nya ngeblend jadi satu. Bukanya malam hari di Jalan Gajahmada dipelataran
parkiran ruko sebelum Gedung Pontianak Post. Karena menggunakan pelataran
parkir jadi mesti sabar menunggu malam tiba.
![]() |
| Nasi Goreng, Telor Mata Sapi dan Ayam Goreng |
teman-teman. Menikmati makan di pinggir jalan yang terpenting adalah sensasi
kebersamaannya. Menja panjang yang tersusun bisa ditempati 4-6 orang, kalau
kelompoknya lebih besar tinggal menggabungkan meja saja. Makanan yang disajikan
bermacam-macam. Mulai dari berbagai Nasi dan mie goreng. Cah sayuran, lalapan
sampai dengan hasil seafood yang langsung diolah begitu dipesan.
![]() |
| Bihun Goreng Seafood Favorit |
menjadi hal paling terpenting dalam penyajiannya. Saya sebelumnya sudah pernah
mencoba menu ikan asam manis dan capcay seafood. Keduanya bercita rasa. Ikannya
segar, kuah asam manisnya juga cukup kaya rasa. Harga yang ditawarkan
berdasarkan berat ikan yang digunakan. Sesuaikan saja dengan jumlah gank yang
makan. Capcay seafoodnya juga menjadi padanan yang tepat, memang ada perbedaan
rasa dengan capcay ala tionghoa yang lebih mengandalkan bawang putih dan
racikan kecap ikan dan kaldu. Capcay ini lebih terasa penggunaan saus botolan.
nasi goreng special dan bihun goreng seafood, makanan favorit saya sepanjang
masa. Es teh tawar sebagai pelengkap dan lokasi yang nyaman. Pilihlah tidak
terlalu dekat dengan tungku perapian supaya badan tidak berbau bumbu dan tidak
terlalu duduk di pinggir jalan supaya tidak terganggu dengan asap, debu dan
orang yang parkir kendaraan.
![]() |
| Nasi Goreng plus plus |
perlu waktu untuk memasak, kalau tidak ramai 15 menit sudah terhidang. Untuk
standar makanan pinggir jalan rasanya cukup dipujikan. Gurih,asin,manis berpadu
dalam bihun seafood yang saya pesan. Bihunnya pas dan tidak benyek , Sayurnya masih segar tapi
udangnya sedikit matang dan saya maafkan karena saya penggemar bihun sejati yang
dimasak-apa-aja-enak.
rasa pedas dan manis. Saya menikmati setiap suapan bersama dengan sayuran tumis
yang masih segar-kres-nyes. Campuran sayurannya bermacam-macam dan semuanya
segar walaupun jumlahnya tidak mencapai 10 jenis seperti filosofi capcay. Rasa
yang semuanya saya kangeni saat masih malang melintang di Malang.
![]() |
| Menu AA Heri |
mengecewakan, baik dari segi rasa, harga dan suasana. Bahkan scenderung suasana
inilah yang dibeli, bukankah makan dipinggir jalan bersama tema-teman sembari
ngobrol ngalor ngidul sungguh
menyenangkan? Warung pinggir jalan ini memang cukup ramai pengunjungnya,
sayangnya hanya pada saat hujan. Kita harus bersiap siap merapa serapat-rapatnya
kepintu ruko agar tidak terciprat air hujan.
![]() |
| Menu AA Heri |
yang hilang diparkiran. Tentu saja kita juga harus mempersiapkan uang receh
untuk pengamen yang sudah tidak mau lagi diberi Rp 500,- Iya kalau suaranya
bagus, kalau jelek? Selera makan malah hilang.
makanan pinggir jalan, jangan remehkan rasanya apalagi jumlah menunya. Banyak
dan beragam. Saya memberi nilai 7,3 dari 10 untuk makanan dan pelayanan disini.
SIlakan dijadikan referensi kuliner malam hari. Selamat makan dan Salam YUMCEZ!














































