
Ngarai Sianok menjadi buah karya alam yang terbentuk indah akibat gerakan patahan Semangko yang terjadi sejak dahulu kala. Menjadikan kawasan ini lembah yang curam (ngarai) dan tinggi, tapi memiliki pesona tersendiri. Mengalir di tengahnya Batang Sianok yang menyuburkan dan menghijaukan sekitarnya sehingga lembah ini diberi nama Ngarai Sianok.
![]() |
| Suasana Ngarai Sianok yang berlatakan Gunung Singgalang di zaman koloial sekitar tahun 1911 |
Karena begitu indahnya, lembah ini pernah dijadikan latar dalam uang Rp 1ribu keluaran tahun 1980 dan digunakan kembali untuk uang Rp. 2ribu tahun emisi 2016. Bahkan sejak zaman Kolonial Hindia Belanda keberadaan Ngarai Sianok ini sudah kesohor.
Hal ini terlihat dari banyaknya dokumentasi foto dan lukisan dari tempat ini. Bisa jadi Ngarai Sianok ini menjadi tempat melepas penat para noni dan meneer Belanda. Keindahan alamnya membuat siapa saja akan terhipnotis. Para wisatawan yang datang ke Kota Bukittinggi atau Kabupaten Agam saja selalu mengunjungi tempat favorit ini. Banyak tempat yang bisa dikunjungi untuk menikmati panorama alamnya.

Destinasi ini sangat mainstream sekali, karena banyak dikunjungi oleh para pelancong yang menghabiskan waktu liburannya di kota wisata ini. Biasanya bagi yang baru pertama kali akan memasukan tempat ini ke daftar tujuan wisatanya.

Untuk bisa ke destinasi andalan ini pengunjung bisa datang ke Jalan Panorama dengan membayar tiket masuk Rp. 15 ribu (dewasa), Rp.10 ribu (anak-anak) dan Rp. 20 ribu (mancanegara) per Agustus 2016.


Sepanjang mata memanjang lembah yang tinggi terlihat membentang jauh, pepohonan yang hijau tumbuh subur memberi warna tersendiri. Dinding-dinding tebing ini begitu menakjubkan yang dibelah oleh Batang Sianok di dasarnya. Apalagi ketika sampai spot untuk berfoto landskap ngarai akan terlihat mempesona.


Janjang Saribu ini memiliki dua pintu masuk, dapat dimulai dari bawah ngarai atau di atas Bukit Apik. Jalurnya sangat baik, tiap tangganya berlantai batu alam dan dipagar besi dengan lebar sekitar 1 m. Masyarakat sekitar memanfaatkan kawasan ini untuk berolahraga sebari traking. Tersedia juga gazebo untuk beristirahat, toilet, kolam mancing dan lokasi kemping. Tidak ada tiket masuk alias gratis dan hanya membayar parkir kendaraan, Rp. 2 ribu untuk motor.
Sajian Itik Lado Hijau dari Dasar Ngarai Sianok Dengan Panorama Menawn


Baca: Rumah Pohon Abdul, Cafe dan Resto Berpanorama Ngarai Sianok
Tempat makan ini sangat unik, arsitektur banguannya Minangkabau sekali. Terbuat dari kayu dengan bentuk atap bergonjong yang serbuat dari ijuk. Ada juga ornamen etnik lainnya yang menjadikan lokasi ini istimewa. Ditambah sekeliling cafe ini panorama alamnya serba hijau dan indah dipandang.
Dari kejauhan pun seakan berpagar oleh dinding ngarai yang tinggi serta terdapat bukit unik yang bernama Bukit Takuruang atau masyarakat sering menyebutnya Tabiang Takuruang. Wajar tempat ini menjadi incaran anak muda untuk kongkow-kongkow. Meski letaknya cukup jauh dari rumah penduduk dan hiruk pikuk Kota Bukittinggi. Tidak salah juga cafe ini sering dijadikan lokasi syuting berbagai macam acara televisi dan bisa juga menjadi pilihan untuk menangkan diri.


Setibanya di lokasi. Tidak ada kata yang bisa terucap, hanya bisa bersyukur pada-Nya akan kenikmatan alam yang begitu indahnya. Ini dia tempat favorit saya untuk melihat kepingan lukisan alam yang indah di Sumatra Barat.
![]() |
| Suasana Tabiang Takurung tahun 1900-an |
Di zaman Kolonial Hindia Belanda tebing ini sudah terkenal, terlihat dari banyaknya dokumnetasi yang diabadikan oleh fotografer pribadi pimpinan belanda di Sumatra’s Westkust. Kawasan Ngarai Sianok dan Tebing Takurung ini disebut juga sebagai Karbouwengat, karena banyaknya kerbau liar yang hidup bebas di dasar ngarai ini.
Dulu, bukit ini sangat lebar dan luas. Namun, pasca gempa bumi 2007, beberapa bagian dari sisi bukit ini runtuh dan hingga terlihat seperti saat ini.


Tabiang Takurung ini menjadi objek utama yang dilihat dari tempat ini berada di tengah persawaahan dan dekat Taruko Caferesto dengan sekelilingnya lembah curam yang tinggi, terdapat satu pohon yang tumbuh diatas puncaknya yang tajam menjadi pemikatnya tersendiri.
Inilah Ngarai Sianok dari berbagai sudut pandang yang dapat dinikmati keindahannya.













