tersebut telah
mengundang keprihatinan dari beberapa pejabat tinggi di Azerbaijan, karena
masjid tersebut telah di sebut sebagai masjid iran, sementara Azerbaijan
mengkalimnya sebagai warisan budaya komunitas muslim Azerbaijan yang pernah ada
di Armenia.
![]() |
| Blue Mosque Of Yerevan in Snow White |
menyerahkan kepemilikan masjid tersebut kepada pemerintah Iran di tahun 1995
dan pada bulan Desember 2015 yang lalu, pemerintah Armenia bahkan telah
memperpanjang kepemilikan Iran atas masjid tersebut selama 99 tahun.
di masjid ini sejak Armenia merdeka dari Soviet, dan faktanya hingga kini
masjid Biru Yerevan merupakan satu satunya masjid yang berfungsi sebagaimana
mestinya di Armenia. Musium kota Yerevan yang sempat menggunakan masjid ini
telah dipindahkan ke gedung lain yang memang dibangun untuk keperluan tersebut.
Yerevan
sholat utama, perpustakaan dan madrasah yang terdiri dari 28 ruang kelas,
kesemuanya bejejer di sekitar pelataran tengah masjid ini. keseluruhan komplek
masjid ini menempati lahan seluas 7000 meter persegi.
samping gapura masjid ini seperti halnya pada bangunan masjid masjid
kontemporer dan tidak ditemukan tanda tanda adanya bekas bangunan menara lain
selain menara tunggal tersebut.
Yerevan
Biru Yerevan merayakan peringatan 250 tahun berdirinya masjid tersebut yang
dihadiri oleh Perdana Menteri Armenia Hovik Abrahayan dan Wakil Presiden
pertama Iran Eshaq Jahangiri.
![]() |
| Masjid Biru Yerevan dan plakat pembangunannya. |
menekankan bahwa dua bangsa (Armenia dan Iran) telah di ikat dalam kedekatan
budaya sepanjang millennium yang panjang dan akan terus bertahan berabad abad
mendatang. Hovik Abrahamyan juga menyuarakan keyakinannya bahwa Masjid Biru
akan tetap menjadi jaminan ikatan budaya dan persahabatan antara kedua bangsa
tersebut.
Yerevan
DPR lainnya terdiri dari Bambang Haryo Soekartono dari Fraksi Partai
Gerindra, Fadhlullah dari Fraksi Partai Gerindra, dan Ermalena dari Fraksi PPP,
berkunjung ke masjid ini pada suasana Idul Adha 1 September 2017 pukul
7.45 pagi waktu setempat.
Besar RI untuk Ukraina, Georgia, dan Armenia, yakni Yuddy Chrisnandi dan disambut oleh Imam Blue
Mosque, Syekh Muhammad Ali Saj’an. Kunjungan
ke Blue Mosque ini dilakukan di sela-sela kegiatan Muhibah ke Armenia dari 29
Agustus sampai 3 September.***
& Like akun Instagram kami di @masjidinfo
informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
dunia Islam.
Bibi Heybat Baku – Azerbaijan
Heydar – Baku, Azerbaijan
di Azerbaijan (Bagian-2)
di Azerbaijan (Bagian-1)
Nur- Astana, Kazakhstan
Agung Almaty, Kazakhstan
di Kazakhstan













































