Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Explore

#JalanJalan : Gunung Papandayan, Jawa Barat

Explore by Explore
07.04.2015
Reading Time: 4 mins read
0
Sejarah Indonesia Jilid 5-2: Edward Douwes Dekker, HN van der Tuuk, AP Godon dan Charles Adrian v Ophuijsen; Siapa Mereka?
ADVERTISEMENT
Setelah sekian lama menghilang, saya kembali dengan postingan baru yang bercerita tentang petualangan ke Gunung Papandayan. Dari Jogja saya dan teman teman berangkat pada siang hari, menggunakan kereta api ekonomi Pasundan. Tujuan kami adalah stasiun Cibatu di Garut, perjalanan memakan waktu sekitar 8 jam dari stasiun Lempuyangan Jogjakarta. Sesampainya kami di stasiun Cibatu jam 10 malam, kami lalu mendapat bantuan dari seorang teman bernama mas Agung yang menawarkan kami untuk beristirahat sejenak dirumahnya. Setelah kami beristirahat, pagi pagi sekali sekitar jam 4 pagi kami berangkat menuju Terminal Guntur (Garut) menggunakan angkot. Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam dan sesampainya di Terminal Guntur kami lalu bertemu rombongan dari Jakarta dan Bogor yang juga ingin mendaki Gunung Papandayan. Kami pun beristirahat, bersiap-siap, mandi dan sarapan sambil menunggu carteran angkot yang akan membawa kami ke Cisurupan, checkpoint berikutnya.
Dalam perjalanan kami menuju Cisurupan ada sedikit insiden, angkot kami mengalami kerusakan dan hampir menabrak rumah orang. Setelah berganti angkot kami lalu melanjutkan perjalanan dan sesampainya di Cisurupan kami berganti angkutan menjadi pickup. Dari sinilah dan menggunakan pickup inilah kami akan menuju Basecamp pendakian Gunung Papandayan. Tawar menawar pun terjadi, kami lalu naik ke atas, memakan waktu sekitar 30 menit kurang lebih.
Tak perlu berlama-lama pendakian pun dimulai, saya yang baru pertama kali ini mendaki Gunung di Jawa Barat sungguh takjub dengan ramainya orang yang berniat mendaki gunung Papandayan ini, menurut informasi yang saya dapat ada sekitar 8000an orang mendaki Papandayan pada hari itu. Pada awal pendakian yang kami temukan adalah trek berbatu dengan pemandangan kawah belerang disebelah kiri trek pendakian. Beberapa kali kita harus sedikit menahan nafas karena aroma belerang yang menusuk hidung dan beberapa kali juga kita harus memberikan jalan kepada motor trail yang sering lalu lalang di trek.
Setelah menghabiskan trek berbatu, trek selanjutnya adalah tanah dengan tingkat elevasi yang lumayan tinggi. Menurut saya yang paling melelahkan adalah di bagian ini, karena dengan elevasi yang tinggi ditambah beban carrier yang lumayan, sungguh menguji kaki. Sekitar 2 jam pendakian kami tempuh dan akhirnya kami sampai di tempat camp dibawah pondok saladah. Kami pun menginap disini karena pondok saladah sudah penuh dengan tenda. Perut sudah meminta makan daritadi, kami membuat tenda dan mempersiapkan makan siang. Setelah puas makan, kami beristirahat dan siapa sangka hujan pun turun. Papandayan sungguh dingin sampai menusuk tulang tapi itu bukan alasan untuk mengganggu istirahat kami.
Esoknya pada dinihari, kami mempersiapkan bekal untuk perjalanan ke puncak. Tetapi keadaan masih sedikit mendung, sehingga kami sedikit menunggu agak siang siapa tahu nanti keadaan menjadi lebih terang. Saya melihat ray of light yang sangat indah pada saat perjalanan ke puncak, tidak kurang banyak pemandangan indah yang saya dapat ketika diperjalanan.

RELATED POSTS

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

Sesampainya di pondok saladah kami melanjutkan perjalanan menuju hutan mati. Gunung Papandayan ini memiliki 2 ikon, yang pertama adalah Hutan Mati dan yang kedua adalah Taman Edelweiss. Perjalanan menuju Hutan Mati ini agak sulit dikarenakan trek berlumpur sebab hujan semalam, beberapa kali kami terpeleset, habis sepatu kami dipenuhi dengan lumpur. Hutan ini sangat indah, mistis juga, saya sungguh takjub dengan banyaknya pohon yang mati dan hanya meninggalkan ranting sebagai bukti hidupnya.
Setelah menikmati Hutan mati, kami lalu naik mengikuti trek menuju Tegal Alun. Trek ini juga mempunyai elevasi yang lumayan tinggi, kombinasi lumpur dan tanah. Sekitar beberapa puluh menit kami naik, dan akhirnya kami sampai di Tegal Alun. Hamparan Edelweiss menyapa kami bersahaja, bunga kecil nan indah yang hanya tumbuh di ketinggian. Di Tegal Alun dilarang untuk mendirikan tenda, mungkin agar kondisi Edelweiss tidak rusak dan terjaga keindahannya. Saya tidak melanjutkan perjalanan ke puncak Papandayan, saya berhenti disini dan menikmati pengalaman ini, Edelweiss yang tak terhingga jumlahnya. Setelah itu kami turun dan pulang kerumah. Perjalanan ini saya menghabiskan biaya sekitar 400 ribu Rupiah. Lumayan memang, tapi sebanding dengan indahnya Papandayan.
ADVERTISEMENT
Tags: Jalan-JalanPelesirTempat WisataTourTravelTravelingwisata
ShareTweetPin
Explore

Explore

Related Posts

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung
Explore

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

20.01.2026
Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya
Explore

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

17.01.2026
Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata
Explore

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

16.01.2026
Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet
Explore

Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet

15.01.2026
Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak
Explore

Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak

09.01.2026
Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung
Explore

Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung

04.01.2026
Next Post

Indonesia Raih Dua Awards pada International Tourism Film Festival Bulgaria

Yuk Datang Ke Event Tambora Menyapa Dunia

Iklan

Recommended Stories

Hukum Safar Untuk Ziarah ke Makam Rasulullah atau Wali / Orang Shalih

Hukum Safar Untuk Ziarah ke Makam Rasulullah atau Wali / Orang Shalih

07.03.2016

Kuliner Bandung – Gudeg Yu Nap

12.01.2016

Sejarah Bisnis Indonesia (2): Hubungan Bisnis Belanda, Indonesia, Jepang Tempo Dulu; Cinta Pertama Jadi Benci Tapi Rindu

10.03.2025

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE ยป

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?