
Yeay! Penggemar kuliner Jepang dimanjakan di Food Culture AEON Mall BSD
City
– Seriusan, nih! Sahabat KeNai suka dengan kuliner Jepang? Kalau saya suka
banget. Dan, di Food Culture ini saya dimanjakan banget sama beraneka
kuliner Jepang. Food Culture cuma salah satu area kuliner di AEON Mall BSD
City. Ada 4 area kuliner di AEON Mall BSD City dengan total 140 toko,
yaitu

Â
-
Food Culture – Di sini menjual beraneka kuliner Jepang. Paling ada
1 resto mexico di sana. Sisanya kuliner Jepang dengan sentuhan
modern. Semua resto di sini konsepnya open kitchen. Saya termasuk
yang senang dengan retso yang open kitchen. Suka asik aja melihat
kesibukan di dapur. Ada sekitar 21 jrestoran di sini, antara lain
menyajikan kuliner takoyaki, tempura, okonomiyaki, dan lain
sebagainya. -
Cafe Street – area dengan teras terbuka ini ada beberapa cafe.
Tidak hanya kuliner Jepang di sini. Cafe dari Indonesia hingga Korea
pun ada. Di sini juga ada Sweet Cafe (cafe dengan cake) yang sudah
terkenal di Jepang. -
Food Carnival – Sahabat KeNai, gak suka kuliner Jepang? Kalau gitu,
coba ke Food Carnival aja. Di sini ada sekitar 33 resto dengan cita
rasa Indonesia. -
Ramen Village – Yuhuuuh! Penggemar ramen mana suaranyaaa? Di Ramen
Village ada 7 retso yang siap memanjakan para penggemar ramen, lho.


Ada 1200 kursi di Food Culture. Kalau masuk jam makan, tetap saja terisi
penuh.
Dari ke-4 area itu saya hanya mendatangi Food Culture. Karena memang
pada hari itu (Minggu, 20 Maret 2016), saya ke sana untuk hadir di acara
Blogger Gathering with AEON Mall BSD City. Acara berlangsung di area
luar Food Culture.
Ya, jadinya Food Culture ada 2 area, yaitu indoor dan outdoor. Di arena
luar tidak hanya ada meja dan kursi, tapi juga tersedia panggung dan
layar sebesar 6 meter persegi. Cocok kalau mau bikin acara kayak Blogger
Gathering begini.

Pak Niko, management AEON Mall BSD City memberikan sambutan
Setelah sambutan dari pak
Niko, Management AEON Mall BSD City, dilanjutkan dengan demo dari
Chef Rahmidi – Little Tokyo Sushi. Ada 3 demo yang diperagakan oleh
chef, yaitu fillet salmon, membuat sashimi, dan membuat sushi.
Dari 1 ekor salmon, semua bagian bisa dipakai. Tidak ada satu bagianpun
yang terbuang. Kepala setelah dibelah 2 hanya digarami lalu dibakar.
Dengan sigap Chef Rahmidi memfillet ikan salmon. Dari demo itu ada
beberapa catatan yang bisa saya ambil, yaitu

Salmon belly adalah bagian yang terenak menurut Chef Rahmidi
-
Tangan serta peralatan harus disterilkan terlebih dahulu
-
Ikan dicuci bersih dulu sebelum dipotong. Setelahnya jangan
dicuci lagi, nanti bisa bau amis. - Bagian terenak dari salmon adalah belly
-
Mencabut duri salmon dengan cara meraba dagingnya lalu cabut
dengan pinset -
Memotong daging salmon juga ada tekniknya. Kalau asal iris malah
jadi hancur -
Bila gak ada salmon *atau merasa harga salmon kemahalan* bisa
diganti dengan ikan kembung
Â
 cabut durinya? 😀
Beberapa blogger juga diminta berpartisipasi untuk membantu chef. Ada
yang bantuin mencabut duri, memotong salmon, menata sashimi, dan
membuat sushi. Saya bagian motret ajah hehehe.

Sashimi yang disusun bertingkat seperti gunung Fuji. Di belakangnya
adalah daun oba

Aneka Makimono dari Little Tokyo Sushi yang belum dipotong-potong dan
ditata
Hidangan pertama yang disajikan adalah sashimi. Iyeess! Ikannya masih
segar. Sayangnya saya cuma kebagian 1 potong, nih *Berbagiii, uy.
Berbagiii … Kalau mau lagi beli aja di Little Tokyo Sushi hehehe*
Untuk sushi, saya cuma nyobain yang ada unagi trus di fried sushinya.
Enak juga rasanya. Katanya, sushi yang ada unaginya ini termasuk yang
best seller.
Usai demo masak, foto bersama, kemudian dilanjutkan dengan makan
siang. Masing-masing blogger dikasih voucher IDR100K untuk membeli
makanan di Food Culture. IDR100K ini cukup banget untuk bisa makan
kenyang di sana. Karena harga makanannya ternyata standar aja. Kalau
saya perhatiin, sih kisaran IDR20K s/d IDR70K. Tuh, sisanya masih bisa
buat beli minum, deh.

Untuk penggemar roti, bisa ke Little Tokyo Bakery, Food Culture AEON
Mall BSD City

Saya lumayan lama berkeliling Food Culture. Saat itu, saya lagi batuk.
Kalau lagi batuk lumayan berat rasanya cuma pengen makan yang berkuah.
Di sana ada 1 resto yang menjual Udon, saya pengennya ramen. Sempat
kepikiran untuk ke Ramen Village aja. Tapi, mengingat saya dibatasi
oleh waktu karena pulangnya ikut rombongan ke Jakarta, jadinya gak
berani juga ke Ramen Village. Lagian vouchernya cuma berlaku untuk
Food Culture.Saya: “Mbak, Tantan Men itu apa?”
Mbak Kasir: “Ramen, Bu.”

Ocha, IDR3,5K (lebih murah karena ambil paket)
Setelah berkeliling, pilihan saya jatuh kepada Toyofuku. Sepertinya
kalau di Food Culture, hanya Toyofuku yang menjual ramen. Itupun cuma
1 macam aja, gak ada pilihan ramen. Tadinya, saya hanya mau order
ramennya dan segelas ocha. Tapi, saya perhatiin kelihatannya banyak
pembeli yang order Gyoza. Di sana sempet denger juga ada yang bilang
kalau Gyoza di Toyofuku rasanya juara. Ah, bikin saya penasaran aja.
Akhirnya, saya pun pilih menu paket. Tantan Gyoza Set terdiri dari 1
porsi Tantan Men dan 5pc Gyoza. Plus segelas ocha dingin (no refill).
Di Toyofuku hanya ada ocha dingin, ya.
Sepertinya banyak yang order makanan di Toyofuku. Saya harus menunggu
agak lama, hingga bisa keliling dulu dan order makanan lain. Tapi,
kali ini untuk dibawa pulang. Mumpung masih ada sisa voucher. Wajib
bawa oleh-oleh untuk menyenangkan anak-anak yang udah ditinggal
bundanya hampir seharian hehehe.

Saya pilih pizza dari Pizadoki untuk dibawa pulang. Seperti yang kita
semua tau kalau pizza adalah makanan khas asal Italia. Tapi pizza di
Pizadoki ini sudah bercitarasa Jepang. Seperti salah satu pizza yang
saya pilih yaitu Fuku-Mochi Pizza yang terdiri dari mochi, nori
(rumput laut), saus teriyaki, jagung, bonito kering, dan keju.
Pizza lain yang saya order adalah Yakiniku Pizza yang
terdiri dari bawang bombay, paprika, daging sapi panggang, dan keju.
Tadinya, saya mau order Macho Pizza (Marsmallow Chocolate) tapi
coklatnya lagi habis. Jadi aja saya pilih pizza lainnya. Itupun
berdasarkan rekomendasi kasir Pizadoki. Katanya, Fuku-Mochi dan
Yakiniku Pizza adalah yang paling diminati. Ya udah, saya nurut aja.
Di Pizadoki, hanya menerima cash, ya.


Kembali ke ramen yang sudah saya nantikan hehehe … Lumayan enak,
rasanya hangat di tenggorokan dan perut. Kuahnya adalah kuah kare.
Hanya saja kurang pedas. Udah coba dikasih cabe bubuk yang lumayan
banyak, tapi saya gak kepedesan juga.
Untuk Gyoza memang benar kalau rasanya juara. Apalagi bagian bawahnya
yang berwarna kecoklatan itu. Jadi menyesal kenapa gak order lagi buat
dibawa pulang. Sampai postingan ini dibuat, saya masih sangat bisa
mengingat rasanya. Saya suka banget 😀
Halal gak, ya, makanan di Food Culture?
Mengingat mayoritas kuliner di Food Culture adalah kuliner Jepang,
sebagai muslim tentu bertanya tentang halal-haram kuliner di sini.
Resto yang ada di Food Culture memang belum bersertifikat halal. Tapi,
kita bisa bebas bertanya langsung ke setiap restonya, kok.
Jakarta. Tentu aja saya masih belum puas jalan-jalan ke AEON Mall BSD
City. Ini adalah pengalaman pertama saya ke AEON dan saya baru datang
ke Food Culture saja. Padahal di AEON mall BSD city itu tidak hanya
kuliner, ada juga 280 toko dengan 22 toko diantaranya baru pertama
kali di Indonesia (38 toko berasal dari Jepang). Bisa dibilang komplit
dan selalu mengenalkan trend terbaru kalau ke AEON.

AEON Mall BSD City juga mall yang ramah anak
Kapan-kapan saya mau ke AEON lagi sama keluarga, ah. Oiya,
ngomong-ngomong tentang pizza yang saya bawa pulang, kalau untuk
Yakiniku Pizza rasanya tidak terlalu asing di lidah, ya. Yang unik
adalah Fuku-Mochi Pizza karena rasanya komplit. Ada manis dari jagung,
kenyal dari mochi, trus bonito sama nori kan rasanya khas gitu.
Sepintas sempat asing di lidah. Tapi lama-lama terbiasa juga *emang
dasarnya saya tukang makan hehehe.*

Fuku-Mochi Pizza, IDR38K

Ada teman yang bilang kalau belum kesampaian mengunjungi Jepang,
setidaknya sempatkanlah ke AEON mall. Nuansanya Jepang banget. Cocok
lah dengan tagline AEON mall BSD city, yaitu From The Heart of
Japan.
Yuk ke Jepang eh ke AEON Mall BSD City, ding 🙂
AEON Mall BSD City
Jl. BSD Raya Utama, Desa Sampora
Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang 15345
Open hours: 10.00 – 23.00 wib
www.aeonmall-bsdcity.com
Fanpage: AEON Mall BSD City
Twitter:Â @AEONMallBSDCity
Instagram: aeonmallbsdcity











