![]() |
| view Pantai Baron |
![]() |
| marka jalan menuju Wonosari |
![]() |
| satu arah dengan Pantai Kukup |
![]() |
| gerbang pos retribusi sebelum masuk kawasan wisata Pantai |
Pantai Baron secara umum ialah sebuah pantai nelayan, dimana disudut-sudut pantai tersebut dapat ditemui perahu-perahu nelayan bersandar untuk mengunggu waktu malam tiba untuk berlayar. Sebagai salah satu lokasi yang memasok ikan laut untuk daerah Gunung Kidul dan sekitarnya, melalui pasar lelang ikang Pantai Baron para nelayan tersebut memasarkan ikan hasil tangkapan mereka. Guna membantu para nelayan tersebut, berlokasi di bukit sisi kiri Pantai Baron pada Februari 2014 lalu telah dibuat sebuah mercusuar yang baru untuk menggantikan fungsi dari mercusuar yang lama tepat berada di sebelahnya. Selain menara mercusuar setinggi 40 meter ini berfungsi sebagai petunjuk arah para kapal-kapal, ternyata memiliki fungsi lain yakni sebagai tambahan wahana atraksi pada kawasan Pantai Baron. Dimana para wisatawan dapat menaiki menara tersebut dengan tangga melingkar yang memisahkan 9 lantai. Bagi kamu yang ingin menikmati view panorama Pantai Baron dari atas ketinggian, kamu akan dikenakan biaya retribusi sebesar Rp, 2000/orang dan biaya masuk sebesar Rp. 5000/orang.
![]() |
| welcome to Pantai Baron |
![]() |
| mercusuar di Pantai Baron |
Sebelum lanjut, apakah kamu tau tentang asal usul sejarah Pantai Baron? Nama pantai ini berasal dari nama seorang tokoh dalam kesenian ketoprak yakni bernama Baron Sekeber atau disebut juga Baron Skeber. Menurut alkisah, Baron Sekeber merupakan seorang keturunan Spanyol atau banyak pula yang menyebutnya keturunan Belanda. Baron Sekeber adalah seorang dengan kemampuan sakti mandraguna yang berasal dari keturunan seorang Nakoda Karbin (Seorang Nakoda kapal kaya raya dari Spanyol). Ada banyak versi tentang kisah Baron Sekeber di tanah Jawa ini, salah satunya ialah merupakan seorang yang sangat sakti yang berawal mula dari kisah sang ayah yakni Nakoda Karbin yang sangat ingin mempunyai keturunan hingga menikahi 12 orang permaisuri, namun tetap saja ia tak dapat memperoleh keturunan.
Suatu ketika ia teringat akan seorang petapa sakti bernama Mahamintuna yang bersemayang di Argapura. Nakoda Karbin meminta bantuan pada petapa tersebut untuk mendapatkan keturunan, namun petapa tersebut memberikan sebuah syarah untuk memberikan satu dari keturunan Nakoda Karbin untuk dijadikan persembahan. Alhasil ia pun mendapatkan 11 keturunan dari 12 permaisurinya. Singkat cerita satu dari 11 anak tersebut terpilihlah Baron Sekeber yang dijadikan calon untuk persembahan Mahamintuna. Namun karena ia tau bahwasanya petapa tersebut adalah seorang kanibal maka ia bertarung dan berhasil mengalahkan petapa tersebut. Dikarenakan kesaktiannya tersebut maka para tawanan yang ditawan oleh Mahamintuna menjadi segan dan ingin mengabdi pada Baron Sekeber, sebagai contohnya ialah seekor Burung Garuda sakti, kuda bersayap yang disebut Wanengpati dan Naga Sakti Baruklinting.
Setelah mengalahkan Mahamintuna, Baron Sekeber menikah dengan Puteri Lorena yang kemudian terbang mengelilingi bumi dengan menunggangi Wanengpati. Akan tetapi melihat daratan yang hijau, maka ia mendekati pulau tersebut yang dipercaya sebagai Pulau Jawa. Saat berada diatas kerajaan Mataram, tiba-tiba tubuh mereka seperti tersedot oleh bumi dan jatuh hingga Puteri Lorena pun tewas. Kemudian Baron Sekeber ditolong oleh Panembahan Senapati (Raja Mataram). Suatu ketika ia bermaksud untuk menantang Panembahan Senapati, namun ia kalah dalam duel tersebut dan berubah menjadi seekor kuda yang menjadi budak dari sang pemenang.
Keindahan pada Pantai Baron memang telah diakui banyak orang. Selain memiliki panorama alam pantai yang cantik, terdapat pula sebuah aliran sungai atau teluk yang memiliki air tawar disisi barat Pantai Baron. Cukup unik memang, dimana sungai ini menjadi aliran air tawar yang langsung bertemu dengan air asin. Tak jarang para wisatawan pun banyak yang berenang dilokasi tersebut. Pasalnya memang lokasinya dinilai cukup aman. Pantai Baron dikarenakan lokasinya berada di bagian selatan Pulau Jawa, maka seperti pantai-pantai lainnya yang memiliki arus ombak kuat. Sehingga tak khayal sering memakan korban, bagi kamu yang ingin berenang di pantai ini memang diharuskan berhati-hati pasalnya selain memiliki arus kuat terdapat pula palung laut di sekitar Pantai Baron. Apakah kamu tau ciri-ciri dari palung laut? umumnya ciri-ciri palung laut ialah memiliki air yang keruh dipermukaan, namun memiliki arus yang kuat didalamnya dan itulah yang kerap menyeret para wisatawan.
Sebagai objek wisata di Jogja, Pantai Baron memang telah dilengkap sarana dan fasilitas yang cukup lengkap mulai dari beragam pilihan penginapan di Pantai Baron, arena bermain anak, toko souvenir, warung-warung makan, toilet bersih, musholah, posko tim SAR hingga arena camping ground dan lain-lainnya. Dari sederet fasiltas tersebut kian menambah kenyamanan bagi seluruh wisatawan yang berkunjung ke Pantai Baron. Namun memang dikarenakan sudah lamanya wisata pantai ini dan sebagai contoh lemahnya pemeliharaan aset wisata yang dilakukan oleh Pemprov serta dinas-dinas terkait, sehingga cukup disayangkan melihat keadaan Pantai Baron saat ini. Dimana terdapat dibeberapa titik sampah yang cukup mengganggu nilai estetika dari pantai ini. Belum lagi para penjual atau pedagang yang perlu ditempatkan dengan baik agar dapat ditata dengan rapih, sehingga Pantai Baron jauh dari kata kumuh. Selain itu perlu kesadaran dan peran serta masyarakat dan juga para wisatawan yang datang agar turut serta menjaga kelestarian lingkungan dan ekositem Pantai Baron. Saya rasa itulah yang terpenting bukan hanya bagi Pantai Baron tetapi melainkan banyak tempat wisata dengan nasib yang serupa, agar kelak banyak wisata Indonesia mendapatkan tempat dan apresiasi dari Pariwisata Mancanegara.
- Hati-hati saat berenang di Pantai Baron, harus sesuai dengan pengawasan Tim SAR.
- Ada baiknya cukup bermain air disekitar pantai saja dan waspadai arus balik ombak atau arus RIP Current dan biasanya ditandai dengan munculnya sebuah jalur air yang tenang menuju laut namun didalamnya terdapat arus kuat yang mampu menyeret siapapun tak terkecuali seorang perenang profesinal.
Berdiri dan memandang lautaan lepas dari Pantai Baron, menjadikan pengingat diri ini untuk tetap bersyukur dan terus belajar. Lautan seperti halnya kehidupan, yang didalamnya tersimpan begitu banyak makna dan hal-hal baru untuk dapat dimengerti. Kita tak bisa mengetahui isi dalam lautan tanpa berenang dan menyelaminya, begitu juga kehidupan yang dituntut untuk berani mengambil keputusan untuk mengarunginya. Tak perlu khawatir, inspirasi akan selalu datang kapanpun, maka belajarlah dari hari kemarin. Dan Hiduplah untuk hari ini, serta berharaplah untuk massa yang akan datang.


















