Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Explore

Pulau Bair, Kawasan Bening Bertebing di Kei, Maluku Tenggara

Aopok by Aopok
25.10.2016
Reading Time: 8 mins read
0
ADVERTISEMENT

Gerbang teluk Pulau Bair.

Kei terlalu berkesan. Kepulauan yang terdiri dari pulau-pulau kecil ini menyimpan banyak keelokan nusantara. Salah satunya adalah Pulau Bair. Ada yang bilang, Pulau Bair ini potret mini dari Misool di Raja Ampat, Papua. Yah, hitung-hitung pengobat hati yang belum pernah ke Raja Ampat. Berada di Kei seperti berada di negeri yang memberikan segala keindahan yang ia punya. Kei tidak pernah membuatku bosan.

RELATED POSTS

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

Pagi itu, aku dan teman-teman bersiap ke Kampung Dullah melewati Kota Tual, dermaga yang menghubungkan Kei Kecil dengan Pulau Bair. Dengan segenap perlengkapan piknik, kami berlayar sekitar 1 jam menuju resort bebatuan yang mengapit laut bening berwarna tosca. Apa rasanya ya piknik di laut?

Jangkar dilepas dan perahu motor kami melaju. Panas. 1 jam tanpa penadah terik matahari. Perahu kami berlayar anggun memercik permukaan laut yang super asin. FYI, tingkat keasinan laut di Indonesia Timur memang cenderung lebih tinggi dibanding Indonesia bagian barat.

1 jam kemudian, kami memasuki semacam gerbang terbuka Pulau Bair. Air laut tampak berwarna tosca, menjelaskan bahwa tak ada karang di bawah sana. Hanya pasir putih yang menjadikan kebeningan laut tanpa cela. Sebaliknya, di kiri-kanan kami berjajar tebing karang yang pinggirannya ditumbuhi bakau dan beberapa vegetasi tumbuhan liar lainnya. Tebing-tebing itu menjadi semacam pilar yang memberi jalan kepada kami. Itulah kawasan Pulau Bair, sebuah teluk yang memanjang dengan beberapa lorong tebing karst.

Pulau Bair itu pulau dengan 2 teluk.

ADVERTISEMENT
Huuuwf, panas.

Perahu kami belum mau berhenti. Rupanya guide kami ingin memperlihatkan berbagai sisi dari Pulau Bair ini. Kami memasuki teluk besar, lalu beberapa lorong sempit, kawasan hutan bakau, serta jalan laut yang lebar dengan pondok-pondok terapung di sekitarnya. Beberapa kali benturan terjadi pada perahu saat berkelok memasuki gang sempit. Beberapa kali pula mesin dimatikan untuk menjaga ekosistem yang ada di sekitar pinggiran Pulau Bair.

Kami bergerak terus melihat kebeningan air yang super bersih. Membelai dinding tebing yang kasar, lalu merasakan kesejukan hutan bakau. Ada area tebing yang dapat dipanjat, yang biasa dipakai untuk melihat kawasan keseluruhan Pulau Bair dari atas. Ini spot yang familiar dan menjadikan Pulau Bair instagramable. Orang-orang biasanya rela memanjat tebing itu untuk sampai ke atas. Dari posisi puncak tebing, Pulau Bair dan perairannya dapat terlihat dan diabadikan. Memang ke sinilah tujuan kami, merasakan sensasi berada di puncak tebing Pulau Bair.

Kami mencoba mendekati jalan berbukit yang landai, untuk mempermudah pendakian. Namun, jalan itu telah disegel oleh tim keamanan laut. Mulai saat itu, sudah tidak ada yang boleh ke puncak tebing, baik untuk mengabadikan pemandangan, maupun untuk terjun bebas ke air. Ini demi alasan keamanan. Masih ada beberapa pengunjung yang melanggar, tapi jika terjadi apa-apa pada mereka, tentu tim keamanan laut tidak akan mau bertanggung jawab. Kami sepakat memilih cari aman. Tidak ada gunanya melawan kebijakan baru itu.

Gang senggol

Hanya tebing dan tumbuhan liar menutupi permukauan pulau.
Perairan terbening.

Perjalanan menuju Pulau Bair, pulau yang terdiri dari batu karst. Place : Pulau Bair, Kei, Maluku Tenggara. #Island #Bair #Moluccas #karst #sea #summer #traveling #IndonesiaOnly #PesonaIndonesia #PesonaMaluku #jelajahnusantara #exploreindonesia #boat #WonderfulIndonesia #LingkarIndonesia #indotraveler #paradise
A photo posted by Sulung Siti Hanum (@sansadhia) on May 13, 2016 at 1:10am PDT


Kami diizinkan untuk menikmati nuansa laut dan tebing dari air saja. Oleh sebab itu, disediakan beberapa gaze terapung untuk berteduh di sebuah teluk lebar. Meski kecewa tidak dapat memanjat, kami harus puas dan menjaga itu semua demi diri sendiri dan lingkungan. Namun, olahraga uji nyali lompat-lompatan ke air tidak begitu saja ditiadakan. Ada tebing rendah yang  bisa kami gunakan untuk landasan. Di sela-sela istirahat makan siang, kami bisa berperahu santai ke tebing rendah itu untuk merasakan sensasi melompat ke laut.

Kami memilih salah satu gazebo terapung yang kosong. Di sinilah kami akan menggelar menu makan siang yang sudah dibawa dari penginapan. Makan siang enak di gazebo kayu tengah laut dengan view hutan bakau serta tebing-tebing karst menjulang. Betapa asyiknya, apalagi ditemani beberapa ikan kecil di sekitar pondok. Kala itu tidak bayi hiu yang mendekat. Biasanya banyak yang berenang-renang di perairan Pulau Bair. Biasanya pagi, sementara kami sampai di sana tengah hari. Acara makan siang pun berjalan. Asalkan jangan sampai membuang sampah ke laut, aktivitas cemal-cemil-nikmat diizinkan oleh tim keamanan laut. Sebagai pengunjung, aku belajar menghargai segala hal keindahan ini. Bayangkan jika limbah kita berceceran di mana-mana di lautan bening ini. Kepulauan Kei tidak lagi menarik, bukan?!

Tebing rendah yang bisa dipanjat.
Anak  pulau siap lompat.

Lalu terjadilah drama singkat tengah hari.

Perahu merapat ke gazebo. Kami pun dituntun melompat satu per satu dari perahu ke gazebo apung. Kamu tau ini sulit? Kami harus saling menjaga keseimbangan antara perahu dan gazebo karena keduanya sama-sama mengapung. Gazebo miring saat kami tidak menginjaknya dengan seimbang. Gazebo itu tidak lebih dari 3×3 meter dengan meja bulat kecil di tengahnya. tidak ada bangku untuk duduk. Jadi kalau mau duduk, ya lesehan saja atau duduk sambil menurunkan kaki ke air dan bermain dengan ikan.

Guide kami menurunkan rantang makanan yang sudah disiapkan oleh orang penginapan. Wah, perut keroncongan sekali. Kami tidak sabar untuk makan siang. Yang pertama dibuka adalah menu sayur kangkung, lalu ayam goreng, bihun, dan 1 tabung besar nasi putih. Lalu, abang guide mengabarkan bahwa piring dan sendok ketinggalan. Kami semua ternganga. Bagaimana cara kami bisa makan tanpa alas?

Aku tidak ambil pusing, tutup rantang kujadikan piring darurat. Nasi diambil dengan raupan tangan yang sudah dicuci pakai air mineral. Sayuran dan lauk semua diambil dengan menggunakan jari-jari. Mulanya yang lain hanya melihatku saja. Akhirnya karena rasa lapar yang mendesak, mereka pun ikutan. Plastik bungkus gorengan pun dijadikan tadahan nasi untuk dimakan beramai-ramai.

Piknik asyik sesiangan di Pulau Bair menoreh canda-tawa sesama teman. Kami makan sambil tertawa-tawa dan mengingat kebodohan hari ini yang sampai lupa membawa piring dan sendok. Kami menjadikan gazebo terapung ini sebagai posko bersenang-senang. Namun itu semua tak mengurangi kenikmatan makan siang di perairan Pulau Bair ini.Diiringi musik dari speaker kecil, siang kami sungguh renyah.

Piknik riang.

Puas bermain di sekitaran Pulau Bair, kami bergerak menuju sunset-spot, Pulau Adranan yang merupakan pulau kecil antara Bair dan Kei Kecil. Di tengah perjalanan, langit menjadi gelap. Kami kehujanan dalam beberapa saat. Perahu yang tanpa atap itu terus melaju agar kami tidak kedinginan, walaupun semakin cepat perahu melaju, kami tak bisa menghindari dinginnya angin. Hujan deras di tengah laut bukan suatu hal yang menyenangkan, teman. Percayalah. Badan yang sudah mulai mengering setelah berenang-renang, basah kembali dan kena angin pula. Ombak pun mulai tak beraturan. Perahu tanpa atap tentu digenangi air seketika. Tidak ada satu pun dari kami yang tidak kuyup, hingga kami sampai di Pulau Adranan 30 menit kemudian.

Hujan sudah berhenti sore itu, tetapi langit masih mendung kelabu. Sepertinya pesona sunset tak akan terlihat. Jadi kami harus puas bermain-main di sekitaran pantai saja. Meski pakaian basah, badan terasa lengket dan kepala lepek, kami tetap bisa bersenang-senang. Siapa yang peduli soal penampilan, sih, saat di pulau?

Menjelajah keindahan Nusantara memang takkan ada habisnya. Kita juga harus siap sedia dalam segala kondisi cuaca. Tidak selamanya negeri yang kita jelajahi itu dalam keadaan cuaca baik. Bisa buruk, bisa sangat buruk. Seperti saat aku berada di perairan Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah. Begitu juga dengan Kepulauan Kei ini. Negerinya tidak selamanya terik. Hujan beberapa kali merundungi kami. Seperti saat di tengah laut ini, kami dalam perjalanan kembali ke Kampung Dullah. Hujan, dingin, dan masuk angin. Tentu kesehatan saat traveling harus benar-benar dijaga. Yang penting jangan pernah mengeluh. Hal yang menyenangkan dalam suatu perjalanan, bukan destinasinya, tetapi perjalanan itu itu sendiri.

Apa pun kondisinya, Pulau Bair tetap memesona. Kepulauan Kei adalah juara keindahan Maluku.

Ceria bersama di Pulau Adranan.

Menyusuri dinding dinding bukit karang. Place : Pulau Bair, Kei, Maluku Tenggara. #trip #traveling #Kei #Maluku #PesonaMaluku #PesonaIndonesia #exploreindonesia #WonderfulIndonesia #jelajahnusantara #travelmates
A photo posted by Sulung Siti Hanum (@sansadhia) on May 7, 2016 at 4:18am PDT

Tags: Jalan-JalanPelesirTempat WisataTourTravelTravelingwisata
ShareTweetPin
Aopok

Aopok

Related Posts

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung
Explore

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

20.01.2026
Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya
Explore

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

17.01.2026
Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata
Explore

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

16.01.2026
Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet
Explore

Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet

15.01.2026
Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak
Explore

Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak

09.01.2026
Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung
Explore

Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung

04.01.2026
Next Post

Info Alamat Service Center Oppo Sulawesi Selatan (Makasar)

Info Alamat Service Center Oppo Sulawesi Selatan (Palopo)

Iklan

Recommended Stories

Kue Khas Betawi – Kue Pepe

04.12.2012

ADAKAH WAKTU UTAMA UNTUK ZIARAH KUBUR

23.09.2015

BAHAYA BERBUAT ZHALIM

01.11.2014

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?