![]() |
| Masjid Agung Bahria |
Bahria provinsi Lahore, Republik Islam Pakistan. Masjid ini diresmikan
pembukaannya pada Hari Raya Idul Adha 1435H / 6 Oktober 2014. pembangunan
masjid ini dimulai sejak tahun 2011 dan mempekerjakan hingga 1000 pekerja untuk
penyelesaiannya.
terbesar ketiga di Pakistan setelah Masjid Badshahi di Lahore dan Masjid Raja
Faisal di Islamabad. Dengan ukurannya demikian besar, masjid ini mampu
menampung hingga 70.000 jemaah sekaligus termasuk 25.000 jemaah di ruang utama
bangunan masjid nya. Pembangunan Masjid Agung Bahria ini menghabiskan dana
sekitar Rs 4 Milyar Rupee Pakistan atau sekitar
Rp. 510 milyar Rupiah.
Pakistan
arsitek Pakistan, wajar bila kemudian masjid terbesar di Pakistan ini disebut
sebut sebagai karya masterpiece dari arsitek Pakistan. dari segi ukuran dan
kapasitas nya masjid ini tidak hanya terbesar di Pakistan tapi juga disebut
sebut sebagai masjid terbesar ke tujuh di dunia.
Presiden Pakistan president Asif Ali Zardari. yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha
1435H tentu saja dihadiri oleh para pejabat tinggi Lahore dan Bahria serta
puluhan ribu jemaah muslim setempat, termasuk walikota Bahria, Malik
Riaz Hussain, bersama sama
dengan para tokoh agama dan tokoh masyarakat sipil dan militer. Sholat Idul Adha
hari itu dipimpin oleh Allama Shamsul Arfeen, selaku imam Besar Masjid Agung Bahria.
![]() |
| Salah satu sudut interior Masjid Agung Bahria |
kebanggaanya dengan Masjid Agung Bahria yang disebutnya merupakan satu
identitas Bahria serta simbol kemegahan Pakistan di dunia Islam.
Masjid Badshahi, Masjid Wazir Khan dan Masjid Syeikh Zayed. Pembangunannya ditangani
oleh Arsitek dari departemen arkeologi Pakistan, Maqsood Ahmed, Nayyar Ali Dada & Arfan Ghani. Sejak pembangunan hingga
diresmikannya, masjid ini telah menyita perhatian karena ukurannya yang luar
biasa besar. dan kini setelah diresmikan masjid ini dengan sendirinya menjadi
landmark bagi kota Bahria dan menjadi tambahan landmark bagi negara Pakistan.
![]() |
| Masjid Agung Bahria |
meter (150 ft) di hias dengan lapisan ukiran bermotif tumbuh tumbuhan serta
kaligrafi bergaya dinasti Mughal. Material bangunan masjid ini banyak
menggunakan batu merah (sandsatone) untuk bagian ekteriornya, bahan yang sama
yang digunakan di Masjid masjid tua era dinasti Mughal termasuk Masjid Badshahi
dan Masjid Wazir Khan.
menampilkan perpaduan seni bina bangunan tradisonal Islam dengan kultur Islam
Pakistan. Kaligrafi masjid ini menggunakan pola yang sama dengan masjid
Badshahi sedangkan keramik di dalam masjid ini meniru Masjid Wazir Khan dan ada
delapan jenis pualam berbeda yang menghampar di bawah kubah utama masjid ini.
merupakan karpet buatan tangan yang di pesan khusus dari Turki. selain itu ada
50 lampu gantung di dalam masjid ini yang di import dari Iran menghadirkan
sentuhan suasana Islami yang mendalam.
![]() |
| Masjid Agung Bahria |
tukang batu senior yang ahli mengolah batu merah termasuk mengukir batu batu
tersebut dalam bentuk bentuk geometris Islami dan pola pola floral, ditambah
dengan para pemahat muda yang telah diberikan pelatihan. ada sekitar 4 juta
keping keramik ukiran tangan berukuran masing 2.5 inci menghias ekterior masjid ini. Butuh waktu
empat tahun untuk menyelesaikan seluruh kepingan tersebut.
batu pualam dan ruangan dalam masjid ini dilengkapi dengan penyejuk udara. Ruang
utama masjid dan area pelatarannya dipergunakan bagi jemaah pria sedangkan
khusus untuk jemaah wanita disediakan tempat khusus di lantai dua bangunan
utama masjid. selain itu juga dilengkapi dengan gedung sekolah dan ruang galeri
yang ditempatkan di lantai dasar masjid.***
& Like akun Instagram kami di @masjidinfo
informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
dunia Islam.
Chaqchan










































