![]()
Ki. Mgs. H. Abdul Hamid bin Mgs. H. Mahmud alias K. Anang atau Kiai Merogan dilahirkan tahun 1811 dan wafat pada tanggal 31 Oktober 1901. Ayahnya adalah seorang ulama dan pedagang sukses. Beliau cukup lama menetap di Mekkah, kemudian pulang ke kampung halaman – bersama murid-muridnya, Kiai Merogan berda’wah menggunakan perahu hingga ke daerah pelosok di Sumatera Selatan.
Selama tinggal di Mekah beliau sempat membangun Tiga pemondokan jemaah haji bagi para jemaah dari Nusantara dan sekitarnya. Di tanah air beliau, selain Masjid Lawang Kidul dan Masjid Kiai Merogan di Palembang, Kiai Merogan masih memiliki peninggalan berupa masjid di Dusun Ulak Kerbau Lama Pegagan Ilir (Ogan Ilir). Sayang, kebakaran hebat pernah menghaguskan Kampung Karangberahi pada antara tahun 1964-1965. Kebakaran ini juga, diduga menghanguskan peninggalan berupa karya tulis Kiai Merogan. Makam beliau berada di areal Masjid Kiai Merogan, di kawasan Seberang Ulu, Kota Palembang dan hingga kini makam beliau terawat baik dan senantiasa ramai peziarah.
Kiai Marogan diketahui juga mempunyai seorang Adik Laki Laki bernama KH. Masagus Abdul Aziz lebih dikenal dengan sebutan Kiai Mudo karena usianya yang lebih muda dari Kiai Marogan. Bila Masagus Abdul Hamid lebih dikenal sebagai Kiai Marogan karena pusat aktivitasnya yang berada di Muara Sungai Ogan, adik beliau, KH Masagus Abdul Aziz lebih dikenal luas di daerah Belida yang membentang di sepanjang aliran Sungai Belida seperti Gelumbang, Gumai, Kartamulia, Betung, Sukarame, Lembak dan sekitarnya. Baik Sungai Belida maupun Sungai Ogan merupakan anak sungai Musi yang sama sama bermuara ke sungai Musi. (selesai)
————————— ADVERTISEMENT
Artikel Terkait
Masjid Agung Sultan Palembang (Bagian I) & (Bagian II)
Masjid Babussalam Gelumbang Are you sure want to unlock this post?Unlock left : 0Are you sure want to cancel subscription? |











